Strategi Pengembangan Buku Muatan Lokal Bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Barat
DOI:
https://doi.org/10.58258/jime.v5i1.673Keywords:
Pengembangan, Muatan Lokal, Lombok BaratAbstract
Bahan ajar muatan lokal Bahasa sasak adalah buku sumber belajar yang di gunakan oleh guru dan siswa di SMP Negeri 3 Lingsar, dimana dalam buku bahan ajar tersebut secara tampilan cover maupun kontennya masih memerlukan sentuhan dalam bentuk desain grapis maupun pemilihan konten dari bahan ajar, hal itu perlu dilakukan karena melihat gaya belajar siswa di sekolah tersebut sudah terjadi pergeseran gaya dan minat belajar mereka. Hal itulah yang mendorong penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi gaya belajar siswa dan siswi SMP Negeri 3. Selanjutnya strategi pengembangan Bahan ajar ini terdiri dari 3 produk yaitu: bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa. Bahan ajar ini dikembangkan berdasarkan kajian teknologi pembelajaran dengan mengacu kepada rancangan pembelajaran model Dick, Carey and Carey, dengan langkah-langkah: (1) mengidentifikasi kebutuhan untuk menentukan tujuan umum pembelajaran; (2) melakukan analisis pembelajaran; (3) mengidentifikasi karakteristik peserta didik; (4) merumuskan tujuan pembelajaran; (5) mengembangkan instrumen penelitian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif; (9) merevisi produk pembelajaran, (10) merancang dan melakukan evaluasi sumatif. Namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan sampai langkah kesembilan. Hasil pengembangan divalidasi dan uji coba produk pengembangan melalui evaluasi formatif yang terdiri dari penilaian ahli dan uji coba. Penilaian ahli meliputi: (1) ahli isi/materi; (2) ahli desain; (3) ahli media. Sedangkan uji coba meliputi: (1) uji coba perorangan; (1) uji coba kelompok kecil; (1) uji coba lapangan. Didapati data sebagai berikut: ahli isi 73 %, ahli media 84 %, ahli desain pembelajaran 90.4 %, uji coba perorangan 68 %, review uji coba kelompok kecil 82 %, dan uji coba lapangan 89%. Berdasarkan hasil evaluasi formatif yang telah dilakukan terhadap bahan ajar bahasa sasak dapat disimpulkan bahwa bahan ajar bahasa sasak yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak digunakan dan tidak perlu revisi, dengan demikian bisa disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak digunakan untuk menunjang pembelajaran bahasa sasak di SMP 3 Negeri 3 Lingsar.References
Dick, W. Carey, L., dan Carey, J.O 2009. The Systematic Design of Instruction. New Jersey: Pearson.
Degeng,I. N. S. 2013. Ilmu Pembelajarn Klasifikasi Variabel Untuk Pengembangaan
Undang-UndangNo. 24 Tahun 2009. tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
YaumiMuhammad. 2013. Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta. Kencana
Tondo F. Henry. 2009.Kepunahan Bahasa Daerah: Faktor Penyebab dan Implikasi Etnolinguistik. Jurnal Masyarakat dan Budaya.11. (2).292-293
Wedayanthi NK, Suandi IN dan Artawan IG. 2014. Efektivitas Pemakaian Bahasa Indonesia Dalam Karya Tulis Sehubungan Dengan Perolehan Skor Sesi Menulis Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (Ukbi) Pada Guru. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan GaneshaProgram Studi Pendidikan Bahasa. Volume 3
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Jurnal Ilmiah Mandala Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.



