Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah

Authors

  • Gita Sarwadi AKBIL
  • Reni Silvia Yuli Safitri AKBIL
  • Noni Antika Khairunnisah AKBIL

DOI:

https://doi.org/10.58258/pendibas.v4i2.9468

Keywords:

blended learning, motivasi belajar, sekolah menengah, eksperimen semu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran blended learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan blended learning dan kelompok kontrol yang belajar secara konvensional. Instrumen utama berupa angket motivasi belajar berbasis skala Likert, didukung observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa kelompok eksperimen dengan rata-rata selisih skor pre-test dan post-test sebesar 16,50 poin, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat 3,45 poin. Uji-t mengonfirmasi perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Faktor-faktor yang mendorong peningkatan motivasi meliputi fleksibilitas waktu belajar, variasi media digital, serta interaksi dua arah yang lebih intensif antara guru dan siswa. Dengan demikian, blended learning terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan dan dapat dijadikan strategi alternatif pembelajaran adaptif di era digital.  

References

Allen, I. E., & Seaman, J. (2013). Changing Course: Ten Years of Tracking Online Education in the United States. Babson Survey Research Group.

Ardiansyah, A., & Sari, N. (2020). Pengaruh Model Blended Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 5(2), 123–130.

Dimyati, & Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Garrison, D. R., & Vaughan, N. D. (2008). Blended Learning in Higher Education: Framework, Principles, and Guidelines. San Francisco: Jossey-Bass.

Graham, C. R. (2006). Blended Learning Systems: Definition, Current Trends, and Future Directions. In C. J. Bonk & C. R. Graham (Eds.), The Handbook of Blended Learning: Global Perspectives, Local Designs (pp. 3–21). San Francisco: Pfeiffer Publishing.

Graham, C. R. (2006). Blended Learning Systems: Definition, Current Trends, and Future Directions. In C. J. Bonk & C. R. Graham (Eds.), The Handbook of Blended Learning: Global Perspectives, Local Designs. San Francisco: Pfeiffer.

Norberg, A., Dziuban, C., & Moskal, P. (2011). A time-based blended learning model. On the Horizon, 19(3), 207–216.

Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 5(2), 123–130

Putra, R. D., & Lestari, P. A. (2021). Efektivitas Pembelajaran Blended Learning dalam Meningkatkan Hasil dan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 10(1), 75–85.

Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Thorne, K. (2003). Blended Learning: How to Integrate Online and Traditional Learning. London: Kogan Page.

Uno, H. B. (2015). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Uno, H. B. (2015). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah. (2025). Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 4(2). https://doi.org/10.58258/pendibas.v4i2.9468