The Principle of Freedom To Make An Aqad In Islamic Law and Its Implementation to Sharia Banking in Indonesia
Abstract
Aqad is a basic requirement in every transaction. In Islam, some principles must be fulfilled in each process of making ‘aqad, one of which is the principle of freedom to make ‘aqad. This principle guarantees the creation of a balance and equal bargaining between the parties conducting the transactions. Along with the development of ‘aqad in Sharia Banking, the principle of freedom to make ‘aqad is sometimes not fulfilled, which causes an imbalance between the parties involved in the transaction. This study aims to determine the regulation of the principle of freedom to make ‘aqad in Islamic law and how the principle is applied in Sharia Banking. The approach method used in this research is normative juridical, which relies on secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The results of this research are that ‘ulama fiqh have different opinions about the limitations of the principle of freedom to make ‘aqad to be included in the terms of the ‘aqad, there are those who allow it and those who don't. The implementation of the freedom to make ‘aqad in terms of making a clause in the ‘aqad of Sharia Banking in Indonesia, the customer is not yet fully able to claim the right of freedom to make ‘aqad because Sharia bank offers standard contracts to its customers and the customer only has the option to take it or leave it.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
F. Az-Zahra, Khairunnisa, and N. A. Fadhilah, “Hubungan Hablumminallah dan Hablumminannas terhadap Kesehatan Mental Manusia,” J. Islam. Educ., vol. 1, no. 3, pp. 691–697, 2023, [Online]. Available: https://maryamsejahtera.com/index.php/Education/index.
Gemala Dewi, Aspek-Aspek Hukum dalam Perbankan dan
Perasuransian Syariah Di Indonesia : Edisi Revisi, 4th ed. Jakarta: Mandar Maju, 2007.
S. Suryani, “Sistem Perbankan Islam di Indonesia: Sejarah dan Prospek Pengembangan,” Muqtasid J. Ekon. dan Perbank. Syariah, vol. 3, no. 1, p. 111, Jul. 2012, doi: 10.18326/muqtasid.v3i1.111-131.
M. H. Sumantri, Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia: Dalam Bangunan Ekonomi yang Berkeadilan Teori, Praktek, dan Realitas Ekonomi Islam. Yogyakarta: Magistra Insania Press, 2004.
H. Karim, Fiqh Muamalah. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993.
R. Khairandy, Hukum Kontrak Indonesia : Dalam Perspektif
Berbandingan (Bagian Pertama). Yogyakarta: FH UII Press, 2013.
L. J. Moleong, Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.
M. N. D. Fajar and Y. Achmad, Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
T. Hulam, “Kebebasan Berkontrak dalam Hukum Islam dan Implementasinya pada akad-akad perbankan syariah di Indonesia,” Universitas Islam Indonesia, 2014.
J. Satrio, Hukum Perikatan : Perikatan Pada Umumnya. Bandung: Alumni, 1999.
S. R. Sjahdeini, Kebebasan Berkontrak Dan Perlindungan Yang Seimbang Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Bank Di Indonesia. Jakarta: Institut Bankir Indonesia, 1993.
A. K. Muhammad, Perjanjian Baku Dalam Praktek Perusahaan Perdagangan. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1992.
V. R. Cahyarani and E. A. Priyono, “Tinjauan Perjanjian Baku dalam Transaksi Bisnis : Antara Efisiensi dan Perlindungan Konsumen,” J. Ilmu Hukum, Hum. dan Polit., vol. 5, no. 4, pp. 3355–3361, Apr. 2025, doi: 10.38035/jihhp.v5i4.4496.
H. Rahman, Contract Drafting. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.
M. Romli, “Konsep Syarat Sah Akad Dalam Hukum Islam Dan Syarat Sah Perjanjian Dalam Pasal 1320 KUH Perdata,” Tahkim, vol. 17, no. 2, 2021.
A. A. Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam : Jilid 5. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996.
A. Hakim, “Format Akad Kontraktual Lembaga Keuangan Syariah,” MISYKAT J. Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah dan Tarb., vol. 3, no. 1, p. 63, Jun. 2018, doi: 10.33511/misykat.v3n1.63.
T. A. Amal, Rekonstruksi Sejarah Al-Quran. Jakarta: Divisi Muslim Demokratis, 2011.
H. S. Bahreisy, Terjemah Tafsir Ibnu Katsir. Surabaya: Bina Ilmu, 1990.
H. Sahatah, Dasar-Dasar Pokok Sistem Ekonomi Islam, antara Teori dan Realitas, dalam Bangunan Ekonomi yang Berkeadilan Teori, Praktek, dan Realitas Ekonomi Islam. Yogyakarta: Magistra Insania Press, 2004.
A. A. Rahman, Qaidah-Qaidah Fiqih. Jakarta: Bulan Bintang, 1975.
S. Anwar, Hukum Perjanjian Syariah : Studi Tentang Teori Akad dalam Fikih Muamalat. Jakarta: Radja Grafindo Persada, 2007.
I. Fajri, “Pembebanan Biaya Administrasi Dalam Praktek Perbankan Syariah Ditinjau Dari Aspek Teori Keadilan dan Hukum Perbankan Syariah,” Yustisi, vol. 2, no. 2, 2015.
D. Fidhayanti, “Perjanjian Baku Menurut Prinsip Syariah (Tinjauan Yuridis Praktik Pembiayaan di Perbankan Syariah),” Jure, J. Syariah dan Huk., vol. 6, no. 2, pp. 128–137, 2014.
Hidayatina, “Ketentuan Premi Asuransi Sebagai Jaminan Terhadap Pembiayaan Murabahah Pada Perbankan Syariah (Analisis Konsep Jaminan Dan Asuransi Dalam Ekonomi Islam),” Juris, vol. 14, no. 2, pp. 119–135, 2015.
DOI: http://dx.doi.org/10.58258/jihad.v7i4.9724
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Diantara Purnama

JIHAD : Ilmu Administrasi dan Hukum 2745-9489 (Print), 2746-3842 (Elektronik) is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala.
Alamat: Jl. Lingkar Selatan, Perum Elit kota Mataram Asri Blok O. No. 35, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram NTB. Indonesia