The Relationship Between Supplementary Feeding (Pmt) And Nutritional Status of Toddlers in the Working Area of Aik Darek Community Health Center

Authors

  • Najihan Fadia Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu-Lombok Tengah
  • Nining F atria Ningsih Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu-Lombok Tengah
  • Mustika Ayu Lestari Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu-Lombok Tengah

DOI:

https://doi.org/10.58258/zhct9k52

Abstract

Background: Undernutrition is a moderate state of nutrient deficiency caused by low energy and protein intake over an extended period, characterized by a weight-for-age (W/A) score between <-2 SD and >-3 SD. According to the World Health Organization (WHO) in 2021, the global prevalence of undernutrition was 28.5%, with 32.2% in developing countries, 30.6% in Asia, and 29.4% in Southeast Asia. In 2021, the undernutrition rate in West Nusa Tenggara Province was 14.09% (NTB Health Office, 2022). Research Objective: To determine the relationship between the provision of Supplementary Feeding (PMT) and the nutritional status of children under five in the working area of ​​the Aik Darek Community Health Center (Puskesmas). Methods: This study employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach, using a total sampling technique to select a sample of 44 children aged 2–5 years. Results: Data analysis involved both univariate and bivariate methods. A relationship was found between the provision of supplementary feeding (PMT) and the nutritional status of children aged 2–5 years in the Aik Darek Community Health Center working area. Conclusion: Chi-square analysis yielded a p-value of 0.000 (<0.05). Recommendation: This study is expected to enhance parental understanding and awareness regarding the importance of providing appropriate and sustainable supplementary feeding to improve the nutritional status of children under five.
Abstract Views 1PDF Downloads 1

References

Darmayanti, R., & Puspitasari, B. (2021). Upaya pencegahan stunting saat kehamilan. Penerbit NEM.

Ernawati Naya dkk (2022) Ilmu Gizi dan Diet. 1st edn. Edited by Sirait Matias. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Ernawati, F., Efriwati, Nurjanah, N., Kusuma, A. G., Hapsari, T. D., Widodo, Y., Retiaty, F., Prihatini, M., Arifin, A. Y., Sundari, D., Rachmalini, R., Salimar, Julianti, E. D., Aidi, M. N., & Syauqy, A. (2023). Micronutrients and Nutrition Status of School-Aged Children in Indonesia. Journal of Nutrition and Metabolism, 2023, 4610038. https://doi.org/10.1155/2023/4610038

Fajar SA, Anggraini CD, Husnul N. Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Pada Status Gizi Balita Puskesmas Citeras, Kabupaten Garut. Nutr Sci J. 2022;1(1):

Hadju, V. A., Basri K., S., Aulia, U., & Mahdang, P. A. (2023). Pengaruhpemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perubahan status gizi balita.Gema Wiralodra, 14(1), 105–111. https://doi.org/10.31943/gw.v14i1.359

Hartono, L,. & Saimi, S. (2024). “PMT bahan makanan lokal pada balita gizi kurang di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2023.” Jurnal Gizi Darussalam, 8(2) pp.96-107.

Heny Purbaningsih, Ahmad Syafiq. (2023). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal terhadap kenaikan berat badan balita. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, Vol. 6 No. 12Hubungan PMT dengan Status Balita Gizi Kurang di Puskesmas Mlati 1 Sleman. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 8(2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropomeri Anak. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI; 2020

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan bagi balita gizi kurang. Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kesmas.kemkes.go.id/

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2023/

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi ibu hamil KEK dan risiko KEK serta balita bermasalah gizi. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementrian Pemberdayaan Perepuan dan Perlindungan Anak (KPPA). 2021. Profil AnakIndonesia2018:Jakarta.

Khomsan, A., [et al.]. (2023). Analisis faktor risiko dan tren gizi buruk pada balita di Indonesia berdasarkan data survei nasional. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(2), [halaman]. https://doi.org/[DOI belum teridentifikasi]

Lestari, D. A., & Suryani, D. (2021). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Provinsi Lampung Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(2), 127-134.

Masri, E., Kartika Sari, W., & Yensasnidar. (2020). Efektifitas pemberian makanan tambahan dan konseling gizi dalam perbaikan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Perintis, 7(2), 28–35. https://doi.org/10.33653/jkp.v7i2.516

Purbaningsih, H., & Syafiq, A. (2023). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(12), 2550–2554. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i12.4206

Rahmawati, R., dkk. (2020). "Hubungan Karakteristik Ibu dan Kepatuhan Konsumsi PMT dengan Status Gizi Balita Bawah Garis Merah". Media Gizi Mikro Indonesia,

Septiani, A, Hanny Desmiati, Nita Ratna Dewanti, Pantja Wibowo, and Mardi Yana. 2026. “Kategori Status Gizi Pada Balita Di Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang Tahun 2024” 11.

Septiani, A, Hanny Desmiati, Nita Ratna Dewanti, Pantja Wibowo, and Mardi Yana. 2026. “Kategori Status Gizi Pada Balita Di Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang Tahun 2024” 11.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunarti Sunarti, Susianto Tseng, Dwi Nastiti Iswarawanti. (2025). Pengaruh pemberian makanan tambahan lokal dan edukasi gizi terhadap pertumbuhan balita gizi kurang. JurnalIlmu Kesehatan Bhakti Husada, 16(1), 261–271. DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1710.

WHO (2021). Global Nutrition Report: The State of Global Nutrition. (Sebagai acuan standar Z-Score yang diaduksi Kemenkes 2020).

Widad, Zubatul 2019. Hubungan penerepan kadarzi (keluarga sadar gizi) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jember: Universitas Jember,

Yuliana, W., & Hakim, B. N. (2019). Stunting pada Balita: Dinamika Determinan dan Upaya Pencegahan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 145–156. https://doi.org/10.14710/jkm.v13i2.24567

Downloads

Published

2026-11-01

How to Cite

The Relationship Between Supplementary Feeding (Pmt) And Nutritional Status of Toddlers in the Working Area of Aik Darek Community Health Center. (2026). JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 10(4), 2483-2491. https://doi.org/10.58258/zhct9k52