Fungsi Dinas Sosial Dalam Pembinaan Anak Jalanan Di UPTD-P2PMKS Nilam Suri
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4175Keywords:
Anak Jalanan, Dinas Sosial, PembinaanAbstract
Anak jalanan menurut PBB adalah anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya dijalanan untuk bekerja, bermain atau beraktivitas lain. Dinas sosial atau bisa disebut dengan lembaga sosial merupakan suatu lembaga yang didalamnya terdapat sebuah struktural atapun pekerja-pekerja sosial dimana mereka mempunyai keteraturan didalam pemerintahan sosial dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat, dapat membangun masyarakat, dan kepentingan lainnya yang selalu berkaitan dengan kemasyarakatan. Dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 pasal 1 Ayat (1) tentang pembinaan Warga Binaan Permasyarakatan menyebutkan bahwa “pembinaan adalah kegiatan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Narapidana dan anak Didik Permasyarakatan”. Hasil penelitian ini membahas mengenai cara dinas sosial dalam membina anak jalanan di UPTD-P2PMKS Nilam Suri dengan menggunakan jenis penenlitian deskriptif pendekatan kualitatif dalam penelitian ini juga mengambil sumber data seperti data primer dan data sekunder.Downloads
Additional Files
Published
2023-01-10
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


