Identifikasi Jenis Mangrove Di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang Kabupaten Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v4i5.1093Keywords:
Mangrove, Persepsi, Keragaman.Abstract
Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat–Gili Lawang sudah berjalan 17 (tujuh belas) tahun, namun pengelolaannya masih belum maksimal terutama pada perlindungan ekosistem mangrove yang ada di dalam kawasan konservasi dan kepedulian masyarakat dalam rangka pengelolaan dan pelestarian fungsi sumberdaya ikan dan biota lainnya. Berdasarkan pertimbangan potensi yang ada di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang dan sekitarnya dengan beberapa ekosistem pesisir laut yang ada, kawasan ini memerlukan sebuah strategi pengelolaan secara optimal dengan memperhatikan kaidah-kaidah berkelanjutan dan perlindungan kelestariannya, khususnya terhadap pengelolaan mangrove. Tujuan penelitian (1) Untuk mengetahui jenis mangrove yang ada di sekitar Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang. (2) mengetahui persepsi masyrakat terhadap lahan mangrove (3) mengetahui dampak kerusakan lahan mangrove terhadap biota ikan dan non ikan. Disimpulkan persepsi masyarakat terhadap pelestarian dan pemanfaatan lahan mangrove menunjukkan sangat setuju, namun belum sampai ke tahap aplikasi mengingat tingkat kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang pemanfaatan dan pelestarian lahan mangrove sangat rendah. Pemerintah (Dinas Kelautan Perikanan dan Dinas Kehutanan), menunjukkan sikap terhadap pelestarian dan pemanfaatan lahan mangrove sangat setuju namun ditingkat aplikasi peran pemerintah belum terlaksana yang disebabkan karena kepentingan ekonomi dan penegakan hukum yang masih begitu lemah. Struktur vegetasi mangrove didominasi oleh jenis Rizhophora mucronata dan Bruguera sexangula dari famili Rhizoporaceae. Stasiun 1 untuk tingkat pohon, pancang dan anakan didominasi oleh Rhizopora mucronata. Stasiun II untuk tingkat pohon, pancang dan anakan didominasi oleh Rhizophora mucronata dan Bruguera gymnoriza. Stasiun III untuk tingkat pohon, pancang dan semai didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata dan Avecinea officinalis. Pada stasiun IV untuk tingkat pohon, pancang dan semai didominasi oleh Rhizopora mucronata dan Bruguera stylosa. Untuk keragaman fauna air yang berasosiasi dengan lahan mangrove jenis ikan dan non ikan yang dominan di tangkap adalah famili siganidae dengan sepesies beronang (siganus sp).References
Ardhana, 2008. Pedoman Metode Penelitian Ekologis Sumberdaya Alam Hutan Buku Ajar Program Magister Pascasarjana Program Pemanfaatan Lahan Kering Universitas Udayana Denpasar.
Metode dan Tehnik Degradasi Komposisi Biotik, Buku Ajar Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Udayana Denpasar.
,2003. Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Jurusan Biologi FMIPA Unud.
,2012. Ekologi Tumbuhan. Udayana University Press.
Bengen, D.G. 2001.Sinopsis Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir Dan Laut. Pusat Kajian Bengkulu Utara, Bengkulu. 2004. Jakarta.
BAPPEDA, 2010. Mangrove Nusa Tenggara Barat [Cited 2011 Desember 19] Avaiblable from: http://bappedanews. blogspot. com/2010/06/ keberadaan-kawasan-mangrove-di-ntb.html#ixzz1 h3h4euqe.
BIMC,2003.Pengelolaan Hutan Mangrove Yang Berkelanjutan. Seminar Pengelolaan Hutan Mangrove Denpasar, Bali 8 September 2003, Mangrove Information Center.
Dahuri, R, J.Rais, S.P.Ginting, M.J.Sitepu.2004. Pengelolaan SumberdayaWilayah Pesisir dan Laut Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta
DEPHUT,2001. Eksekutif Data Strategis Kehutanan. Departemen Kehutanan Badan Planologi Kehutanan Jakarta.
DEPDAGRI, 2009. Lampiran III, Peraturan Menteri Dalam Negeri Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Pendayagunaan Data Profil Desa Dan Kelurahan, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Jakarta.
DKP, 2009.Laporan Riset Observasi Dan Kajian Pemanfaatan Kawasan Konsevasi Laut. Balai Riset Dan Observasi Kelautan Badan Riset Kelautan Dan Perikanan Departemen Kelautan Dan Perikanan. Jakarta.
Hilyana, S.2007. Jurnal Mitra Bahari Dirjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP, Jakarta Vol;1.3, Agustus-Nopember 2007. Hal : VII-X
Koentjaraningrat. 1983. Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta, PT. Gramedia.
Laksmiwati, I. A. A. 1997. Perubahan Pengetahuan Sikap Dan Prilaku Kesehatan Reproduksi Remaja Di Kecamatan Denpasar Barat Kota Madya Denpasar (Tesis) Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.
Nontji, A. 2005. Laut Nusantara Penerbit Rosdakarya Bandung.
Odum, E. P. 1971. Fundamental of ecology W.B. Sounders. Co. Philadelpsshia
Restu, I. W, 2010. Modul V Ekosistem Mangrove (Mangrove Ecosystem) Jurusan Biologi MIPA Universitas Udayana.
Undang-Undang RI Nomor 27 Tahun 2007, tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau – Pulau Kecil.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


