Relevansi Birokrasi Rational Weber Dalam Upaya Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan Kabupaten Belu
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v5i3.2212Keywords:
pathologi birokrasi, birokrasi rational Weber.Abstract
Percepatan pembangunan daerah perbatasan Kabupaten Belu merupakan sebuah kewajiban pemerintah. Hal ini sejalan dengan prinsip nawa cita yang dicanangkan oleh presiden Repoblik Indonesia, Joko Widodo. Upaya penataan tata kelola dan layanan birokrasi menjadi salah satu alternative dalam upaya percepatan pembangunan daerah perbatasan Kabupaten Belu sekaligus menjadi solusi atas sejumlah persoalan seperti kesehatan, kemiskinan, rendahnya SDM, angka kematian ibu dan anak. Upaya meminimalisisr sejumlah persoalan tersebut akan berdampak pada meningkatnya rasa nasionalisme di daerah perbatasan. Hal tersebut akan terwujud apabila birokrasi bertindak sebagai main aktor. Kendalanya adalah bawah birokrasi dalam dirinya memiliki penyakit. Sejumlah penyakit dalam tubuh birokrasi menjadi penghalang kinerja birokrasi dalam melakukan pembangunan di daerah perbatasan Kabupaten Belu. Ada sejumlah solusi atas persoalan dalam tubuh birokrasi. Salah satunya adalah birokrasi rational Weber.Downloads
Published
2021-07-20
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


