KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DESA SAMBORI DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN POTENSI EKOWISATA
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v3i2.201Keywords:
Kearifan Lokal, Sambori Sumberdaya Alam, dan Potensi etnotoursmAbstract
Tujuan penelitian berdasarkan inventarisasi permasalahan dalam bentuk pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan. Tujuan penelitian ini adalah : Mengaji kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya alam di Desa Sambori dan Mengaji potensi eko etno wisata yang dapat dikembangkan di Desa Sambori. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambori Kabupaten Bima Propinsi NTB. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan November 2016 sampai dengan Maret 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey dan observasi. Penelitian ini menginventasir kearifan lokal yang dimiliki masyarakat desa Sambori, mengkaji kondisi, potensi wisata dan pasar wisata di Desa Sambori sebagai dasar untuk menentukan strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Analisis data dengan Menggunakan prosedur antara lain menelaah data dan informasi, Reduksi data dan informasi, Menyusun data dan informasi yang diperoleh, Mengkategorikan data da informasi, dan Mendeskripsikan dan membahasnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Kearifan lokal masyarakat sambori dalam mengelola smberdaya alam khuusnya dalam kegiatan pertanian adalah sebelum membuka lading. Tradisi masyarakat sambori yang sebagian besar mengembangkan tanaman apotik hidup merupakan suatu bentuk tradisi sebagai bentuk hubungan adaptif ntara masyarakat dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya yang memang cocok untuk mengembangkan tanaman obat. Masyarakat dsa sambori memiliki 30 jenis atraksi budaya yang unik. Atraksi budaya dan tradisi masyarakat sambori merupakan suatu hasil interaksi antara alam dan budaya sehingga budaya dan alam menjadi sesuatu yang tak terpisahkan. Potensi ekotourism dan etnotoursm desa sambori sangat besar untuk dikembangkan karena didukung daerah Bima sebagai daerah segitiga emas kunjungan wisatawanReferences
Acep, A. 2011. Studi Kearifan Lokal Penggunaan Api Persiapan Lahan : Studi Kasus di Hutan Mawas, Kalimantan Tengah. jurnal penelitian sosial dan ekonomi kehutanan 8 : 3 p.21-23
Ardiwijaya, Roby. 2003. Pariwisata Budaya Mengapa Tidak Sekarang. Harian Umum Sinar harapan; Online. http://www.sinarharapan.co.id/feature/wisata.
...................., 2013.Selayang pandang desa Sambori. Dinas Pariwisata Kabupaten Bima NTB.
BPP-PSPL UNRI. 2005. Kejian Kearifan Lokal Desa Subang Mawang, Sededep dan
Pulau Tiga, Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna. Propinsi Kepulauan Riau. 91 Hal.
Dermartoto, 2009 Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat. UNS Press. Solo
Fandeli, C. 2000. Pengertian dan Konsep Dasar Ekowisata di dalam Fandeli, C. dan Mukhlison (editor). Pengusahaan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Gadis, M 2010. Nilai – Nilai Lokal Masyarakat Nagari Paninggahan Dalam Pengelolaam dan Pemanfaatan Hutan. Jurusan Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Andalas Padang
Gunawan, M.P. 2000. Agenda 21 Sektoral: Agenda Pariwisata untuk Pengembangan Kualitas Hidup Secara Berkelanjutan. UNDP-Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. Jakarta.
Gossling, S. 1999. Ecotourism: a means to safeguard biodiversity and ecosystem functions? Ecological Economic 29 (303-320). Elsevier.
Hadi, S. P. 2007. Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism). Makalah Seminar Sosialisasi Sadar Wisata ”Edukasi Sadar Wisata bagi Masyarakat di Semarang.
Housler, N dan Strasdas, W. 2002. Training Manual for Community Based Tourism, International Weiterbildung und Entwicklung, Germany.
Latupapua, 2008, Study Potensi Kawasan dan Pengembangan Ekowisata Di Tual Kabupaten Maluku Tenggara, Tesis. Universitas Gajah MadaYogyakarta
Mawere, M. dan Mubaya T. R. 2012. The Role of Ecotourism in the Struggles for Environmental Conservation and Development of Host Communities in Developing Economies: The Case of Mtema Ecotourism Center in South Eastern Zimbabwe. Science Target International Journal of Environment and Sustainability. Vol. 1 No. 1, pp. 16-33 (2012).
Mitchell, B., Setiawan, B dan Rahmi, D. H. 2000. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Rahardjo, 2005. Ekoturisme Berbasis Masyarakat dan Pengelolaan Sumber Daya alam (Buku Manual). Pustaka Latin Bogor.
Ramly, N. 2007. Pariwisata Berwawasan Lingkungan. Grafindo Khazanah Ilmu. Jakarta.
Suhartini, 2010. Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Jurusan Pedidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Suparjan dan Suyatno, H. 2003. Pengembangan Masyarakat. Aditya Media. Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


