Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Sebagai Sumber Data Acuan Permasalahan Dalam Penelitian Pendidikan Diplomasi: Sebuah Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.58258/9m5nc940Abstract
Transformasi digital mengubah lanskap diplomasi secara mendasar sehingga kompetensi diplomatik konvensional perlu diperluas dengan literasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Berbagai lembaga pelatihan diplomatik global, mulai dari United Nations Institute for Training and Research (UNITAR), Foreign Service Institute Amerika Serikat, DiploFoundation, hingga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, telah mulai memasukkan modul AI ke dalam kurikulum pelatihan diplomat. Namun demikian, kajian akademik yang secara sistematis memetakan bagaimana pendidikan diplomasi merespons kehadiran AI masih sangat terbatas, terutama dalam konteks Indonesia. Artikel ini bertujuan memetakan literatur mengenai pemanfaatan AI dalam pendidikan diplomasi, sekaligus menawarkan pendekatan metodologis yang memanfaatkan sistem AI generatif sebagai salah satu sumber data acuan untuk mengidentifikasi kesenjangan dan merumuskan permasalahan penelitian (problem formulation) sebelum dan selama proses systematic literature review (SLR) berlangsung. Penelitian ini menggunakan desain SLR yang mengacu pada pedoman PRISMA 2020, dengan penelusuran pada basis data Scopus, Google Scholar, ERIC, DOAJ, dan repositori institusi, yang dikombinasikan dengan eksplorasi awal berbasis AI generatif untuk memetakan kesenjangan tematik sebelum kata kunci pencarian final dirumuskan. Sebanyak 34 dokumen ilmiah dan dokumen kebijakan yang relevan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan lima klaster tema utama, yaitu: (1) AI dalam pelatihan diplomasi digital dan siber; (2) AI dalam simulasi negosiasi dan dukungan pengambilan keputusan; (3) AI dalam pembelajaran bahasa asing dan komunikasi lintas budaya bagi calon diplomat; (4) tantangan etika, bias algoritmik, dan keandalan penilaian manusia; serta (5) kesenjangan riset dan kelembagaan pendidikan diplomasi di Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa AI berpotensi memperkuat, tetapi tidak menggantikan, penilaian manusia dalam pendidikan diplomasi, dan bahwa penggunaan AI sebagai alat bantu identifikasi masalah penelitian tetap memerlukan verifikasi akademik yang ketat agar memenuhi kaidah keilmiahan serta transparansi metodologis.Abstract Views 0PDF Downloads 0
Downloads
Published
2026-10-30
Issue
Section
Articles
How to Cite
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Sebagai Sumber Data Acuan Permasalahan Dalam Penelitian Pendidikan Diplomasi: Sebuah Systematic Literature Review. (2026). Prosiding Seminar Nasional Pendidik Dan Pengembang Pendidikan Indonesia, 5(2), 163-178. https://doi.org/10.58258/9m5nc940