PENDIDIKAN IPA MULTIDIMESIONAL PADA ETNOSAINS BALE ADAT SASAK: PERSPEKTIF FILSAFAT
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v8i4.3987Keywords:
pendidikan ipa, etnosains, bale adat sasak, filsafatAbstract
Studi ini bertujuan untuk mengelaborasi tentang pendidikan IPA multidimensional pada etnosains Bale Adat Sasak dalam perpektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Studi ini merupakan studi literatur (library reseach) dengan sumber data adalah artikel penelitian terdahulu yang memiliki topik terkait pendidikan IPA, konsep IPA, etnosains, dan Bale Adat Sasak. Prosedur dalam penelitian studi literatur dilaksanakan dengan tahapan-tahapan yaitu mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat, menelaah, mengumpulkan konsep atau naskah, kemudian dilakukan elaborasi dan eksplanasi terhadap data/teks yang terkumpul. Hasil studi menunjukkan bahwa ((1) hakikat pembelajaran IPA dapat diklasifikasikan menjadi tiga dimensi yaitu IPA sebagai produk, IPA sebagai Proses, dan IPA sebagai sikap; (2) Bale Adat khas suku Sasak terdiri atas beberapa jenis yaitu Bale Beleq Bencingah, Bale Bonter, Bale Tani, Bale Jajar, Bale Tajuk, Berugag (Sekepat-Sekenam); (3) bahan pembuatan Bale Adat masih mengikuti ajaran turun-menurun dengan menggunakan bahan-bahan alami yang sering dijumpai di sekitar masyarakat, seperti kayu, bambu, batang dan daun alang-alang, dan getah pohon, serta lantai rumah yang terbuat dari campuran tanah, getah pohon, dan abu yang kemudian diolesi dengan kotoran kerbau; (4) etnosains Bale Adat Sasak mengandung konsep indigenous science dalam pemanfaatan bahan pembuatannya dan dapat diintegrasikan dalam konsep IPA seperti konsep struktur dan fungsi jaringan, serta konsep sifat bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari; (5) model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan etnosains dapat meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan proses sains, sikap konservasi, dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.References
Agusti, E. 2017. Pengembangan Handout Pembelajaran IPA berbasis Entrepreneurship untuk Siswa Kelas XI Tata Niaga di Sekolah Menengah Kejuruan. Artikel Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas jambi (Tidak diterbitkan).
Ali, L. U. (2018). Pengelolaan Pembelajaran IPA Ditinjau Dari Hakikat Sains Pada SMP Di Kabupaten Lombok Timur. Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram, 6 (2), 103-112. https://doi.org/10.33394/j-ps.v6i2.1020
Alvonco, J. (2014). Practical Communication Skill. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Andi, P. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Akmal, A.U., Lia, Lestari, T., Asra, A., Effendy, Festiyed, Skunda. (2020). Analisis Etnosains dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Kota Padang dan Bukittinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 4 (2), 68-77. https://doi.org/10.24036/jippsd.v4i2.111385
Carin, AA. 1997. Teaching Modern Science. (7 th Edition). New Jersey: Merril Publishing Company.
Chain & Evan. (1990). Sciencing An Involvement Approach to Elementary Science Methods, (Edisi ke III. Korinna: Merrill.
Chiapetta, E.L. & Koballa T. R. (2010). Science instruction in the middle and secondary school. Boston: Allyn & Bacon.
Damayanti, C., A. Rusilowati, & S. Linuwih. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran IPA Terintegrasi Etnosains untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif. Journal of Innovative Science Education. 6 (1), 117-128. https://doi.org/10.15294/jise.v6i1.17071
Darmiwati. (2006). Implementasi Model Pembelajaran Perubahan Konseptual Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar. Banda Aceh: FKIP Unsyiah.
Emdin, C. (2011). Droppin’ science and dropping science: African American Males and Urban Science Education. JAAME, 2 (1), 1-15.
Fatsyaf, H. (2013). Pengertian dan Dimensi IPA. (Online) https://hartatyfatshaf.blogspot.com/2013/10/pengertian-dan-dimensi-pendidikan-ipa.html (diakses tanggal 27 September 2022).
Hadi, W.P. & Ahied, M. (2017). Kajian Etnosains Madura dalam Proses Produksi Garam sebagai Media Pembelajaran IPA Terpadu. Jurnal Rekayasa, 10 (2), 79-86.
Hardy.T & Fleer. M.,(1996). Science for Children: Developing a Personal Approach to Teaching. Sydney: Prentice Hall.
Hikmawati, Suastra, I.W. & Pujani, N.M. (2020) Local wisdom in Lombok island with the potential of ethnoscience for the development of learning models in junior high school. Journal of Physics: Conference Series, 1-12. https://doi:10.1088/1742-6596/1816/1/012105
Indriani, W. 2013. Penerapan Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Multidimensioanal terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa. Skripsi: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Istikhomah, R.I. & Wachid, A. (2021). Filsafat Sebagai Landasan Ilmu dalam Pengembangan Sains. Jurnal Filsafat Indonesia, 4 (1), 59-64.
Kartono, Hairida, & G. Bujang. (2010). Penelusuran Budaya Teknologi Lokal dalam Rangka Rekonstruksi dan Pengembangan Sains di Sekolah Dasar. Pontianak: FKIP, Universitas Tanjungpura.
Khoiri, A. & Sunarno, W. (2018). Pendekatan Etnosains Dalam Tinjauan Fisafat (Implementasi Model Pembelajaran STEM: Science, Technology, Enginering, and Mathematic). SPKETRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 4 (2), 145-153. http://dx.doi.org/10.32699/spektra.v4i2.55
Koes, S. H. (2003). Strategi pembelajaran Fisika. Malang: Universitas Negeri Malang.
Kubicek, J. P. (2005). Inquiry based learning, the nature of science, and computer technology: New possibilities in science education. Canadian Journal of Learning and Technology, 31 (1), 1-7.
Lestari, T. (2019). Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Akutansi Dasar Berorientasi Peraturan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 07/D. D5/Kk/2018. Seminar Nasional Keindonesiaan IV. Http://Conference.Upgris.Ac.Id/Index.Php/Snk/Article/View/542
Mardiana. (2018). Penerapan Pembelajaran IPA Berbasis Konstruktivisme dalam Meningkatkan Sikap Ilmiah pada Siswa Madrasah Ibtidayah. Jurnal Ilmiah AL-MADRASAH, 3 (1), 61-80. http://dx.doi.org/10.35931/am.v0i0.69
Mirnawati, Fuldiaratman & Yusnidar. (2021). Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) Berbasis Etnosains pada Materi Koloid dan Kaitannya dengan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa di SMA Negeri 2 Kota Jambi. Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia, 8 (1), 85-96.
Muliadi, A. (2019). Pembelajaran Biologi Berbasis Entrpreneurship. Proceeding National Conference: Education, Social Science, and Humaniora, 1 (1), 269-275.
Mutia, R., Adlim & Halim, A. (2017). Pengembangan video Pembelajaran IPA Pada Materi Pencemaran dan Kerusakan. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 5 (2), 108-114. https://doi.org/10.24815/jpsi.v5i2.9825
Panggabean, F., Simanjuntak, M. P., Florenza, M., Sinaga, L. & Rahmadani, S. (2021). Analisis Peran Media Video Pembelajaran dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA SMP. Jurnal Pendidikan Pembelajaran IPA Indonesia (JPPIPAI), 2 (1), 7-12.
Parmin. (2017). Ethnosains. Semarang: Swadaya Manunggal
Puskur. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.
Puspasari, A., Susilowati, I., Kurniawati, L., Utami, R.R., Gunawan, I., Sayekti, I.C. (2019). Implementasi Etnosains dalam Pembelajaran IPA di SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari Surakarta. Science Education Journal (SEJ), 3 (1), 25-31. https://doi.org/10.21070/sej.v3i1.2426
Puspita, P. (2017). 7 Rumah Bale Suku Sasak yang Menarik Wisatawan Bule. (Online) https://bobo.grid.id/read/08673866/7-rumah-bale-suku-sasak-yang-menarik-wisatawan-bule?page=all (diakses 27 September 2022).
Rahayu, A.S. (2018). Pengantar Pemerintahan Daerah Teori Hukum dan Aplikasinya. Jakarta: Sinar Grafika.
Rizkianawati, A., Wiyanto & Masturi. (2014). Implementasi Model Pembelajaran Multidimensional pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa. Unnes Physics Education Journal, 4 (2), 62-68. https://doi.org/10.15294/upej.v4i2.7429
Rusman. (2017). Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama.
Sarkim, T. (1998). “Humaniora dalam Pendidikan Sains” dalam Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Universitas Sanata Darna - Kanisius.
Suastra, I W. (2009). Pembelajaran Sains Terkini: Mendekatkan Siswa dengan Lingkungan Alamiah dan Sosial Budayanya. Singaraja: Penerbit Universitas Pendidikan Ganesha.
Sudarmin. (2014). Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal (pertama ed.). Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.
Sudarmin, Sumarni, W. & Mursiti, S. (2018). The learning models of essential oil with science technology engineering mathematic (STEM) approach integrated ethnoscience. Journal of Physics: Conference Series, 1-7. https://doi:10.1088/1742-6596/1321/3/032058
Sudarmin, Febu, R., Nuswowati, M., & Sumarni, W. (2017). Developmen of Ethnoscience Approach in The Module Theme Substance Additives to Improve the Cognitive Learning Outcome and Student's Entrepreneurship. Journal of Physics: Conference Series 824 (1).
Sudarisman, S. (2015). Memahami hakikat dan Karakteristik Pembelajaran Biologi dalam Upaya Menjawab Tantangan Abad 21 serta Optimalisasi Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Florea, 2 (1), 29-35.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardjo. (2008). Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: PPs Universitas Negeri Yogyakarta.
Sukmadinata, S.N. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Sulistyorini, S. (2007). Pembelajaran IPA Sekolah Dasar, Dan Penerapan Dalam KTSP. Yogyakarta: Unnes dan Tiara Wacana.
Sulistyowati, Reffiane, F. & Handayani, D. E. (2020). Pengaruh Model Project Based Learning Berbasis Etnosains Tema Ekosistem Terhadap Aktivitas Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), 6 (2), 120-132.
Sulthon, S. (2016). Pembelajaran IPA yang Efektif dan Menyenangkan bagi Siswa MI. Elementary: Islamic Teacher Journal, 4 (1), 38-54. http://dx.doi.org/10.21043/elementary.v4i1.1969
Putra, H.S.A. (2021). Ethnoscience A Bridge To Back To Nature. E3S Web of Conferences, 1-9. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202124901002
Wahyu, Y. (2017). Pembelajaran Berbasis Etnosains Di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 1 (2). 140-147.
Wati, E., Yuberti, Saregar, A., Fasa, M.I., Aziz, A. (2020). Literature Research: Ethnoscience in Science Learning. Journal of Physics: Conference Series, 1-9. https://doi:10.1088/1742-6596/1796/1/012087
Widianti, A.K. (2017). Preservasi Rumah Adat Desa Sade Rembitan Lombok Sebagai Upaya Konservasi. Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan, 6 (3), 79-84.
Widyasari, F., Indriyanti, N. Y. & Mulyani, S. (2018). The Effect of Chemistry Learning with PjBL and PBL Model Based on Tetrahedral Chemistry Representation in term of Student’s Creativity. JKPK (Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia), 3 (2).
Wir’aen, R. (2017). Nilai Edukatif pada Arsitektur Rumah Adat Bale Sasak di Dusun Limbungan Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Skripsi: Rogram Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Yuniati, S. (2018). Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika Melalui endekatan Kontekstual. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. https://Doi.Org/10.24256/Jpmipa.V2i1.101
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.


