ANALISIS PERBANDINGAN DONGENG PADA MASYARAKAT BIMA DENGAN DONGENG PADA MASYARAKAT SASAK
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v1i2.266Keywords:
Analisis Perbandingan Dongeng Bima dan SasakAbstract
Melalui sastra lisan diajarkan cara bersikap, bertutur kata dan bertindak. Salah satu bentuk sastra lisan yang tumbuh dan berkembang di NTB yaitu dongeng. Dongang adalah cerita lama (kuno) yang dituturkan, biasanya hasil rekaan saja yang sifatnya sebagai hiburan. Dongeng sering diceritakan oleh orang tua kepada anaknya, baik dalam keadaan sunyi maupun ketika menjelang tidur sebagai pengantar, agar anak tersebut bisa tidur dengan nyenyak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dongeng pada masyarakat Bima (Mbojo) dan dongeng pada masyarakat Sasak yang tumbuh dan berkembang di NTB yaitu dongeng khususnya pada masyarakat Bima (Mbojo) dan dongeng pada masyarakat Sasak yang terdiri dari 2 (dua) dongeng, dengan data penelitian berupa kalimat, frasa dan keseluruhan teks dongeng masyarakat dari hasil observasi, wawancara, terjemahan, dan rekaman dengan sekelompok masyarakat, dokumentasi, yaitu perbandingan bentuk, fungsi, dan makna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) memiliki struktur yang sama yaitu tema, alur, latar, penokohan dan amanat. Dari struktur kedua dongeng tersebut mencerminkan bahwa kedua orang anak tersebut, mempunyai seorang ibu tiri yang sangat kejam. Jadi dalam hidup ini kita dituntut untuk selalu sabar dalam menghadapi ujian, taat, tunduk dan patuh kepada kedua orang tua, dan orang tua juga tidak boleh bersikap keras terhadap anaknya. (2) mengandung fungsi yang sama mempunyai kronologis yang sangat erat dengan kehidupan nyata dimana dapat dinikmati dengan alur dan filosofis yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. (3) mengandung makna yang sama. Makna yang terkandung dalam dongeng Bima dengan dongeng Sasak tersebut adalah pengarang menuntut pembaca untuk selalu menerima apa adanya dan berbicara jujur, karena kejujuran itu akan membawa pembaca dalam kebenaran dan menuntut pembaca untuk selalu belajar supaya tidak mudah ditipu oleh orang lain serta seorang anak dituntut untuk selalu taat kepada kedua orang tua, dan dalam hidup di dunia ini kita ditutut untuk selalu bersabar, Dan taat kepada perintah agama dan kepada ke dua orang tuaReferences
Aminuddin. 1990. Sekitar Masalah Sastra (Beberapa Prinsip dan Metode Pengembangan). Malang: Yayasan Asih Asah Usuh Malang.
Aminuddin. 2004. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Elgensindo.
Arikunto. S. 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta
Danandjaja, James. 1984. Folklor Indonesia. Jakarta: Sinar Harapan
Djajasudarma, T. Fatimah, E. Kalsum, Dkk. 1997. Nilai Budaya dalam Ungkapan dan Peribahasa Sunda. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Gaffar, Zainal Abidin. 1991. Struktur Sastra Lisan Serawai. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Hutomo, Suripan Hadi. 2003. Mutiara Yang Terlupakan (Pengantar Studi Sastra Lisan). Jawa Timur: Hiski.
Jamir, L. Tahir. 2004. Kajian Nilai Pendidikan Folklore Lisan Sasak”Sesenggak” Di Lombok Selatan (Skripsi). Mataram: FKIP UMM.
Made Suyasa. 2004. Pengantar Teori Sastra. FKIP: Universitas Muhammaduyah Mataram.
Poerwadarminta. 1986. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Praja, M Sastra. 1978. Kamus Istilah Pendidikan dan Umum. Surabaya: Usaha Nasional.
Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Balai Pustaka.
Rozak, Abdul dkk. 1996. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.
Sugioyono, 2006, ”Metode Penelitian Pendidikan”. Bandung: Alfabeta
Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: ITB
Supardi Djoko Damono. 2005. Pegengan Penelitian Sastra Bandingan. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Jakarta.
Surakhmad, Winarno. 1998. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Bandung: Tarsito.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


