Representasi Identitas Budaya dalam Novel Kontemporer Indonesia

Authors

  • Deki Zulkarnaen AKBIL
  • Muhammad Mahfuz AKBIL

DOI:

https://doi.org/10.58258/pendibas.v4i2.9470

Keywords:

Identitas Budaya, Representasi, Novel Kontemporer, Sastra Indonesia, Analisis Budaya.

Abstract

Identitas budaya merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembentukan karakter individu maupun kolektif masyarakat. Dalam konteks kesusastraan Indonesia, novel kontemporer memegang peranan penting sebagai medium yang tidak hanya mencerminkan dinamika sosial, tetapi juga berperan dalam membentuk dan merepresentasikan identitas budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana identitas budaya direpresentasikan dalam novel kontemporer Indonesia melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis analisis teks sastra. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pembacaan kritis terhadap tiga karya sastra kontemporer yang dipilih secara purposif berdasarkan keragaman representasi budaya yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya dalam novel kontemporer Indonesia direpresentasikan secara kompleks, berlapis, dan intertekstual. Identitas tersebut dikonstruksi melalui tokoh, latar, konflik, serta narasi yang berakar pada nilai-nilai lokal sekaligus berinteraksi dengan pengaruh global. Temuan ini memperkuat posisi sastra sebagai ruang artikulasi identitas budaya yang bersifat dinamis, negosiatif, dan reflektif terhadap realitas sosial-politik masyarakat Indonesia kontemporer.  

References

Abrams, M. H. (1999). A Glossary of Literary Terms. Boston: Heinle & Heinle.

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London: Routledge.

Chudori, L. S. (2012). Pulang. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Damono, S. D. (2002). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Bahasa.

Eagleton, T. (2005). Literary Theory: An Introduction. Oxford: Blackwell.

Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage.

Heryanto, A. (2008). Pop Culture and Competing Identities. Singapore: NUS Press.

Kurniawan, E. (2004). Lelaki Harimau. Jakarta: Gramedia.

Ratna, N. K. (2010). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Said, E. W. (1978). Orientalism. New York: Pantheon Books.

Semi, A. (1993). Kritik Sastra. Bandung: Angkasa.

Spivak, G. C. (1988). Can the Subaltern Speak? in Nelson & Grossberg (Eds.), Marxism and the Interpretation of Culture.

Teeuw, A. (1980). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Utami, A. (1998). Saman. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

Representasi Identitas Budaya dalam Novel Kontemporer Indonesia. (2025). Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 4(2). https://doi.org/10.58258/pendibas.v4i2.9470