Normative Luridical Analysis of Law Enforcement Against Perpetrators of The Criminal Acts of Fragment of Marriage Origins of Identity

Authors

  • Agung Prasetyo Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia
  • Appe Hutauruk Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia
  • Fendi Maruba Parlindungan Hutahaean Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia
  • Sunarno Sunarno Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58258/tdchqs93

Keywords:

Criminal Code; Falsification of Marriage Origins; Law Enforcement; Marriage Crimes.

Abstract

The criminal offense of falsifying marital history is a crime that rarely comes to light but has the potential to cause harm to others, especially when a person’s prior marital status is concealed from a prospective partner. This normative legal study analyzes the concept and legal framework of this criminal offense under Indonesian positive law, as well as its enforcement in practice, using legislative, case law, and conceptual approaches, with primary legal sources consisting of legislation and the Cibinong District Court Decision No. 260/Pid.B/2025/PN Cbi, which were analyzed using a qualitative-deductive method. The results of the study show that the concept of falsifying the origin of a marriage is not regulated as a standalone offense, but is scattered throughout Articles 277 –280 of the former Criminal Code, with the core of the offense consisting of the concealment of a legal impediment to marriage (wettelijk beletsel) accompanied by the element of the perpetrator’s knowledge (wetenschap), which intersects with the Marriage Law, the Population Administration Law, and their updates in Articles 401–404 of the National Criminal Code. Law enforcement faces structural challenges, the nature of complaint-based offenses, the difficulty of proving intent, the lack of integration between population and marriage data, and a legal culture that tends to resolve these issues through informal, family-based means.
Abstract Views 28PDF Downloads 15

References

Achmad Ali, Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence), Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2010.

Adami Chazawi, Kejahatan Mengenai Pemalsuan, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2017.

Adami Chazawi, Kejahatan Terhadap Pemalsuan, Rajawali Pers, Jakarta, 2010.

Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana Bagian 1, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2002.

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan, Kencana, Jakarta, 2006.

Andi Hamzah, Asas-Asas Hukum Pidana, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2010.

Andi Hamzah, Delik-Delik Tertentu (Speciale Delicten) di dalam KUHP, Sinar Grafika, Jakarta, 2011.

Andi Hamzah, Hukum Acara Pidana Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta, 2008.

Bambang Waluyo, Penegakan Hukum di Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta, 2016.

Barda Nawawi Arief, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2011.

Barda Nawawi Arief, RUU KUHP Baru: Sebuah Restrukturisasi/Rekonstruksi Hukum Pidana Indonesia, Kencana, Jakarta, 2016.

Chairul Huda, Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan, Kencana, Jakarta, 2006.

Djaja S. Meliala, Hukum Perdata dalam Perspektif BW, Nuansa Aulia, Bandung, 2019.

Fauziah, N. (2026). Pembaruan Hukum Perlindungan Anak di Indonesia dan Hukum Keluarga Islam Pada Kasus Modus Adopsi Ilegal. Journal Review of Islamic and Social Studies, 2(1), 60–69. https://doi.org/10.64845/riss.v2i1.153

Jamilurrahman, A., & Muhsan, M. (2026). Uang Hantaran dalam Adat Perkawinan Masyarakat Kuala Tolam, Pelalawan: Analisis Perspektif Maqāṣid Al-Syarī’Ah. KNOWLEDGE Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 6(3), 353–362. https://doi.org/10.51878/knowledge.v6i3.8488

K. Wantjik Saleh, Hukum Perkawinan Indonesia, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1976.

M. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Penyidikan dan Penuntutan, Sinar Grafika, Jakarta, 2012.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016.

Moeljatno, Asas-Asas Hukum Pidana, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2008.

Muladi dan Barda Nawawi Arief, Teori-Teori dan Kebijakan Pidana, Alumni, Bandung, 2010.

P.A.F. Lamintang dan Theo Lamintang, Delik-Delik Khusus: Kejahatan Membahayakan Kepercayaan Umum Terhadap Surat, Alat Pembayaran, Alat Bukti, dan Peradilan, Sinar Grafika, Jakarta, 2009.

P.A.F. Lamintang, Delik-Delik Khusus: Tindak Pidana Melanggar Norma Kesusilaan dan Norma Kepatutan, Sinar Grafika, Jakarta, 2009.

Pengadilan Negeri Cibinong. (2025). Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 260/Pid.B/2025/PN Cbi.

Pettanase, I., Ardha, D. J., Rani, F. H., Syamsul, S., & Ramadhan, D. P. (2026). Implikasi Hukum Pidana dan Perdata atas Perkawinan Campuran yang Tidak Tercatat: Studi Kasus pada Kantor Imigrasi Kelas I Palembang. Jurnal Ilmu Hukum Humaniora Dan Politik, 6(3), 2146–2163. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i3.7944

R. Soesilo, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, Politeia, Bogor, 1995.

R. Soetojo Prawirohamidjojo, Pluralisme dalam Perundang-Undangan Perkawinan di Indonesia, Airlangga University Press, Surabaya, 2016.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Rizky, F., Nusi, M., Sufyan, M. S., & Ferizal, I. (2026). Perlindungan Hak Waris Anak di Luar Perkawinan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010: Analisis Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. Jurnal Multidisiplin West Science, 5(07), 1409–1426. https://doi.org/10.58812/jmws.v5i07.3568

Soerjono Soekanto, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2014.

Sunday, A. a. N., Haq, I., Pradana, S. A., Basri, R., & Aris, A. (2026). Pertanggungjawaban pidana terhadap perkawinan tanpa izin Istri Pertama: perspektif hukum Keluarga Islam. Journal of Contemporary Gender and Child Studies, 5(2), 888–894. https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i2.953

Wahyono Darmabrata, Hukum Perkawinan dan Keluarga di Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2004.

Wirjono Prodjodikoro, Tindak-Tindak Pidana Tertentu di Indonesia, PT Refika Aditama, Bandung, 2003.

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Normative Luridical Analysis of Law Enforcement Against Perpetrators of The Criminal Acts of Fragment of Marriage Origins of Identity. (2026). JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi, 8(3), 1001-1009. https://doi.org/10.58258/tdchqs93