Warisan Leluhur yang Tak Lekang Waktu: Mengapa Masyarakat Sasak Masih Memilih Pengobatan Tradisional
Abstract
Pase pertumbuhan dan perkembangan pengobatan modern yang terus menerus meningkat seiring perkemangan zaman, tapi disisi lain pemertahanan dan praktek pengobatan alternatif (lakok wat) masih diminati oleh masayarakt Sasak saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi alasan di balik ketahanan (resilience) pengobatan tradisional Sasak dengan menitikberatkan pada peran tradisi lisan dan bahasa sebagai media transmisi pengetahuan. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, kajian ini menemukan bahwa kekuatan pengobatan Sasak tidak hanya terletak pada efikasi ramuan herbal (farmakologi lokal), tetapi juga pada dimensi linguistik berupa mantra, jampi, dan doa yang disampaikan secara lisan.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bahasa Sasak, khususnya dalam ragam halus dan kuno, berfungsi sebagai pengikat memori kolektif yang menjaga orisinalitas teknik penyembuhan dari generasi ke generasi tanpa dokumentasi tertulis yang masif. Selain itu, adanya kepercayaan terhadap kekuatan "kata-kata" (the power of words) dalam ritual penyembuhan menciptakan ikatan psikologis dan spiritual antara penyembuh (Belian) dan pasien yang tidak ditemukan dalam sistem medis modern. Keberlangsungan tradisi ini membuktikan bahwa pengobatan tradisional Sasak bukan sekadar praktik medis purba, melainkan sebuah identitas budaya yang hidup dan terus beradaptasi melalui narasi tutur masyarakatnya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Cahyono, A. (2019). Tradisi lisan dan memori kolektif masyarakat Lombok. Pustaka Budaya.
Fakihuddin, L. Sarwadi, G. 2019. Sasak Verbal-Spells (Mantra): Clasification, Fungtion, and Its Usage by the Genggelang Village Inhabitans. Jurnal Ilmu Pendidikan Bahsa dan Sastra Indonesia Volume 4, Nomor, 1 April 2019.
Hadi, S., Asmony, T., & Nugroho, A. K. (2020). Etnomedisin Suku Sasak: Studi antropologi kesehatan di Lombok Tengah. Jurnal Sosio-Antropologi, 12(2), 145–160. https://doi.org/10.29303/jsa.v12i2.981
Lévi-Strauss, C. (1963). Structural anthropology. Basic Books.
Nardi, M. (2018). Kekuatan jampi dan mantra: Analisis sosiolinguistik terhadap pengobatan tradisional. Jurnal Linguistik Terapan, 8 (1), 45–58.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2021). Profil kearifan lokal dan pengobatan tradisional di Pulau Lombok. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Sariyanto, H. (2017). Etnografi Sasak: Budaya, kepercayaan, dan sistem medis. Mataram University Press.
Sibawaihi, Muhammad. 2025. Belian: Catatan Pengobtan Sasak. Yayasan Pasir Putih: Pemenang Lombok Utara
Suparman, L. G. (2022). Sastra lisan mantra Sasak: Fungsi dan makna dalam pengobatan tradisional. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Wiranata, I. M. (2021). Kekuatan simbolik bahasa dalam ritual penyembuhan lokal. Jurnal Linguistik Kebudayaan, 5(1), 22–35.
Yasin, M. (2020). Belian: Eksistensi penyembuh tradisional dalam masyarakat Sasak modern. Penerbit Elmatera.
DOI: http://dx.doi.org/10.58258/pendibas.v5i1.10422
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Gita Sarwadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Pendidikan Bahasa dan sastra (p-issn: 2964-349X;e-issn: 3031-9919) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala.
Alamat: Jl. Lingkar Selatan, Perum Elit kota Mataram Asri Blok O. No. 35, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram NTB.
