Pengaruh Sistem Pemilu Jerman Terhadap Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v7i2.4845Keywords:
Jerman, Parlemen, PerempuanAbstract
Masa kini permasalahan kesetaraan gender adalah hal yang perlu diperhatikan, termasuk dalam ranah parlemen. Peran keterwakilan perempuan di parlemen seharusnya sangat diperlukan karena juga menjadi bagian hak setiap orang untuk memasuki ranah parlemen sesuai dengan aturan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem Pemilu di Jerman dan keterwakilan perempuan dalam parlemen Jerman serta mengetahui kendala-kendala terhadap partisipasi keterwakilan perempuan dalam parlemen. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan bahan hukum studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemilu Jerman diklasifikasikan sebagai sistem proporsional yang dipersonalisasi atau, sebagaimana dikenal di Selandia Baru sebagai sistem Mixed Member Proportional (MMP). Sementara keterwakilan perempuan dalam parlemen jerman semakin bertambah setiap tahunnya, namun masih terdapat kendala atau permasalahan seperti kendala politik, sosio ekonomi, dan ideologis-psikologisDownloads
Published
2023-06-07
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


