Challenges of Law Enforcement Against International Network-Based Human Trafficking in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.58258/jihad.v7i4.9990Keywords:
Screenshot Law Enforcement, Human Trafficking, International Networks,Abstract
This study analyzes the challenges of law enforcement against international human trafficking networks in Indonesia, which have become increasingly complex due to digital technology developments, cross-border jurisdictional differences, and limitations in national institutional capacity. Using a normative-juridical and empirical approach, the research finds that international syndicates exploit socio economic vulnerabilities, regulatory gaps, and weak interagency coordination to carry out the recruitment, transfer, and exploitation of victims. The main obstacles identified include difficulties in cross jurisdictional evidence gathering, the absence of an integrated national database, limited digital forensic capabilities, and inadequate victim protection, all of which hinder investigative processes. Moreover, international cooperation mechanisms have not functioned optimally due to slow information exchange and differing evidentiary standards. This study emphasizes the need to strengthen legal instruments, enhance technical capacity, modernize investigative technology, and harmonize cross-border cooperation to improve the effectiveness of Indonesia’s efforts in combating international human trafficking networks.References
Amin, I. (2023). Pencegahan tindak pidana perdagangan orang dalam meminimalisir dampak eksploitasi. Jurnal Konstitusi Hukum, 8(1). https://doi.org/10.29303/jkh.v8i1.128
Rochmah, S., & Simangunsong, F. (2023). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana perdagangan orang. Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 3(1). https://doi.org/10.53363/bureau.v3i1.177
Warsifah. (2021). The implementation of material criminal law toward the crime of trafficking in persons. IBLAM Law Review, 1(1). https://doi.org/10.52249/ilr.v1i01.1
Wiyanto, H. (2023). Karakteristik tindak pidana perdagangan orang dan irisan dengan tindak pidana lainnya. The Prosecutor Law Review, 1(1). https://doi.org/10.64843/prolev.v1i1.4
Zahro, F., Dairani, D., & Yunus, A. (2025). Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. Pemuliaan Keadilan, 2(2). https://doi.org/10.62383/pk.v2i2.590
Ihsana, N., & Anggraini, D. D. (2025). Analisis hukum tindak pidana perdagangan orang di Tanjungkarang, Lampung. IBLAM Law Review, 5(2), 159–171. https://doi.org/10.52249/ilr.v5i2.635
Ilmih, A. A. (2024). Keterlibatan organisasi kriminal transnasional dalam jaringan perdagangan manusia. Media Hukum Indonesia, 2(3), 575–579.
Nuraeny, H. (2016). Tindak pidana perdagangan orang dalam perspektif hak asasi manusia. Rajawali Pers.
Lase, S. P. O., Rahardiansyah, T., & Notoprayitno, M. I. (2025). Analisis Hukum Kasus Perdagangan Orang dan Eksploitasi Ekonomi di Indonesia. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(3), 114-125.
Najieh, MF, Zakaria, CAF, & Heniarti, DD (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Migran Indonesia Yang Menjadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Berdasarkan Prinsip Tanggung Jawab Negara. Jurnal Ilmu Hukum Ekasakti , 2 (4), 295-311. https://doi.org/10.60034/ac327f33
Nola, LF (2024). Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang pada Pekerja Migran Indonesia (Pemberantasan Kejahatan Perdagangan Manusia di Kalangan Pekerja Migran Indonesia). Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan , 14 (2), 143-161.
Felicia, N., Farizal, M. R., & Lasendo, M. F. (2025). STRATEGI UPAYA PREVENTIF TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM MEMPERKUAT PENGAWASAN KEIMIGRASIAN UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN DI ERA GLOBALISASI. Journal of Law and Border Protection, 7(1), 129-140.
Pratama, MIW (2023). Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal Fakta Hukum , 1 (2), 98–108. https://doi.org/10.58819/jfh.v1i2.56


