IMPLIKASI PSIKOLOGIS POLA ASUH GRANDPARENTING TERHADAP PERKEMBNGAN ANAK (Studi Kasus Di Kabupaten Lombok Tengah)

Authors

  • Mukminah Mukminah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
  • Uswatun Hasanah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

DOI:

https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3783

Keywords:

Implikasi, Psikologis, Pola Asuh, Grandparenting Perkembangan

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana implikasi psikologis pada pola asuh grandparenting terhadap perkembangan anak. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Lombok Tengah, metode penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus. Pola asuh grandparenting merupakan pengasuhan anak yang dilakukan oleh kakek dan nenek. Dari hasil penelitian bahwa pola asuh yang dilakukan oleh kakek/nenek (grandparenting) berdapak pada Pola pengasuhan grandparenting menimbulkan beberapa permasalahan pada anak yakni: 1) anak merasa kurang dicintai, 2) tanda kelemahan pada orang tua, 3) anak dapat berontak apabila tidak merasa terpenuhi kebutuhannya, 4) tidak peduli dan selalu melawan, 5) susah diajak bekerjasama dan dikontrol, 6) orang tua tidak berdaya, 7) anak kurang percaya diri, dan 8) prestasi kurang baik. Tidak hanya itu Akibat dari pola asuh seperti ini berakibat pada tumbuhnya perilaku menyimpang ketika kebutuhan remaja kurang terpenuhi, seperti: sering diacuhkan oleh keluarga semasa kecilnya, selain itu adapun dampak psikologis anak dalam penelitian ini didasarkan gejala dari gangguan tersebut berdasarkan pada beberapa hal yaitu pengulangan peristiwa traumatik, penghindaran, serta simptom-simptom yang menetap dampak psikologis yang dapat dialami oleh anak antara lain negatif, agresif serta mudah frustrasi; pasif dan apatis; tidak mempunyai kepribadian sendiri dan tidak patuh kepada orang tua; tidak mampu menghargai dirinya sendiri; sulit menjalin relasi dengan individu lain; sampai timbul rasa benci yang luar biasa terhadap dirinya sendiri.

References

A.M, Sardiman. 2012. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press. Jakarta

Arifin, Bambang. 2015. Psikologi Agama. CV Pustaka Setia. Jawa Barat.

Arifin, Bambang. 2017. Psikologi Agama. CV Pustaka Setia. Jawa Barat.

Ayun, Q. (2017). Pola Asuh Orang Tua Dan Metode Pengasuhan Dalam Membentuk Kepribadian Anak. https://doi.org/2017. diakses tanggal 23 September 2022.

Hardywinoto, & Setiabudhi, T. (2014). Anak Unggul Berotak Prima. Gramedia Pustaka Utama dan Pusaka. Jakarta.

L.Sandra, 2012, DinamikaPsikologisInteraksi, KonsepDiri, Dan Identitas Online, Disertasi, (FakultasPsikologi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta,

Mukminah. (2017). Strategi Pengembangan Permainan Dasar Sains Terhadap Peningkatan Perkembangan Kognitif Siswa Sekolah Dasar Islam Raudatul Husna Kepok. JISIP, Vol. 1 No. 2, 1(2).

Mukminah, herjan haryadi. (2021). DAMPAK COVID-19 TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL IMAN UJAN RINTIS. Ijert: Indonesia Journal of Educatioan Research and Tacnology, 1(1).

Sumargi, A., Sofronoff, K., &Morawska, A. (2015). Understanding parenting practices and parents’ views of parenting programs: A survey among Indonesian parents residing in Indonesia and Australia. Journal of Child and Family Studies.

Sunuratri W, 2017. Pola Pengasuhan dan Hasil Belajar Pada Anak Yang Di Tinggal Merantau Orang Tua. Universitas Yogjakarta. Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau .JOM FISIP. Jogjakarta.

Wahyuning, W., & Jash, M. R. (2013). Mengkomunikasikan Moral Pada Anak. Jakarta: Elek Media Komputindo.

Downloads

Published

2022-08-22