Tindak Tutur Direktif Dalam Pidato Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dalam Penanganan Penyebaran Virus Korona-19

Authors

  • Sri Agustian Lestari Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram
  • Sukri Sukri Universitas Mataram
  • Burhanuddin Burhanuddin Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.58258/jime.v7i3.2175

Keywords:

pragmatik, tindak tutur, tindak tutur direktif

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis tindak tutur direktif dan kecenderungan penggunaan  jenis tindak tutur direktif  dalam pidato wakil gubernur NTB terkait penanganan virus corona-19. Secara metodologis penelitian ini menggunakan metode simak, sedangkan analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian ini terdapat 6 jenis tindak tutur direktif yaitu;  tindak tutur direktif permintaan yang ditandai dengan kata minta, mari dan harapkan. Tindak tutur direktif  bertanya ditandai dengan kata tanya bagaimana.  Tindak tutur direktif perintah ditandai dengan kata tetap, ingat, partikel-lah, penggunaan tanda seru, dan  kata harus. tindak tutur direktif  larangan ditandai dengan kata jangan dan frase tidak boleh. Tindak tutur direktif pemberian izin ditandai dengan frase akan didenda. tindak tutur direktif nasehat ditandai dengan kata kalau, maka, jika, dan frase paling efektif, sangat penting.  Keenam  jenis tindak tutur direktif yang digunakan dalam pidato wakil gubernur NTB terkait penanganan virus covid-19 terdapat kecenderungan penggunaan tindak tutur direktif permintaan, perintah dan nasehat, akan tetapi yang paling dominan digunakan adalah tidak tutur direktif jenis nasehat.

References

Badelah, Mahsun, dan Burhanuddin. 2019. Tindak Tutur Kesantunan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Sakra: Tinjauan Pragmatik. Jurnal Lingua: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 16(2). 219-234.

Burhanuddin dan Sumarlam. 2015a. Strategi Kesopanan Berbicara Presiden

Joko Widodo: Potret Tindak Tutur Penanganan Masalah Sosial Politik

Bangsa. Jurnal Adabiyyat, Volume XIV(2).

Burhanuddin dan Sumarlam. 2015b. Tindak Tutur Imperatif Khutbah Jumat

dalam Tabloid Suara Muhammadiyah. Jurnal Prosiding Prasasti II,

halaman 464-469.

Fitriah dan fitriani. 2017. Analisis Tindak Tutur Dalam Novel Marwah Di Ujung

Bara Karya R.H. Fitriadi. JURNAL UNSYAH, volume 5: 1.

Hutahaean. 2018. Analisis Tindak Tutur Pidato Presiden Jokowi pada Apec

di China. Jurnal Ilmu Budaya, volume 15:1.

Ibrahim, Abdul Syukur. 1993. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional.

Islam. 2017. Tindak Tutur Ilokusi dalam Wawancara Tgh. Muhammad Zainul

Majdi Pada Talkshow “Mata Najwa”. Jurnal LINGUA. Volume 14:1.Mahsun. 2014. Metode Penelitian Bahasa: Aneka Teknik dan Strateginya.

Jakarta: Raja Grafindo.

Maryam, Siti. 2015. “Tindak Tutur dalam Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sebuah

Kajian Pragmatik dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa di SMA.” Tesis.

Mataram: Universitas Mataram.

Muhartoyo. 2013. Directive Speech Act in The Movie “Sleeping Beauty”. Jurnal

Humaniora, (4): 949-966.

Nuramila, 2020. Kajian Pragmatik Tindak Tutur dalam Media Sosial. Banten: Yayasan

Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM).

Prawita dan Utomo. 2020. Analysis Of Directive Speech Act in Mata Najwa

Youtube Chanel “ Because Corona, Why Indonesia Is Not Like Singapore.

Jurnal Aksis, (4)1.

Rustono.1999. Pokok-Pokok Pragmatik. Semarang: CV IKIP Semarang.

Saddhono, Kundharu dan Fatma. 2016. The Form and Function of Local Language in

Directive Speech Act at a University in Central Sulawesi. Jurnal Lingua

Cultura, (10)1.

Sagita. 2019. Tindak Tutur Ilokusi Ridwan Kamil dalam Talkshow Insightdi CNN

Indonesia. Jurnal Lensa, (9)2.

Yayuk. 2018. Tindak Tutur pada Teks Indonesia Raya Karya W.R. Supratman.

Jurnal Metalingua, (16):(2).

Yule, George. 1996. Pragmatics. New York: Oxford University Press.

Downloads

Published

2021-08-04