Juridical Analysis of Nickel Mining Royalty Imposition on Integrated Ferronickel-Producing Mining Companies
DOI:
https://doi.org/10.58258/0tfbpk78Abstract
This study aims to analyze the legal construction of nickel mining royalty obligations on integrated mining companies producing ferronickel and to assess the legal certainty of its imposition from the perspectives of the principle of legality, state control over natural resources, and the downstreaming policy. This normative legal research employs a statutory approach. The findings reveal that the legal construction of royalty imposition originates from the legal relationship between the state, as the holder of rights over natural resources, and business entities holding mineral exploitation rights (IUP/IUPK). The obligation to pay royalties serves as compensation for utilizing state resources attached to the permit holder's status, rather than merely from producing ferronickel. The construction of processing facilities (smelters) and ferronickel production represent the fulfillment of downstreaming obligations mandated by Article 103 of Law No. 3 of 2020. Regarding legal certainty, the normative basis for royalty imposition is established under Law No. 3 of 2020, Government Regulation No. 96 of 2021, and Government Regulation No. 26 of 2022. However, explicit provisions detailing the royalty mechanism for ferronickel as an intermediate product in integrated companies are lacking, leading to potential misinterpretations. Therefore, harmonization of legal norms is essential to ensure that the royalty mechanism reflects legal certainty, justice, and proportionality, thereby supporting downstreaming policies while optimizing state revenues.References
Hayati, T. (2015). Era baru hukum pertambangan: Di bawah rezim UU No. 4 Tahun 2009. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Mahfud MD, M. (2018). Politik hukum di Indonesia. Rajawali Pers.
Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media Group.
Mertokusumo, S. (2019). Mengenal hukum: Suatu pengantar. Cahaya Atma Pustaka.
Redi, A. (2014). Hukum pertambangan Indonesia. Alfabeta.
Redi, A. (2021). Hukum penyelesaian sengketa pertambangan mineral dan batubara. Sinar Grafika.
Salim HS. (2014). Hukum pertambangan di Indonesia (Ed. rev.). RajaGrafindo Persada.
Utrecht, E. (1989). Pengantar dalam hukum Indonesia. Ichtiar Baru.
Akmaliah, S., Effendi, P., & Noer, Z. (2025). Konflik norma antara peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dalam perspektif asas lex superior derogat legi inferiori. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 4(2). https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5021
Ashar, Pratama, H., Hidayat, R., & Nurcahya, W. F. (2024). Dampak kebijakan hilirisasi nikel terhadap peningkatan pendapatan negara bukan pajak (Minerba). Journal of Law, Administration, and Social Science, 4(5), 798–808.
Istanto, A. P. (2024). Penyelesaian konflik norma berdasarkan sistem hukum Indonesia dalam kaitannya dengan konflik keuangan negara BUMN. Jurnal Magister Hukum Udayana, 13(2). https://doi.org/10.24843/JMHU.2024.v13.i02.p11
Natus, A. S. Y., dkk. (2024). Literature review: Implementasi hilirisasi nikel di Indonesia. Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(2).
Pratama, R., & Nugroho, A. (2025). Penerapan asas lex superior derogat legi inferiori dalam penyelesaian disharmoni peraturan perundang-undangan di Indonesia. Jurnal RechtsVinding.
Putri, dkk. (2025). Ketidakpastian hukum dan investasi dalam hilirisasi: Studi komparatif Indonesia dan China dalam pengembangan energi terbarukan. Jurnal RechtsVinding: Media Pembinaan Hukum Nasional.
Setiawan, E. B. (2025). Prinsip konstitusi ekonomi dalam hilirisasi nikel untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Jurnal RechtsVinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 14(1).
Uz Zaman. (2025). Implementasi economic analysis of law dalam pengaturan hilirisasi Indonesia: Antara permanent sovereignty over natural resources dan perdagangan internasional. Jurnal RechtsVinding: Media Pembinaan Hukum Nasional.
Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82.
Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 147.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 208.
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2022 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 164.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Violla Evarista, Widi Nugrahaningsih, Rezi Rezi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


