Analisis Tingkat Kemandirian Dan Efektivitas Pengelolaan Anggaran Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Bima
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4233Keywords:
Kemandirian pelaksanaan otonomi daerah, efektivitas, anggaranAbstract
Berdasarkan rasio kemandirian rata-rata sebesar 30.65%, tingkat kemandirian daerah berada pada pola konsultatif, yaitu campur tangan pemerintah pusat sudah mulai berkurang karena daerah dianggap sedikit lebih mampu melaksanakan otonomi daerah, Rasio Efektivitas sebesar 404.75%, pada tahun 2018 sebesar 138.29% dan tahun 2019 sebesar 100.81% sesuai dengan kriteria efektivitas diatas 100% sangat efektif, selanjutnya pada tahun 2020 sebesar 76%, tahun 2021 sebesar, 80.82% dan pada tahun 2022 sebesar 42.75% dibawah 100% tidak efektif. Rasio keserasian sebesar 443.63%, pemerintah daerah fokus pada alokasi dana belanja rutin, belanja pembangunan, sehingga berdampak belanja investasi yang digunakan untuk menyediakan sarana dan prasarana ekonomi masyarakat cenderung semakin keci dan kondisi ini harus dapat dipertimbangkan kembali. Dan berdasarkan pertumbuhan PAD sebesar (-56.47%) menunjukan bahawa pemerintah daerah dalam mengelola potensi yang menjadi sumber pendapatan asli daerah kurang efektif.Downloads
Published
2023-01-14
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


