PENGARUH ANXIETY TERHADAP PRESTASI ATLET BULUTANGKIS PELITA JAYA LAMONGAN

Ruben Cornelius Siagian

Abstract


Kecemasan merupakan gangguan mental yang dapat dialami oleh setiap manusia. Kecemasan akan datang saat mendapatkan tekanan dari lingkungan sekitar. Atlet mendapatkan tekanan dari internal maupun eksternal pada saat bertanding. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian korelasi. Penelitian ini akan menghubungkan variabel kecemasan dengan variabel konsentrasi. Populasi penelitian ini adalah atlet bulutangkis Pelita Jaya Lamongan, dengan menggunakan sampel acak berjumlah 20 atlet. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan skala yang diisi oleh sampel penelitian. Skala yang dibagikan kepada sampel penelitian terdiri atas dua skala yakni, skala kecemasan dan skala konsentrasi (grid concentration). Dimana salah satu dari kedua skala tersebut menggunakan model skala likert. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti menggunakan teknik analisis dengan menggunakan excel 2013 for windows. Atlet mampu bermain dengan tenang, dengan strategi, taktik, serta teknik yang baik maka mampu mendapatkan hasil yang baik untuk prestasinya. Pelatih dan atlet olahraga harus mengetahui mengetahui teori yang berhubungan dengan kecemasan sehingga dapat mencari dan menemukan solusi yang dibutuhkan untuk mencapai penampilan yang terbaik. Kecemasan tidak dapat dihilangkan tetapi bagaimana cara mengatasi dan meminimalisirnya adalah hal terpenting yangperlu untuk diperhatikan. Kesimpulan pertama sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan antara kecemasan dan konsentrasi pada atlet bulutangkis di Pelita Jaya Lamongan. Namun, kesimpulan kedua tidak sepenuhnya sesuai dengan asumsi teoritis yang memprediksi bahwa semakin tinggi kecemasan seseorang, semakin rendah konsentrasinya. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan terkait kecemasan dan tingkat konsentrasi seseorang yang berhubungan langsung dengan psikologis seseorang. Perbedaan karakteristik situasi dalam pertandingan dan lingkungan biasa menyebabkan adanya kemungkinan perbedaan dalam penjelasan perilaku dengan konteks lingkungan biasa dan lingkungan pertandingan.


Keywords


Anxiety, Atlet, Bulutangkis

Full Text:

PDF

References


Atikison, L. 1983. Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga.

Greeenberg, M. 2009. “The Prosocial Classroom: Teacher Social and Emotional Competence in Relation to Student and Classroom Outcome.” Sage Journals 79(5): 491–525.

Gunarso, Singgih. 2004. Psikologi Olahraga Teori Dan Praktik. Jakarta: PT Gunung Mulia.

Hardy, Jones. 1999. Understanding Psychological Preparation For Sport: Theory and Practice of Elite Performences. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Hart, E.A. 1989. “The Measurement of Sosial Physique Anxiety.” Journal of Sport and Exercise Psychology 11(1): 94–104.

Jarvis, M. 2006. Psychology. A Student’s Handbook. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Kaplan, I. 1997. Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Klinis. Jakarta: Birupa Aksara.

Kartini, Kartono. 1981. Gangguan-Gangguan Psikologi Olahraga. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Komarudin. 2016. Psikologi Oahraga. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Priyatno, Duwi. 2012. Teknik Mudah Dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian Dengan SPSS. Yogyakarta: Griya Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.36312/jupe.v7i2.3489

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Ruben Cornelius Siagian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala (p-issn: 2548-5555;e-issn:-) is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.