Agrarian Dispute Between the Ancol Urban Village Community and PTPelindo

Authors

  • Kastono Kastono Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia
  • Muh. Amin Saleh Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia
  • Muhenri Sihotang Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia
  • Sendi Sanjaya Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58258/9wrcem21

Keywords:

Agrarian Dispute; Land Management Rights; Legal Protection; Land Administration; Mediation; Agrarian Reform.

Abstract

Agrarian disputes remain one of the most complex legal issues in Indonesia due to overlapping land rights, weaknesses in land administration, and conflicting claims between local communities and state-owned enterprises. This study aims to examine the legal validity of the Land Management Right (Hak Pengelolaan Lahan/HPL) granted to PT Pelindo over land that has been physically occupied by the residents of RW 08, Ancol Urban Village, North Jakarta, as well as to analyze legal protection mechanisms and equitable dispute resolution models. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches. The legal materials consist of secondary legal sources, including legislation, court decisions, legal doctrines, and recent scholarly publications related to agrarian disputes, land administration, legal certainty, mediation, and agrarian reform. The findings indicate that the dispute reflects a conflict between formal legal certainty, as represented by land title certificates, and the substantive rights arising from the community’s long-standing physical occupation of the land. Weak administrative procedures, overlapping land registration, and the inadequate recognition of community rights are the primary factors contributing to the persistence of the dispute. Furthermore, the existing dispute resolution mechanisms have not fully accommodated the principles of justice, legal certainty, and public benefit. Therefore, this study proposes an integrated dispute resolution model through judicial review, agrarian mediation, land administration reform, and the implementation of agrarian reform policies to ensure balanced legal protection for both the affected community and the state-owned enterprise. Strengthening transparency in land administration and enhancing inter-agency coordination are also essential measures to prevent similar agrarian disputes in the future.
Abstract Views 42PDF Downloads 21

References

Adzannya Basuki, S. H., Pujiwati, Y., & Zamil, Y. S. (2022). Perlindungan hukum terhadap pemilik hak atas tanah belum terdaftar yang dirugikan akibat maladministrasi perangkat pemerintahan desa. LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, dan Agraria, 2(1), 18–40. https://doi.org/10.23920/litra.v2i1.979

Ashidiq, T. O. B., & Silviana, A. (2024). Penanganan sengketa pertanahan dalam perspektif agraria. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(6), 2824–2830. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1161

Aulia, M. Z. (2019). Hukum pembangunan dari Mochtar Kusuma-atmadja: Mengarahkan pembangunan atau mengabdi pada pembangunan? Undang: Jurnal Hukum, 1(2), 363–392. https://doi.org/10.22437/ujh.1.2.363-392

Dinata, I. G. A. M., Dewi, A. A. S. L., & Suryani, L. P. (2021). Peran mediasi dalam penyelesaian sengketa sertipikat ganda di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Klungkung. Jurnal Analogi Hukum, 3(2), 152–155. https://doi.org/10.22225/ah.3.2.2021.152-155

Fadillah, N. (2022). Tinjauan teori hukum pembangunan Mochtar Kusumaatmadja dalam Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN). Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 11(1). https://doi.org/10.14421/sh.v11i1.2559

Fauzi, A., & Hanim, L. (2023). Perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas tanah dalam penyelesaian sengketa pertanahan di Indonesia. Jurnal Hukum Sasana, 9(2), 245–258. https://doi.org/10.31599/sasana.v9i2.2461

Herwansyah. (2025). Sengketa agraria di era investasi asing: Tantangan perlindungan hak masyarakat adat. Jurnal Hukum Legalita. https://jurnal.umko.ac.id/index.php/legalita/article/view/1936

Hidayat, A. (2021). Critical review buku Penelitian Hukum Peter Mahmud Marzuki: Penelitian hukum ad quem tentang norma. YUSTISIA MERDEKA: Jurnal Ilmiah Hukum, 7(2), 117–125. https://doi.org/10.33319/yume.v7i2.109

Ibrahim, J. (2020). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.

Ismail. (2023). Peran ATR/BPN dalam penyelesaian sengketa pertanahan. Jurnal Hukum Kenotariatan.

Lestario, A., & Erlina. (2022). Sistem pendaftaran tanah yang memberikan perlindungan hukum bagi pemegang sertifikat hak atas tanah di Indonesia. Notary Law Journal, 1(1), 1–30. https://doi.org/10.32801/nolaj.v1i1.1

Piantari, N. K. P., dkk. (2024). Peran teknologi informasi dalam penyelesaian sengketa agraria. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora. https://almufi.com/index.php/ASH/article/view/294

Pratiwi, B., et. al. (2024). Peran hukum adat dalam penyelesaian sengketa agraria di Indonesia. Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial. https://journal.stekom.ac.id/index.php/Hakim/article/view/2187

Ramadhani, R. (2021). Jaminan kepastian hukum yang terkandung dalam sertipikat hak atas tanah. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 6(1), 139–157. https://doi.org/10.30596/dll.v6i1.6640

Santoso, U. (2023). Penyelesaian sengketa pertanahan melalui mediasi berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN. Jurnal RechtsVinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 12(2), 215–230.

Sitorus, O. (2022). Reforma agraria dan penyelesaian konflik pertanahan dalam perspektif kepastian hukum. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 8(2), 175–191.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2021). Pendekatan penelitian hukum normatif dalam perkembangan ilmu hukum di Indonesia. Jurnal Yudisial, 14(3), 301–318.

Sumardjono, M. S. W. (2021). Reforma agraria sebagai instrumen perlindungan hak atas tanah dan keadilan sosial. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 7(1), 1–15.

Sutedi, A. (2022). Kepastian hukum hak atas tanah dalam penyelesaian sengketa pertanahan di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(3), 357–376.

Wibowo, A. (2023). Penyelesaian sengketa pertanahan melalui pendekatan hukum administrasi. Jurnal Hukum dan Peradilan.

Zacharias, V. J. (2024). Penyelesaian sengketa perdata tentang tanah dalam perspektif hukum agraria di Indonesia. Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law. https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/jicl/article/view/12342

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Agrarian Dispute Between the Ancol Urban Village Community and PTPelindo. (2026). JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi, 8(3), 1156-1162. https://doi.org/10.58258/9wrcem21