Legal Counseling on Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence as an Effort to Protect Women and Children in Wariori Indah Village

Authors

  • Max Bonsapia Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari
  • Marwiah’tul Adawiyah Rumkel Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari
  • Anthon H. Rumbruren Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari
  • Isak Samuel K. Mans Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari

DOI:

https://doi.org/10.58258/zvgqg250

Keywords:

Perlindungan Perempuan dan Anak, UU TPKS, Penyuluhan Hukum, Kampung Wariori Indah.

Abstract

Violence against women and children is a human rights violation that requires serious and integrated action. The enactment of Law Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) is a crucial legal instrument, but its effectiveness is often hampered by low understanding among grassroots communities. This community service activity aims to provide legal education and map the sociological challenges in protecting women and children in Wariori Indah Village, Masni District. The method used was legal counseling through a participatory approach involving interactive dialogue, observation, and focus group discussions with village officials and residents. The results of the activity indicated that the residents of Wariori Indah Village still face fundamental obstacles such as limited knowledge about the spectrum of sexual violence, a strong patriarchal culture that considers violence a private matter, and limited access to information and official complaint services. Through this counseling, there was an increase in collective awareness among residents regarding the importance of reporting through formal channels and the prohibition of resolving sexual violence cases through peaceful/customary channels. The conclusion of this service confirms that the protection of vulnerable groups requires ongoing synergy between educational institutions, village governments, and legal service institutions to create a village environment that is safe and responsive to the rights of women and children.

References

Jurnal dan Artikel Ilmiah:

Aneta, F. (2025). Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang Dilakukan oleh Ayah kepada Anak Kandungnya Menurut UU Perlindungan Anak dan UU TPKS. Sumbang 12 Journal, 3(3), 1–12.

Hafidl, S. J., & Suprima. (2024). Kekerasan Seksual dan Hak Asasi Manusia dalam Pendekatan Filosofis terhadap Penegakan Keadilan. Journal of Human and Education (JAHE), 8(3), 46663–46668.

Khumaeroh, I. N. (2023). Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Perkembangan Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang Bertujuan Menciptakan Keadilan Gender. Jurnal Hukum Indonesia (AJHI), 1(1), 1–10.

Nur, A., Putra, L. M. R. Z., Andi, S., & Sapril. (2024). Sosialisasi Hukum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Journal of Human And Education (JAHE), 4(4), 437–442.

R.M.A, I. (2021). Legal and Victimological Perspective on Sexual Violence Against Children. International Journal of Indonesian Culture and Legal Education, 3(3), 367–380.

Saefudin, Y., dkk. (2023). Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual di Indonesia. Kosmik Hukum, 23(1), 24–33.

Susanti, R., & Manuputty, J. (2026). Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual: Perlindungan Korban di Kabupaten Banyumas. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 1344–1355.

Yuliartini, N. P. R., Mangku, G. D. S., & Putri, P. P. P. E. (2021). Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Seksual di Provinsi Bali. Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, 7(1), 367–380.

Dokumen Pemerintah & Laporan Lembaga:

Data PKM. (2026). Profil Sosial, Ekonomi, dan Geografis Kampung Wariori Indah Distrik Masni. Manokwari: STIH Manokwari.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025). Laporan Tahunan Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Jakarta: Kemen PPPA.

Komnas Perempuan. (2026). Catatan Tahunan Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (CATAHU) 2025: Menguatkan Data, Mengatasi Kerentanan. Jakarta: Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Laporan Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga (Polkam). (2026). Analisis Strategis Lonjakan Angka Kejahatan Konvensional di Indonesia Timur. Bogor: Bidang Penanganan Kejahatan Konvensional.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 120.

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Legal Counseling on Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence as an Effort to Protect Women and Children in Wariori Indah Village. (2026). Abdi Masyarakat, 8(1), 76-81. https://doi.org/10.58258/zvgqg250