PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI SARANA PEMBINAAN NASIONALISME PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v2i1.290Keywords:
Pendidikan Kewarganegaraan, Sarana Pembinaan Nasionalisme, Masyarakat MultikulturalAbstract
Salah satu rendahnya rasa nasionalisme disebabkan karena masyarakat lebih memilih untuk kelangsungan hidupnya sendiri dari pada memikirkan untuk kepentingan bangsa. Fenomena nasionalisme yang ada di masyarakat kita cukup aktual karena di setiap daerah terjadi kekerasan, kerusuhan dan pengeboman yang menimbulkan korban yang tidak bersalah. Untuk itu, nasionalisme penting bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern, bangsa yang aman dan damai, adil dan sejahtera. Indoensia dianggap sebagai negara pluralisme karena masyarakat bangsa Indonesia mempunyai berbagai adat istiadat, bahasa, agama, budaya dan etnik yang berbeda-beda yang tersebar dari sabang sampai merauke yang perlu dibina dan bimbing dalam pendidikan. Pengembangan rasa nasionalisme dalam masyarakat multikultural harus dibangun dari idealisme yang melekat dalam diri seseorang, maka selama seseorang itu tidak memiliki idealisme sebagai bangsa yang bersatu dalam realitas kbhinekaannya, maka kesadaran akan nasionalisme itu masih perlu terus dibentuk dan dikembangkan dalam diri setiap individuReferences
Abubkar, Mustafa. (2008). Membangun Semangat Nasionalisme dengan Bingkai Kearifan Lokal Rakyat Aceh-Tinjauan Ketahanan Pangan. (online). Tersedia: http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2797&Itemid=222. (31 Mei 2011)
Arif, Baehakqi. D. (2008). Kompetensi Kewarganegaraan untuk Pengembangan Masyarakat Multikultural Indonesia. Acta Civicus, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. “Volume 2, Nomor 1, Oktober 2008”. Hal 102-103. Bandung: Pasca Sarjana UPI
Agraeni, Leni. (2009). Pengembangan Pendidikan Kewaraganegaraan Berbasis Multikultural dalam Memupuk Nasionalisme. Acta Civicus, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. “Volume 3, Nomor 1, Oktober 2009”. Hal 95-96. Bandung: Pasca Sarjana UPI
Budimansyah. D dan Suryadi. K. (2008). PKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung: PSPKn SPS Universitas Pendidikan Indonesia
Branson, M.S. (1998). The Role of Civic Education. Calabasas: CCE.
Cogan, J.J. dan Derricot, R. (1998). Citizenship for the 21st Century: An International Perspective on Education. London: Kogan Page.
Mahpudz, Asep. (2006). Wawasan Nusantara: Landasan Pembinaan Nasionalisme Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan, Dalam Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan. Budimansyah, D dan Syam, S. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) FPIPS-UPI.
Sapriya dan Winataputra (2010), Materi dan Pembelajarn PKn SD, Jakarta, UT.
Undang-Undang Sikdiknas No. 20 tahun 2003. (online). Tersedia: www.inherent-dikti.net/files/sisdiknas.pdf. (31 Mei 2011).
Winataputra. U.S. (2008). Multikulturalisme – Bhinneka Tunggal Ika dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Pemba-ngunan Karakter Bangsa Indonesia Dalam Dialog Multikultural. Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI.
Zuriah, Nurul. (2010). Model Pengembangan PKn Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam fenomena Sosial di Perguruan Tinggi, Laporan Penelitian Hibah Doktor. DP2M - Dikti – Jakarta: Tahun 2010.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


