PERBEDAAN DAYA HAMBAT ANTISEPTIK ALAMI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DENGAN ANTISEPTIK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIAKAN MURNI BAKTERI Staphylococcus aureus, DAN Escherichia coli

Authors

  • Nurmaningsih Nurmaningsih Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

DOI:

https://doi.org/10.58258/jime.v5i1.672

Keywords:

Daya Hambat, Antiseptik Alami, Antiseptik Sintetik, Pertumbuhan Biakan Murni Bakteri

Abstract

Penelitian yang bertemakan Bahan Alam ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan dari bahan alami dengan bahan kimiawi sintetik dalam memperhambat pertumbuhan dari biakan murni bakteri, sehingga daya antiseptik dari masing-masing bahan tersebut mampu ditentukan kemampuannya dalam mencegah terjadinya infeksi pada tubuh manusia. Bahan alami yang peneliti gunakan dalam adalah bawang putih (Allium sativum). Sedangkan untuk bahan kedua peneliti menggunakan bahan kimia sintetik betadin yang merupakan antiseptik buatan yang sudah teruji kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri baik secara medis atau uji laboratorium. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara kualitatif yaitu dengan mengelompokkan diameter zona hambatan bakteri menjadi 3 kategori: 1) Diameter > 12 mm termasuk kategori Sensitif. 2) Diameter 4 – 12 mm termasuk dalam kategori Intermediet. 3) Diameter < 4 mm termasuk kategori Resisten. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan daya hambat antiseptik alami bawang putih Allium sativum dengan antiseptik sintetik terhadap pertumbuhan biakan murni bakteri Staphylococcus aureusn dan Escherichia coli

References

Bibiana, 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.

David Roser, 2002. Bawang Putih untuk Kesehatan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Evika Sandi Savitri, 2008. Rahasia Tumbuhan Berkhasiat Obat Perspektif Islam. Malang: UIN-Malang Press.

Hadiroseyani, Hafifuddin, M. Alifuddin, dan H. Supriyadi, 2008. Potensi Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Untuk Pengobatan Penyakit Cacar Pada Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Yang Disebabkan Aeromonas hydrophilla . Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Iyam Siti Syamsiah, 2003. Khasiat dan Manfaat Bawang Putih Raja Antibiotik Alami. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.

J.M Gibson, M.D, 1996. Mikrobiologi Dan Patologi Moderen Untuk Perawat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG

Koes Irianto, 2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 1 Bandung: CV. Yrama Widya.

Michael J. Pelczar, 2008. Dasar-dasaar Mikrobiologi Jilid 1. Jakarta: UI-Press.

Parwata, O. A. dan F.S. Dewi. 2008. Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri dari Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga l.). Jurnal Kimia, Denpasar.

Pudjarwoto T., H. Cyrus. Simanjuntak, dan P.N. Indah., 1992. Daya Antimikroba Obat Tradisional Diare terhadap Beberapa Jenis Bakteri Enteropatogen. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RJ., Jakarta

Purwaningsih, E. 2005. Manfaat Bawang Putih. Ganesa Ecsat, Bandung.

Safithri, M. 2004. Aktivitas Antibakteri Bawang Putih (Alium sativum) terhadap Bakteri Mastitis Subklinis secara Invintro dan Invivo pada Ambing Tikus Putih (Rattus novergicus) (Tesis). Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sidqi Anwar, 2008. Aktifitas Alcohol 70%, Povidon Iodine 10% Dan Kasa Kering Steril Dalam Pencegahan Infeksi Pada Perawatan Tali Pusat Di Ruang Neonatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Jurnal Dinamika Edisi Mei-Agustus.

Syaifudin, 2005. Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan denghan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Syamsul Hidayat, 2005. Ramuan Tradisional Ala 12 Etnis Indonesia. Jakarta: Penebar Suwadaya.

Stephen C. Edberg, 1986. Antibiotika dan Infeksi Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedoktran.

Ramadanti, Irmudita Ari, 2008. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum Linn) Terhadap Bakteri Escherichia Coli In Vitro. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro Semarang.

Rustiningsih. 2010. Uji Aktivitas Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Isolat Klinik. Skripsi S1 Program Studi Biologi, Universitas Mataram

Downloads

Published

2019-04-10

How to Cite

PERBEDAAN DAYA HAMBAT ANTISEPTIK ALAMI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DENGAN ANTISEPTIK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIAKAN MURNI BAKTERI Staphylococcus aureus, DAN Escherichia coli. (2019). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 5(1), 119-124. https://doi.org/10.58258/jime.v5i1.672