Organizational Culture and Career Opportunities for Women and People with Disabilities: A Comparative Study between the Public and Private Sectors in Mataram City
DOI:
https://doi.org/10.58258/bisnis.v4i4.9604Keywords:
organizational culture, career opportunities, gender equality, persons with disabilities, public sector, private sectorAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kesempatan berkarir bagi perempuan dan penyandang disabilitas di sektor publik dan swasta di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 30 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di sektor publik cenderung birokratis dan konservatif, sehingga membatasi fleksibilitas dan partisipasi kelompok rentan. Sebaliknya, sektor swasta lebih adaptif dan berorientasi pada hasil, tetapi belum sepenuhnya menerapkan prinsip inklusivitas. Kendala utama yang dihadapi perempuan adalah glass ceiling, sementara penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan dalam aksesibilitas dan implementasi kebijakan yang konsisten. Secara keseluruhan, budaya organisasi berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan inklusif. Rekomendasi penelitian ini meliputi penguatan kebijakan kesetaraan gender, pelatihan inklusi, dan pengembangan budaya kerja berbasis empati di kedua sektor.References
Amalia, U., Fitria, E., Indriani, T., & Rossydah, S. (2023). Implikasi bimbingan karier bagi mahasiswa bimbingan dan konseling di era merdeka belajar. Bikotetik (Bimbingan dan Konseling Teori dan Praktik), 7(2), 136–145. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v7n02.p136-145
Amaliyah, A. (2019). Apakah accounting fraud disebabkan kesalahan individu atau budaya organisasi? Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 10(3). https://doi.org/10.21776/ub.jamal.2019.10.3.33
Batam, D., Suryani, T., & Wahyuningsih, D. (2024). Pengaruh budaya organisasi dan kebijakan HR terhadap motivasi kerja karyawan. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 11(1), 44–58.
Chasanah, A. N. (2025). Peran dukungan sosial terhadap work life balance perempuan pekerja. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 6(1), 120–125. https://doi.org/10.36312/vol6iss1pp120-125
Dahlan, M., & Anggoro, S. (2021). Hak atas pekerjaan bagi penyandang disabilitas di sektor publik: Antara model disabilitas sosial dan medis. Undang Jurnal Hukum, 4(1), 1–48. https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.1-48
Dewi, V., Isa, M., & Wajdi, F. (2020). Peran motivasi sebagai mediasi dalam hubungan antara gaya kepemimpinan, budaya organisasi dengan pengembangan karier pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota Surakarta. Jurnal Manajemen Dayasaing, 22(1), 38–59. https://doi.org/10.23917/dayasaing.v22i1.10849
Fatika, N., Yanti, W., Anindita, A., & Raharjo, S. (2020). Membangun iklim kerja inklusi: Tanggung jawab sosial perusahaan pada disabilitas. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 7(2), 425. https://doi.org/10.24198/jppm.v7i2.28586
Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing cultures: The Hofstede model in context. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1), 1–26. https://doi.org/10.9707/2307-0919.1014
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2022). Profil gender dan anak Indonesia 2022. Jakarta: KemenPPPA.
Latuconsina, Z. (2014). Afirmasi kebijakan pemerintah dalam fasilitasi kerja bagi penyandang disabilitas. Pandecta Research Law Journal, 9(2), 207. https://doi.org/10.15294/pandecta.v9i2.3445
Martoyo, M., Herlan, H., Sukamto, S., Sikwan, A., Elyta, E., & Vayed, D. (2023). Justifikasi kebijakan pemerintah kota Pontianak dalam memberikan peluang pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 12(3), 283–293. https://doi.org/10.33366/jisip.v12i3.2661
Mei, T., Yahya, K., & Teong, L. (2016). Budaya organisasi: Konsep dan perspektif. Proceedings of the ICECRS, 1(1). https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i1.534
Pasalina, P., Ihsan, H., Nurazlin, N., Tiamida, D., & Sasbia, A. (2023). Upaya perlindungan dan pemenuhan hak kesehatan reproduksi penyandang disabilitas melalui edukasi kesehatan reproduksi di SLB Perwari Padang. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(1), 179. https://doi.org/10.36565/jak.v5i1.498
Putra, R. A., & Kurniawan, I. (2023). Implementasi kebijakan inklusi disabilitas di sektor swasta: Studi kasus pada perusahaan nasional di Indonesia. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 8(2), 87–102.
Sari, N., Abida, F., Azizah, N., & Ananda, K. (2022). Eksklusi sosial penyandang disabilitas terhadap mata pencaharian di Kecamatan Wlingi (studi kasus pada penyandang disabilitas di Kecamatan Wlingi). Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 2(10), 972–982. https://doi.org/10.17977/um063v2i10p972-982
Schein, E. H. (2017). Organizational culture and leadership (5th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Septiana, A., & Haryanti, R. (2023). Glass ceiling pada pekerja perempuan: Studi literatur. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(1), 168–177. https://doi.org/10.23887/jish.v12i1.58384
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahyuddin, A., Prabowo, H., & Yusuf, M. (2021). Budaya birokrasi dan inovasi organisasi pada sektor publik Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 8(1), 15–29.
World Health Organization. (2020). World report on disability. Geneva: WHO Press.
Zaelani, D., Yusuf, D., Mafruhat, A., & Essa, W. (2022). Tantangan dan peluang penyandang disabilitas fisik di Kota Bandung dalam memperoleh pekerjaan di masa COVID-19. Jurnal Sosial Humaniora, 15(1), 16. https://doi.org/10.12962/j24433527.v15i1.13133


