TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR DI DUSUN LANDUNGAN DESA GUNTUR MACAN KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v3i1.37Abstract
Tanah longsor terjadi karena adanya gerakan tanah sebagai akibat dari bergeraknya masa tanah atau batuan yang bergerak di sepanjang lereng atau di luar lereng karena faktor gravitasi. Kandungan air yang tinggi menjadikan tanah menjadi lebih berat, yang meningkatkan beban, dan mengurangi kekuatan. Berdasarkan kondisi lahan yang ada di lokasi penelitian yang merupakan daerah dataran tinggi, sehingga rawan terjadi longsor dan tingginya intensitas hujan yang terjadi di daerah tersebut menyebabkan tanah menjadi mudah bergeser serta kurangnya pohon-pohon besar yang dapat menyerap air. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui tingkat kerawanan longsor di Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat; (2) untuk mengetahui faktor penyebab kerawanan longsor di Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat; (3) Untuk mengetahui cara mitigasi daerah rawan longsor di Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Macam-macam informan yang digunakan yaitu informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan jenis datanya adalah data kualitatif dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Tehnik analisa yang digunakan adalah Data Reduction, Data Display, verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Daerah penelitian mempunyai tingkat rawan longsor yang cukup tinggi. (2) faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan longsor pada daerah penelitian yakni penggunaan lahan, kemiringan lereng dan topografi, dan karakteristik tanah. (3) upaya mitigasi yang dilakukan dengan cara Bio-Engineering, penataan tata guna lahan, warning system, relokasi daerah rawan longsor.References
Darsoatmojo, A. Dan Soedrajat, G. M. 2002. Bencana Tanah Longsor Tahun 2001. Year Book Mitigasi Bencana Tahun 2001.
http://www.planning.org /landslides/docs/main.html, 1/26/2006 [DVMBG] Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 2005. Manajemen Bencana Tanah Longsor.
http://anaheim- landslide.com/developments.htm .,1/27/2006
Karnawati, D. 2001. Bencana Alam Gerakkan Tanah Indonesia Tahun 2000 (Evaluasi dan Rekomendasi). Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Karnawati, D. 2003. Himbauan Untuk Antisipasi Longsoran Susulan. Tim Longsoran Teknik Geologi UGM. Tidak Diterbitkan. Yogyakarta
Naryanto, N.S. 2002. Evaluasi dan Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Pulau Jawa Tahun 2001. BPPT. Jakarta.
Sangadji, Ismail. 2003. Formasi Geologi, Penggunaan Lahan, dan Pola Sebaran Aktivitas Penduduk di Jabodetabek. Skripsi. Departemen Tanah Fakultas Pertanian IPB.
Sitorus, Santun R. P. 2006. Pengembangan Lahan Berpenutupan Tetap Sebagai Kontrol Terhadap Fahor Resiko Erosi dan Bencana Longsor. Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.
Subowo, E. 2003. Pengenalan Gerakkan Tanah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.Bandung
Suripin. 2002. Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. Yoyakarta
Surono. 2003. Potensi Bencana Geologi di Kabupaten Garut. Prosiding Semiloka Mitigasi Bencana Longsor di Kabupaten Garut. Pemerintah Kabupaten Garut.
Sutikno. 2002. Sistem Informasi Penanggulangan Bencana Alam Tanah Longsor. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


