UPACARA ADAT DAN KONSERVASI PENYU DI KUTA DAN TANJUNG BENOA, BALI
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v4i3.1470Keywords:
Upacara adat, Konservasi penyu, BaliAbstract
Beberapa upacara adat yang ada di Bali khusunya daerah kuta dan tanjung benoa seringkali menggunakan sesajian dari daging penyu. Penyu dijadikan sebagai sesajian karena orang Hindu-Bali percaya bahwa penyu merupakan penjelmaan dari dewa Wisnu.Upacara adat yang menggunakan daging penyu antara lain adalah Pedudusan Agung, Ngenteg Linggih, Eka Dasa Rudra, Panca Bali Krama.Penyu sendiri merupakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah indonesia maupun internasional karena keberadaannya yang sudah langka dan mulai punah.Adanya kontradiktif antara upacara adat yang menggunakan penyu sebagai sesajian dengan program pihak internasional yang melindungi penyu dari perburuan mengakibatakan pemerintah indonesia dan pemerintah daerah Bali untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak mengakibaktkan terjadinya ketimpangan, dan hal ini juga di diskusikan dengan pemuka adat dan agama yang ada di Bali. Ancaman terhadap kehidupan penyu tidak hanya berasal dari kegiatan pemburuan oleh manusia maupun upacara adat, tapi bisa juga diakibatkan oleh pencemaran lingkungan dan penyakit, terjadinya global warming, pembanguan daerah pesisir serta terjadinya dampak industri perikanan.Downloads
Published
2020-07-09
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


