Identitas Budaya di Era Globalisasi
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v7i3.5240Abstract
Kebudayaan merupakan identitas nasional suatu bangsa. Identitas nasional suatu bangsa dapat dikatakan sebagai suatu keunikan, ciri khas yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain, namun kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mempercepat proses globalisasi tersebut. Akibatnya, timbul berbagai permasalahan di bidang kebudayaan, seperti hilangnya budaya asli suatu daerah, tergerusnya nilai-nilai budaya, melemahnya nasionalisme dan patriotisme, hilangnya kasih sayang kekeluargaan dan gotong royong, serta hilangnya ketidakcocokan gaya hidup. Budaya Indonesia. Banyaknya budaya asing yang masuk dan mempengaruhi Indonesia karena longgarnya sistem pemerintahan dan maraknya media komunikasi dan informasi, khususnya internet dan media sosial. Oleh karena itu, dengan masuknya budaya asing di era globalisasi, sering menganggap bahwa budaya semacam ini lebih baik dari budaya bangsanya sendiri, bahkan jika itu adalah budaya asing, itu justru dapat mematikan karya budaya dan seni bangsanya sendiri, sehingga hilangnya identitas keindonesiaan perlahan tergerus oleh budaya asingDownloads
Additional Files
Published
2023-07-06
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


