PENGARUH PELATIHAN PLIOMETRIK DAN PELATIHAN BEBAN TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAN EXPLOSIVE POWER OTOT TUNGKAI

Wahyu Hananingsih

Abstract


Kekuatan dan Explosive power otot tungkai merupakan komponen kondisi fisik yang diperlukan pada cabang olahraga bolavoli. Dalam permainan bolavoli pada saat melakukan smash dibutuhkan lompatan yang tinggi, agar bola dapat masuk dengan tepat, dimana smash merupakan kunci utama untuk mendapatkan nilai dalam setiap pertandingan. Oleh karena itu, jenis pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan dan explosive power otot tungkai adalah pelatihan pliometrik dan pelatihan beban. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan matching-only design. Pemilihan sampel menggunakan teknik match subject design yaitu siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli pembagian kelompoknya berdasarkan kemampuan menggunakan teknik ordinal pairing . Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dan sampel yang paling tepat dalam penelitian ini tergantung ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki, sehingga jumlah sampel adalah 36 orang yang diperoleh menggunakan rumus Isac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dan dibagai menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 12 orang. Perhitungan analisis data dengan program SPSS versi 17.0 menggunakan paired sampel test diperoleh hasil kelompok I dan II adalah nilai signifikansi yaitu sig. (0,000)< 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima, berarti ada peningkatan kekuatan dan explosive power otot tungkai. Karena ada perbedaan peningkatan, maka dilanjutkan dengan analisis pos hock dengan LSD. Perbedaan peningkatan  tersebut mempunyai nilai sig. 0,030< 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok pelatihan tersebut, tetapi jika dilihat dari nilai rata-rata pelatihan pliometrik lebih efektif dari pada pelatihan beban untuk peningkatan explosive power otot tungkai dengan nilai (4.16 cm dan 2.08 cm) dan pelatihan beban lebih efektif dari pada pelatihan pliometrik untuk peningkatan kekuatan otot tungkai dengan nilai (2.84 kg dan 1.92 kg).  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelatihan pliometrik dan pelatihan beban memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan dan explosive power otot tungkai. Pelatihan pliometrik lebih efektif dari pada pelatihan beban dalam meningkatkan explosive power otot tungkai dan pelatihan beban lebih efektif dari pada pelatihan pliometrik dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai.

References


Abass, A.O. 2009. “Comparative Effect of Three Modes of Plyometric Training on Leg Muscle Strength of University Male Students”. European Journal of Scientific Research 31, 577-582.

Ahmadi, Nuril. 2007. Panduan Olahraga Bola Voli. Surakarta: Era Pustaka Utama.

Anatomi. 2013. Biceps Femoris. http://anatomia.uw.hu/ora-025/ora-025.htm. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Anning, J. 2008. “Perbandingan Praktis antara Sejumlah Jenis Pelatihan untuk Tubuh Bagian Bawah”. NSCA’S performance training journal. www.nsca-lift.org.volume 7 issue I.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Baechle, T.R., & Earle, R.W. 2002. Bugar dengan Pelatihan Beban (terjemahan). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Baechle, T.R., & Groves, B.R. 2003. Weight Training: Steps to Success. Terjemahan Pelatiha Beban: Langkah- Langkah Menuju Sukses. Oleh Siregar, R. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bcotoronto. 2013. Semitendinosus. http://bcotoronto.com/2013/03/27/what-is-a-hamstring. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Bird, S.p., Tarpenning, K.M., & Marino, F.E. 2005. “Designing Resistance Training Programmes to Enhance Muscular Fitness A Review of the Acute Programme Variables”. Sport Medicine. 35(10): 841-851.

Bompa, T. O. 1999. Periodezation Theory and Methodology of Training. Illions: Kendal Hunt Pubhlishing Company.

Bompa, T. O. & Haff, G. Gregory. 2009. Theory and Methology of training (Fifth edition). United State of America : Human Kinetic..

Chandler, T.J., Brown, L. E. 2008. Conditioning for Strength and Human Performance. Wolter Kluwer. Lipincott Williams & Wilkins.

Chu, D. A. 1998. Jumping Into Plyometric (second edition). United State of America: Human Kinetic.

Chu, D. A., and Myer, G,D., 2013. Plyometrics. United States : Human Kinetics.

Delavier, F. Strength Training Anatomy. Your Illustrated Guide to Muscles at Work. Human Kinetics.

Fatouros, I.G., Jamurtas, A.Z.,Leontsini, D.,Taxildaris, K.,Aggelousis, N., Kostopoulos, N., and Buckenmeyer, P. 2000. “Evaluation of Plyometric Exercise Training, Weight Training, and Their Combination on Vertical Jumping Performance and Leg Strength. Journal of Strength and Conditioning Research, 2000, 14(4), 470–476

Hadi, S. 2004. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi

Harsono. 1988. Coaching dan Aspek-aspek Psikologi dalam Coaching. Jakarta: Dirjen Dikti Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Harsono. 2001. Latihan Kondisi Fisik. KONI Pusat. Pusat pendidikan dan Penataran. Jakarta.

Hartono, S. 2007. Anatomi Dasar dan Kinesiologi.Surabaya: Unesa University Press.

Hulfian, L. 2012. “Pengaruh Pelatihan Air Alert Periode Istirahat 30 dan 60 Detik terhadap Peningkatan Explosive Power Otot Tungkai dan Kapasitas Aerobik Maksimal”.Tesis Magister Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya.

Kemenegpora RI. 2005. Panduan Penetapan Parameter Tes. Jakarta: Kemenegpora. Asdep Pengembangan Sumber Daya Manusia Keolahragaan. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi dan Iptek Olahraga.

Kemenegpora RI. 2007. Pelatihan Pelatih Fisik Level 1. Jakarta: Kemenegpora. Asdep Pengembangan Tenaga dan Pembina Keolahragaan. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi dan Iptek Olahraga.

Kenhub. 2014. Extensor Hallucis Longus.https://www.kenhub.com/de/atlas/musculus extensor- hallucis-longus. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Kreamer, W.J., & Ratmess, N.A. 2000. “Physiology of Resistance Training: Current Issues”. Orthopedics & Physical Therapy Clinics in North America: Exercise & Technology Philadelphia, PA: W.B. Saunder . 9:4. Pp 467-513

Kusnanink, N.W., Nasution, J., & Hartono, S. 2011. Dasar-Dasar Fisiologi Olahraga. Surabaya: Unesa University Press.

Mahardika, M.S. 2010. Evaluasi Pengajaran. Surabaya: Unesa University Press.

Maksum, Ali. 2012. Metodologi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya: Unesa University Press.

Mardapi, Djemari. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes Dan Nontes. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press.

Margono, S. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Mobis. 2009. Tensor Fasciae Latae.http://medicinestuds.blogspot.com/2012/09/exploratie-heup-en-bovenbeen.html. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Muni. 2014. Adductor Brevis. http://www.fsps.muni.cz/impact/kompenzacni-cviceni-ve-fotbale/svaly-posturalni-a-fazicke. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Muni. 2014. Adductor Longus. http://www.fsps.muni.cz/impact/kompenzacni-cviceni-ve-fotbale/svaly-posturalni-a-fazicke. Diakses tanggal 24 Maret 2013

Nala, Ngurah. 1998. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Denpasar: Universitas Udayana.

Nossek, J. 1982. “General Theory of Training”. Lagos: Pan African Press. Ltd. In Furqon (Ed). Teori Umum Latihan. Surakarta.

Nurhasan. 2011. Menjaga Kebugaran Jasmani. Gresik Jawa Timur: Abil Pustaka.

Radcliffe, J.C., and Farentinos, R.C. 1985. Plyometric Explosive Power Training. United State of America: Human Kinetics Publisher Inc.

Rahimi, R., & Behpur, N. 2005. “The Effects of Plyometric, Weight and Plyometric-Weight Training on Anaerobic Power and Muscular Strength”. Series: Physical Education and Sport. Vol. 3, No 1, pp. 81-91.

Riadi, M. 2009. Raih Kebugaran Jasmani Melalui Pelatihan Beban (Weight Training). Mataram: IKIP Mataram.

Roesdiyanto & Budiwanto, S. 2008. Dasar-Dasar Kepelatihan Olahraga. Malang: Universitas Negeri Malang.

Ronnie. 2009. Adductor Magnus. http://medicina.ronnie.cz/c-1862-svaly-stehna-medialni-skupina.html. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Ronnie. 2009. Popliteus. http://medicina.ronnie.cz/c-2037-svaly-berce-dorsalni-strana.html. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Ronnie. 2009. Gastrocnemius. http://medicina.ronnie.cz/c-2037-svaly-berce-dorsalni-strana.html. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Ronnie. 2009. Peroneus Longus. http://medicina.ronnie.cz/c-2017-svaly-berce-ventralni-a- lateralni-strana.html. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Ronnie. 2009. Soleus. http://medicina.ronnie.cz/c-2037-svaly-berce-dorsalni-strana.html. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Ronnie. 2009. Gracilis. http://medicina.ronnie.cz/c-1862-svaly-stehna- medialniskupi na.html. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Sajoto, M. 1988. Pembinaan Kondisi Fisik dan Olahraga. Jakarta: Depdikbud.

Sajoto, M. 1995. Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Semarang: Dahana Prize.

Salaj, S.S., Milanovic, D., & Jukic, I. 2007. “ The Effects of Proprioceptive Training on Jumping and Agility Performance”. Kinesiology. 39/ 2: 131-141.

Sankarmani, B., Sheriff, S.I., Rajeev, K.R., Alagesan, J. 2012. “Effectiveness of Plyometrics and Weight Training in Anaerobic Power and Muscle Strength in Female Athletes”. International Journal of Pharmaceutical Science and Health Care Issue 2. Vol. 2.

Sankey, S.P., Jones, P.A., and Bampouras, T.M. 2008. “Effects of Two Plyometric Training Programmes of Different Intensity on Vertical Jump Performance in High School Athlete”. Serbian Journal of Sport Sciences, 2(1-4): 123-130

Shaikh, A., Mallick, N.I.,College, M.S., 2012. “Effects of Plymetrics Training and Weight Training on selected Motor Ability Components among University Male Students”. International Journal of Advancements in Research & Technology, Volume 1, Issue6, 1 ISSN 2278-7763

Sheppard, J., Hobson, S., Barker, M., Taylor, K., Chapman, D., McGuigan, M., & Smith, R.ND.2008. “The Effect of Training with Accentuated Eccentric Load Counter-Movement Jumps on Strength and Power Characteristics of High-Performance Volley Ball Players”. International Journal of Sports Science & Coaching. Vol.3, No 3. 355-364.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Sukadiyanto dan Muluk, D. 2011. Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: Lubuk Agung.

Syahfrizar. 2007. Latihan Knee Tuck Jump dan Box Jump untuk Atlet Bola Voli. Malang: Wineka Media.

Teng, W.M., Keong, C.C., Ghosh, A.K., & Thimurayan, V. 2008. “Effects of a Resistance Training Programme on Isokinetic Peak Torque and Anaerobic Power of 13-16 Years Old Taekwondo Athletes Running Head: Resistance Training and Taekwondo Athletes”. International journal of Sports Science and Engineering. Vol. 02 No. 02, pp. 111-121.

Tianlong. 2014. Gluteus Minimus. http://tianlong-acupuncture.com/gluteus-m-en.htm. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Tianlong. 2014. Gluteus Medius. http://tianlong-acupuncture.com/gluteus-m-en.htm. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Universtias Negeri Surabaya. 2012. Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi. Surabaya. Program Pascasarjana: Universitas Negeri Surabaya.

Wikipedia. 2014. Sartorius. http://en.wikipedia.org/wiki/File:Sartorius.png. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Wikipedia. 2014. Iliacus. http://de.wikipedia.org/wiki/Musculus_iliacus. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Wikipedia. 2014. Gluteus Maximus.http://en.wikipedia.org/Gluteus_maximus_muscle.. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Wikipedia. 2014. Vastus Lateralis. http://de.wikipedia/wiki/Musculusvastus_lateralis. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Wikipedia. 2014. Vastus Intermedius. http://scioly.org/wiki/index.php/ Anatomy/ Muscle _Lis. Diakses tanggal 24 Maret 2014

Wikipedia. 2014. Vastus Medialis. http://de.wikipedia.org/wiki/ Musculus_vastus medialis. Diakses tanggal 24 Maret 2014


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
JIME: Jurnal Ilmiah Mandala Education (p-issn: 2442-9511;e-issn: 2656-5862) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.