CITRA PEREMPUAN SASAK PADA NOVEL PEREMPUAN RUSUK DUA (Kajian Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan )
DOI:
https://doi.org/10.58258/jisip.v3i3.806Keywords:
Novel, Sosiologi Sastra, Citra Perempuan SasakAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengeksplanasikan latar belakang pengarang novel Perempuan Rusuk Dua; (2) Mengeksplanasikan latar belakang sosial budaya novel Perempuan Rusuk Dua; (3) Mengeksplanasikan citra perempuan sasak; [4] Mengeksplanasikan nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi Sastra. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua. Sumber data adalah novel Perempuan Rusuk Dua yang ditulis oleh Salman Faris dan Eva Nourma, yang diterbitkan oleh Mahkota Kata Yogyakarta, Tahun 2009, tebal 448 halaman. Dalam penelitian ini digunakan metode (content analysis) analisis dokumen berupa data teks novel Perempuan Rusuk Dua, wawancara dengan pengarang, dan biografi pengarang novel Perempuan Rusuk Dua. Hasil penelitian ini adalah; (1) Latar belakang pengarang yaitu Salman Faris dan Eva Nourma, mereka sama-sama berasal dari latar belakang masyarakat menengah ke bawah, berpendidikan, dan karya mereka bernuansa kearifan lokal bahkan multikultural dengan menjadikan suku Sasak sebagai ikon penciptaannya; (2) Latar belakang sosial budaya masyarakat meliputi pekerjaan sebagai petani, nelayan, dan pengembala. Tempat tinggal mereka dibagian pesisir pantai yaitu desa Kaliantan dan Serewe. Adat kebiasaan masyarakat di sana melestarikan budaya ‘bawu nyale’(menangkap cacing laut). Masyarakat Sasak mayoritas beragama Isalam sebagaimana Lombok diberi gelar ‘Pulau Seribu Masjid’. Dan masyarakat bagian pinggiran itu meyakini bahwa ‘nyale’ (cacing laut) itu bisa sebagai obat, perekat manusia, azimat dan mendekatkan jodoh; (3) Citra perempuan Sasak meliputi sikap dan kasih sayang, sikap bakti kepada orang tua, menerima dan sabar menghadapi permasalahan, ikhlas dalam memberi, dan sikap berani melakukan pemberontakan; [4] Nilai pendidikan pada novel PRD adalah agama/religius meliputi; pelaksanakan sholat. Moral meliputi; perdamaian, sifat ramah, dan tidak mengulangi kebiadapan Sasak tempo dulu. Adat/budaya meliputi; kebiasaan masyarakat dalam tradisi ‘bawu nyale’(menangkap cacing laut) yang mencerminkan perdamaian dan kepedulian terhadap budaya sendiri. Nilai sosial meliputi; sikap kepedulian terhadap masyarakat lemah, sikap tolong menolong, dan sikap tanggungjawabDownloads
Published
2019-11-26
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice
Authors who publish with JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


