Kajian Gender dan Feminisme Radikal pada Film Marlina the Murderer in Four Acts (Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak)
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4195Keywords:
Gender, Feminisme, Film, PerempuanAbstract
Seringkali perempuan harus berjuang dalam menghadapi segala masalah kekerasan serta pelecehan. Kekerasan pada perempuan memang banyak terjadi di Indonesia sendiri maupun di dunia. Perempuan seringkali dianggap lemah dan tidak berdaya. Bahwa perempuan entah secara sadar atau tidak, memposisikan posisi mereka lebih rendah daripada laki-laki. Sehingga perempuan kemudian menjadi sasaran yang empuk untuk ditindas. Hal ini lah yang secara umum tejadi di berbagai belahan dunia. Dalam jurnal ini, akan memahami bagaimana gender dan feminisme radikal yang digambarkan pada film Marlina the Murderer in Four Acts (Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak). Penelitian ini menemukan bahwa penggambaran tokoh utama dalam film “Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak” ini melawan pandangan umum akan sosok perempuan. Menepis bahwa tidak selamanya perempuan dapat dikontrol oleh laki-laki dan selalu menjadi sosok yang subordinat.Downloads
Published
2023-01-13
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


