Paktik Masase dan Konsultasi Kesehatan Pada Car Freeday Kota Mataram
DOI:
https://doi.org/10.58258/abdi.v2i1.1178Abstract
Analisis kegiatan PKM Praktik masase dan konsultasi kesehatan yang dilaksanakan pada kegiatan car freeday yang ada di jl.udayana Kota Mataram adalah (1) Melalui praktik masase, hal yang diharapkan adalah mengenalkan pentingnya therapy masase, sehingga masyarakat mampu mempraktekkan masase secara sederhana di rumah masing-masing, untuk menjaga kebugaran atau menghilangkan kelelahan. (2) Melalui konsultasi kesehatan, hal yang diharapkan adalah masyarakat harus mempunyai tujuan dari berolahraga dan mengedukasi tentang rasa sakit yang sering dirasakan akibat berolahraga ataupun beraktifitas biasa dan pengobatan yang sederhana, seperti rasa kram pada kaki, salah urat atau sendi akibat salah bergerak, rasa capek dibadan, dan sebagainya. Metode yang dilaksanakan dengan alur Rancangan kegiatan PKM tim akan mendata peserta car freeday yang akan mendapatkan layanan dengan mengisi biodata, apakah ingin mendapatkan praktik masase atau hanya ingin mengkonsultasikan kesehatannya. Setelah selesai mendapatkan pelayanan, peserta kegiatan akan mengisi angket survei kuesioner tentang hasil yang didapatkan setelah mengikuti PKM dan seberapa penting kegiatan ini dilaksanakan. Hasil kegiatan didapatkan prosentase total hasil PKM yang sudah dilaksanakan oleh tim berada dalam kategori baik dengan besaran prosentase hasil 41 %, sisanya 30 % berada dalam kategori baik sekali, 29 % kategori cukup. Untuk kategori kurang dan kurang sekali 0 %. Kesimpulan PKM (1) Dasar pengetahuan ilmu masase dan pengecekan kesehatan peserta PKM dalam ketegori baik, akan tetapi untuk praktek nya kurang. (2) Kebermanfaatan dan pelayanan kegiatan PKM berada dalam kategori baik (3) Keberlangsungan dalam pelayanan pelaksanaan PKM didaptakan hasil baikReferences
Bessy Sitorus Pane.2015. Peranan Olahraga Dalam Meningkatkan Kesehatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 21 Nomor 79 Tahun XXI Maret 2015.
Dewi Fitriani, 2018. Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Bakti Jaya Setu Tangerang Selatan. Edudharma Journal Vol 2 No.2, September 2018
Graha S, Ali dan Bambang Priyonoadi. 2008. Terapi Massage Frirage (Penatalaksanaan Cedera pada Anggota Gerak Tubuh Bagian Atas). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan universitas Neregi Yogyakarta.
Haikal Millah, dkk. 2018. Sosialisasi Aturan Berolahraga Yang Benar Sesuai Dengan Rumus “TKPE”. Jurnal Pengabdian Siliwangi, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2018.
Ibrahim, Nurhadi (2007). Anatomy and Physiology of Musculoskeletal.Jakarta Diklat Pengembangan SDM Kemenpora.
Priyonoadi, Bambang. 2008. Sport Massage (Massage Olahraga). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan universitas Neregi Yogyakarta.
Roepajadi, Joesoef, 2009. Masase Olahraga. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Pres.
Soemardiawan & Mujriah, 2014. Masage Sport Segment. Mataram: Genius
Sri Nuraini, 2016. Pelatihan Massage Bagi Eks Tenaga Kerja Indonesia di-Subang Jawa Barat. Jurnal Sarwahita Volume 13 N0. 1.
Slamet Junaidi,Yulingga Nanda Hanief,Dkk, 2017. Pelatihan Massage Kebugaran Sebagai Media Untuk Menciptakan Peluang Usaha Bagi Remaja Karang Taruna Di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek. Jurnal ABDINUS, Vol 1 No 1.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Abdi Masyarakat agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


