Pesantren Dan Pembaharuan: Arah Dan Implikasi
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v7i2.4990Keywords:
Pesantren, Pembaharuan, Integrasi, Sains TeknologiAbstract
Pelabelan “tradisional” pada pesantren seringkali diiringi dengan pandangan stereotip. Di mana, pesantren sering diasosiasikan dengan keterbelakangan dalam segala hal: fasilitas, teknologi, metode pembelajaran, dan bahkan kurikulumnya. Tata kelola bangunan pesantren pun pada umumnya jauh dari keteraturan. Demikian pun dengan para santrinya yang acapkali kudisan karena tidak maksimal dalam menjaga dan merawat kebersihan. Pola pakaian santri yang identik dengan sarung juga acap menjadi legitimasi mencap santri sebagai kaum tradisional. Namun demikian, penyematan tradisional terhadap pesantren agaknya tidak lagi relevan untuk saat ini. Laju gerak pembaharuan yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi telah menuntut pesantren untuk melakukan penyesuaian diri. Tak sedikit pesantren yang melakukan perubahan mendasar, baik dari sisi metode pembelajaran, kurikulum, maupun pola kepemimpinan. Pesantren pun tak lagi terkonsentrasi di pedesaan, tapi sudah tersebar secara sporadis di berbagai kota besar dan menjadi jujukan pendidikan masyarakat urban. Dari sisi fungsi, pesantren tidak sebatas menjadi lembaga pendidikan keagamaan, namun tak sedikit di antaranya juga menjadi lembaga sosial dan pemberdayaan masyarakat serta pusat pengembangan ekonomi masyarakat. Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga berfungsi sebagai lembaga lembaga keilmuan, lembaga pelatihan, lembaga pemberdayaan masyarakat, lembaga bimbingan keagamaan dan juga simpul budaya. Madrasah Sayang Ibu adalah salah satu model pengembangan Pesantren yang secara dinamis berupaya mengembangkan materi dan metodologi pembelajaran yang tidak saja berioretasi "melangit" namun pada saat yang sama "membumi" sebagai respon terhadap kemajuan zaman yang yang tak dapat dielakkan.Downloads
Published
2023-06-07
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


