Desain Pembelajaran Sastra Berbasis Kearifan Lokal (Cerita Rakyat Dan Konsep Maja Labo Dahu) Sebagai Upaya Penanaman Pendidikan Karakter
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v5i2.2002Keywords:
Cerita Rakyat, Pendidikan Karakter, Antropologi SastraAbstract
Pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal (cerita rakyat dan konsep maja labo dahu) merupakan salah satu solusi untuk membangkitkan imajinasi peserta didik serta sebagai solusi dalam menanamkan penerus bangsa mengalami deklinasi moral. Itu terbukti dengan adanya pernikahan sedarah, anak memperkosa ibu kandungnya, korupsi semakin membudaya, tawuran antar pelajar semakin menjadi, perampokkan semakin subur, dan sejenis kejahatan lainnya. Maka, konsep kearifan loka (cerita rakyat dan konsep maja labo dahu) menjadi alat kontrol bagi setiap individu atau kelompok jika ingin bertindak, baik secara horisontal (hubungan sesama manusia), maupun secara vertikal (hubungan kepada Allah), harus dijadikan media pembelajaran di sekolah-sekolah khususnya di Bima. Penelitian ini bertujuan untuk, a) Mengetahui pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal (cerita rakyat dan ungkapan maja labo dahu) dapat menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa, b) mengetahui desain pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal (cerita rakyat dan konsep maja labo dahu) dalam sebagai upaya menanamkan nilai-nilai pendidikan karaker pada siswa, dan c) untuk mengetahui relevansi pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal (cerita rakyan dan konsep maja labo dahu) dengan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan design penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara : (a) studi literatur dan studi lapangan (penelitian) yang hasilnya akan dijadikan dasar bagi perencanaan dalam mengembangkan model pembelajaran, (b) pengembangan model melalui uji coba terbatas dan hasil penyempurnaan model pembelajaran, dan (c) uji validasi model untuk mengidentifikasi keunggulan model hasil pengembagan. Sedangkan tehknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (a) melalui tes, (b) melalui observasi, (c) Wawancara, dan (d) Analisis dokumen. Adapun langkah analisis data dalam penelitian ini adalah (a) pengumpulan data, (b) reduksi data, (c) penyajian data, dan (d) penarikan simpulan. Adapun hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukan bahwa kearifan lokal dalam hal ini ungkapan maja labo dahu memiliki kesamaan dengan pendidikan karakter. Dalam kalimat lain bahwa nilai - nilai ungkapan maja labo dahu dapat dijadikan bahan pembejaran pada mata pelajaran bahasa dan sastra di SMP sederajat, dan desain pembejalaran berbasis kearian lokal merupakan salah satu metode yang harus dipilih oleh guru guru dalam mendesain bahan ajar guna menanamkan nilai -nilai pendidikan karakter pada peserta didik, khususnya pada peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).Downloads
Published
2021-03-15
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
How to Cite
Desain Pembelajaran Sastra Berbasis Kearifan Lokal (Cerita Rakyat Dan Konsep Maja Labo Dahu) Sebagai Upaya Penanaman Pendidikan Karakter. (2021). JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 5(2). https://doi.org/10.58258/jisip.v5i2.2002


