Legal Protection of Wife's Inheritance Rights in Polygamous Marriages Not Recorded: an Analysis of Islamic Legal Perspectives
Abstract
Unregistered polygamous marriages pose serious problems related to the protection of wives' inheritance rights in Indonesia. This study aims to analyze the protection of wives' inheritance rights in unregistered polygamous marriages according to Islamic law and the implementation of the principle of justice in that context. The research method used is normative juridical with a library approach, using primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed through legal interpretation, descriptive-analytical analysis, comparative, and maqashid sharia. The results of the study indicate that from an Islamic legal perspective, wives in unregistered polygamous marriages still have the same inheritance rights as regulated in the Qur'an, Surah An-Nisa, verse 12 and the Compilation of Islamic Law Article 180, namely 1/4 if the husband leaves no children and 1/8 if the husband leaves children, which are divided equally among all wives. However, in the practice of positive law in Indonesia, unregistered marriages face legal obstacles that cause wives' inheritance rights to not be optimally protected. The implementation of the principle of justice faces challenges in the form of legal dualism between religious legitimacy and state recognition, unequal access to legal protection, and minimal public understanding of wives' inheritance rights. From the perspective of maqashid sharia, this lack of legal protection violates the principles of hifdz al-nasl (protection of offspring) and hifdz al-mal (protection of property). This study recommends five strategies to achieve justice: facilitating access to marriage itsbat, increasing legal socialization, strengthening judges' judicial ijtihad, integrating maqashid sharia into legislation, and developing alternative mechanisms for resolving inheritance disputes.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
BUKU
Abdul Rahman Ghazaly, Fiqih Munakahat Kontemporer, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2010, hlm. 202.
Abdulkadir Muhammad, Hukum dan Penelitian Hukum, Cetakan III (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004), hlm. 81.
Jasser Auda, Membumikan Hukum Islam Melalui Maqasid Syariah, diterjemahkan dari Maqasid Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2015), hlm. 32-34
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (Jakarta: Rajawali Press, 2009), hlm. 13-14.
JURNAL
Agung Basuki Prasetyo, “Akibat Hukum Perkawinan Yang Tidak Dicatatkan Secara Administratif Pada Masyarakat Adat”, Administrative Law & Governance Journal 3, No 1, (2020), hlm. 32.
Ali Sibra Malisi, “Pernikahan Dalam Islam”, SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Vol. 1 No. 1 (2022), hlm 27.
Atistya Dwi Manggala Putri, “Perlindungan Hak Perempuan dan Anak melalui Kebijakan Pencatatan Perkawinan Tidak Tercatat”, Reflection Journal, Vol. 5 No.2 (2025), hlm. 859.
Bambang Sugianto, “Kedudukan Ahli Waris Pada Perkawinan Poligami”, Al’adl, Vol. 9 No. 2 (2017), hlm. 227.
Bhisma Witdia Dzaky dan Al Qodar Purwo Sulistyo, “Hukum Cucu dalam Pewarisan menurut Sistem Hukum Islam dan Hukum Perdata di Indonesia”, Judge: Jurnal Hukum, Vol. 6 No. 5 (2025), hlm. 1381.
Chindya dan Aminuddin, “Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Sebagai Basis Perlindungan Perempuan Dari Kekerasan”, Sangaji: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum , Vol. 9 No.1 (2025), hlm. 90.
Fauzan Ghafur dkk, “Kedudukan Pencatatan Perkawinan Dalam Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia”, Syari’ah: Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law, Vol. 3 No. 2 (2020), hlm. 219.
Ilhammuddin Aribbillah dkk, “Legalitas dan Pengakuan Perkawinan Siri dalam Perspektif Hukum Keluarga di Era Digital”, Al Fuadiy: Journal of Islamic Family Law, Vol. 7 No. 1 (2025), hlm. 52.
Robi Awaludin, “Penyelesaian Sengketa Keluarga Secara Mediasi Non Litigasi Dalam Kajian Hukum Islam Dan Hukum Positif”, Jurnal Hukum Islam Nusantara, Vol. 4 No. 2 (2021), hlm. 1.
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Kompilasi Hukum Islam, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1.
SKRIPSI DAN TESIS
Eva Litasari Widiasih, Skripsi: ”Keberadaan Akta Nikah Terhadap Keabsahan Suatu Perkawinan” (Surabaya: UNAIR, 2002), hlm. 39.
Rizkita Putri, Skripsi: “Pembagian Waris Istri Dalam Perkawinan Poligami Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Kitab Undangundang Hukum Perdata” (Purwokerto: UIN, 2022), hlm. iv.
Wijaya, Tesis: “Perlindungan Hukum Hak Waris Anak dari Perkawinan Poligami yang Tidak Dicatatkan” (Medan: USU, 2020), hlm 1.
INTERNET
Badan Pusat Statistik, “Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor Penyebab Perceraian (Perkara), 2024”, (diakses pada 2 Februari 2026), http://bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor-penyebab-perceraian--perkara---2024.html?year=2024
Hukumonline.com, “Bedah Pasal 402 KUHP Baru, Pakar Tekankan Aspek Ibadah dalam Perkawinan”, (diakses pada 2 Februari 2026), https://www.hukumonline.com/berita/a/bedah-pasal-402-kuhp-baru--pakar-tekankan-aspek-ibadah-dalam-perkawinan-lt6968d925becbb/
Implementasi Maqashid Syariah dalam Keberagaman, Kementerian Agama RI, diakses pada 3 Februari 2026, https://kemenag.go.id/kolom/implementasi-maqashid-syariah-dalam-keberagaman-FeHnq
Keadilan Substantif Hak Waris Perempuan dalam Perspektif Surah An-Nisa dan Sistem Hukum Indonesia, Marinews Mahkamah Agung, (diakses pada 3 Februari 2026), https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/keadilan-substantif-hak-waris-perempuan-dalam-perspektif-057
Kejaksaan Republik Indonesia, "Akibat Hukum Menikah Lagi Tanpa Izin Pengadilan," Halo JPN, (diakses pada 2 Februari 2026), https://halojpn.kejaksaan.go.id/publik/d/permohonan/2025-F8QC
Kementerian Agama, Al-Qur'an dan Terjemahannya, Q.S. An-Nisa (4): 58, (diakses pada 3 Februari 2026), https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/4?from=58&to=58
Kepastian Hukum Itsbat Nikah dan Status Anak Setelah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974," Pengadilan Agama Cilegon, diakses pada 3 Februari 2026, https://www.pa-cilegon.go.id/artikel/639-kepastian-hukum-itsbat-nikah-dan-status-anak-setelah-undang-undang-nomor-1-tahun-1974
Menikah Sah Secara Agama, Namun Belum Tercatat: Apa Dampak Hukumnya?, Media Justitia, diakses pada 3 Februari 2026, https://www.mediajustitia.com/tanyamedjus/menikah-sah-secara-agama-namun-belum-tercatat-apa-dampak-hukumnya/
Nuonline, “Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 12”, (diakses pada 3 Februari 2026), https://quran.nu.or.id/an-nisa/12
TafsirAl-Qur’an, “Hak Waris Bagi Suami Istri dan Saudara Menurut Al-Qur’an”, (diakses pada 3 Februari 2026), https://tafsiralquran.id/hak-waris-bagi-suami-istri-dan-saudara-menurut-al-quran/
DOI: http://dx.doi.org/10.58258/jihad.v8i1.10339
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 R. Fahmi Natigor Daulay, Septira Putri Mulyana

JIHAD : Ilmu Administrasi dan Hukum 2745-9489 (Print), 2746-3842 (Elektronik) is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala.
Alamat: Jl. Lingkar Selatan, Perum Elit kota Mataram Asri Blok O. No. 35, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram NTB. Indonesia