SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI MAHKAMAH INTERNASIONAL (INTERNATIONAL COURT OF JUSTICE) DITINJAU DARI PENDEKATAN AMERICAN REALISM DAN SCANDINAVIAN REALISM
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v5i4.2587Keywords:
Mahkamah Internasional, American Realism, Scandinavian RealismAbstract
Banyaknya sengketa yang masuk dalam mahkamah internasional maka diharapkan para hakim dalam mengambil keputusan dimahkamah internasional dapat memberikan rasa keadilan terhadap yang bersengketa. Namun, salah satu contohnya dalam penyelesaian kasus penyerangan dan pengrusakan anjungan minyak Iran oleh Amerika Serikat, mahkamah mendapatkan keseimbangan untuk menyeimbangkan keinginannya untuk membahas lebih lanjut tentang kekerasan dengan alasan pertahanan diriterhadap batas-batas yang dikenakan oleh sifat dari prosedural dari peradilan internasional. Jika hakim cenderung untuk mengikuti hukum, maka akan sangat mudah untuk meramalkan apa yang diputuskan oleh hakim dalam banyak kasus. Definisi hukum yang menyatakan apa yang diputuskan oleh pengadilan, sama dengan menyatakan bahwa obat adalah apa yang dituliskan di atas kertas resep oleh dokter. Berdasarkan hal tersebut maka mengangkat rumusan masalah agaimana pengambilan keputusan yang ideal di mahkamah internasional (Mahkamah Internasional) ditinjau dari pendekatan realisme hukum amerika dan realisme Skandinavia?. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode interdisipliner dengan pendekatan socio-legal studies. Hasil dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Melihat pada kenyataan di Dunia Internasional bahwa tidak semua kasus yang ada di Mahmakah internasional, khususnya kasus-kasus berat diatur dalam undang-undang. Sehingga pada kenyataannya memiliki peranan yang lebih bebas untuk memilih dan menentukan serta lebih kreatif dalam penerapan hukum dari penerapan yang dibuat dalam aturan-aturan yang dibuat oleh penguasa. Dalam praktiknya ternyata faktor seperti temperamen psikologis hakim, kelas sosial dan nilai-nilai yang ada pada hakim lebih bekerja dalam pengambilan keputusan hukum dari aturan-aturan yang tertulis. Sehingga pada kenyataannya memiliki peranan yang lebih bebas untuk memilih dan menentukan serta lebih kreatif dalam penerapan hukum dari penerapan yang dibuat dalam aturan-aturan yang dibuat oleh penguasa. Dalam praktiknya ternyata faktor seperti temperamen psikologis hakim, kelas sosial dan nilai-nilai yang ada pada hakim lebih bekerja dalam pengambilan keputusan hukum dari aturan-aturan yang tertulis. Sehingga pada kenyataannya memiliki peranan yang lebih bebas untuk memilih dan menentukan serta lebih kreatif dalam penerapan hukum dari penerapan yang dibuat dalam aturan-aturan yang dibuat oleh penguasa. Dalam praktiknya ternyata faktor seperti temperamen psikologis hakim, kelas sosial dan nilai-nilai yang ada pada hakim lebih bekerja dalam pengambilan keputusan hukum dari aturan-aturan yang tertulis.Downloads
Published
2021-11-19
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


