Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pemerintah Membuka Area Pertambangan Emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v1i2.219Keywords:
Persepsi, Masyarakat, PertambanganAbstract
Penelitian ini didasarkan atas adanya rencana pemerintah membuka area pertambangan emas di Desa Sumi pada tahun 2010, namun demikian, rencana tersebut terhalang oleh penolakan masyarakat. Permasalahan dalam penelitian, yakni: 1) Bagaimana bentuk rencana pemerintah dalam membuka area pertambangan di Desa Sumi Kecamatan Lambu?; 2) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap rencana pemerintah dalam membuka area pertambangan emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu. Adapun tujuan dalam penelitian ini; 1) Untuk menjelaskan tentang bentuk Rencana Pemerintah dalam membuka area Pertambangan emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. 2) Untuk menjelaskan persepsi masyarakat terhadap rencana pemerintah membuka area pertambangan emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode penentuan informan, cara penentuan informan dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis melalui langkah-langkah: reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk Rencana Pemerintah Membuka Ijin Area Pertambangan Emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu. Izin eksplorasi dan izin produksi sebaiknya pemerintah daerah harus memperhatikan usulan dari masyarakat setempat. Lalu masukan tersebut ditimbang dan diolah secara mendalam. Masukan-masukan berharga itu akan menolong sebuah perusahaan untuk mengadakan eksplorasi dan produksi. Ijin pertambangan sudah diterbitkan oleh pemerintah daerah, namun muncul penolakan masyarakat terhadap hal tersebut. 2) Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pemerintah Membuka Area Pertambangan di Desa Sumi. Masyarakat Desa Sumi, bahwa apa bila dibukannya ijin pertambangan akan berdampak negetif terhadap proses pertumbuhan kehidupan masyarakat setempat dan Maupun sekitarnya. Di sisi lain, akan menghambat hasil pertanian, perkebunan, pertenakan, perikanan, dan lain-lain. Sehingga terjadilah bentuk perlawan yang dilakukan oleh masyarakat setempat, yaitu: a) Demostrasi; b) Perusakan Bangunan.Downloads
Published
2019-03-24
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


