Digitalisasi Pengelolaan Desa Wisata Adat: Kajian Literatur tentang Kesiapan Masyarakat Adat

Penulis

  • yuniati yuniati Akdemi Bisnis Lombok

DOI:

https://doi.org/10.58258/7dvpa817

Abstrak

Desa wisata yang dikelola masyarakat adat menjadi salah satu andalan pariwisata berbasis budaya di Indonesia. Perkembangan teknologi digital membuka peluang promosi, pemasaran produk lokal, dan tata kelola kunjungan, tetapi kesiapan masyarakat adat desa untuk mengadopsinya belum tentu merata. Artikel ini bertujuan mensintesis literatur tentang faktor-faktor kesiapan masyarakat adat desa dalam mengadopsi teknologi digital untuk pengelolaan desa wisata, termasuk peluang dan hambatannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan naratif-tematik terhadap artikel jurnal, buku, dan regulasi. Hasil sintesis mengidentifikasi lima dimensi kesiapan: (1) infrastruktur dan akses teknologi, (2) literasi dan kapasitas sumber daya manusia, (3) kelembagaan desa dan adat, (4) nilai budaya dan keaslian, serta (5) dukungan eksternal. Kajian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi desa wisata akan berkelanjutan apabila dijalankan secara partisipatif dan masyarakat tetap menjadi pengendali narasi budayanya. Kata kunci: desa wisata, masyarakat adat, kesiapan digital, adopsi teknologi, pariwisata berbasis masyarakat
##plugins.generic.reachmetricLite.abstractViews## 0##plugins.generic.reachmetricLite.pdfDownloads## 0

Diterbitkan

2026-10-30

Cara Mengutip

Digitalisasi Pengelolaan Desa Wisata Adat: Kajian Literatur tentang Kesiapan Masyarakat Adat. (2026). Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala, 5(2), 184-195. https://doi.org/10.58258/7dvpa817