Penggunaan E-Learning Berbasis Google Clasroom Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Materi Statistik Siswa Kelas XII TKKR SMK Negeri 2 Selong Tahun Pelajaran 2020/2021
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v7i1.2968Keywords:
E-Learning Berbasis Google Clasroom, Motivasi Belajar, Materi StatistikAbstract
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas XII TKKR- SMK 2 Selong dan mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas XII TKKR- SMK 2 Selong melalui E-Learning berbasis Google Classroom. Kondisi pandemic covid-19 yang mengharuskan menerapkan Pysical distencing sehingga pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan dan terpaksa pembelajaran dilakukan secara online (daring) dan masih rendahnya motvasi siswa dalam belajar matematika. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus terhadap 32 orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan angket motivasi. Keterlaksanaan E-Learning berbasis Google Classroom dinyatakan dengan kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik, sedangkan motivasi belajar matematika dinyatakan dengan kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) keterlaksanaan E-Learning bebasis Google Classroom pada siklus I pada kategori cukup baik dan pada siklus II pada kateori baik. 2) Motivasi belajar matematika siswa kelas XII TKKR- SMK 2 Selong pada siklus I rendah ,siklus dua sedang, yaitu pada siklus I rata-rata motivasi belajar matematika adalah 56% sedangkan pada siklus II naik menjadi 72%.References
Alam. F (2012). Pembelajaran Jarak Jauh. Bandung: Alfabeta.
Arends, Richard I. (2008). Learning to teach, belajar untuk mengajar. (Terjemahan Helly Prajitno Soetjipto & Sri Mulyantini Soetjipto). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Buku asli diterbitkan tahun 2007).
Arul, M. J. (2001). Motivational. Diambil pada tanggal 20 September 2012, dari: http://www.geocities.com/arulmj/motivn.html
A. B. Hakim. (2016). Efektivitan Penggunaan E-Learning Moodle, Google Clasroom dan Edmodo. I-STATEMENT. Vol. 2. No.1 PP 1-6.
Baban and Sabara (2019). Keefektivan Google Clasroom Sebagai Media Pembelajaran. Proos. Smins. Nas. Penelit. UNM, pp 122-125.
Bimo Walgito. (2004). Bimbingan dan konseling (studi dan karier). Yogyakarta: Andi
Buck, Ross. (1988). Human motivation and emotion Second Edition. Canada: John Wiley & Sons.
Burton, W. H. (1962). The guidance of learning activities. New York: Appleton-
Century-Crofts, Inc.
Davies, Ivor K. (1991). Pengelolaan belajar. (Terjemahan Sudarsono Sudirdjo, Lily Rompas, dan Koyo Kartasurya). Jakarta: CV. Rajawali. (Buku alsi diterbitkan 1971)
Djaali, H. (2007). Psikologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Djemari Mardapi. (2008). Teknik menyusun instrument tes dan non tes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
E. Mulyasa. (2005. Menjadi guru professional. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Frith, Connie. (1994). Motivation to learn. Diambil pada tanggal 2 Agustus 2011, dari: www.usask.ca/education/coursework/802papers/Frith/Motivation.PDF
A. Fustika (2018). Pengembangan Media Layanan Informasi Karir Berbasis Google Clasroom di Sekolah Menengah Kejuruan. J. Pendidik dan Pembelajaran. Vol.8, No.12, pp 1-9.
Hogan, R. and B.W. Roberts. (2002). Personality psychology. Woshington: American Psychological Assosiation.
Houston, J.P 1985. Motivation. New York: Macmillan Publishing Company
Jensen, E & Nickelsen, L. (2011). Deeper Learning 7 strategi luar biasa untuk pembelajaran yang mendalam dan tak terlupakan (terjemahan Benyamin Molan). Jakarta: PT. Indeks. (Buku Asli diterbitkan tahun 2008).
Jhonson, D. W & Jhonson, R.T. (1987). Learning together and alone:cooperative, competitive, and individualitistic learning (2nd ed). New Jersey: Prentice-Hell, Inc
Martinis Yamin. (2007). Kiat membelajarkan siswa. Jakarta: Gaung Persada Press.
B. Maskar and E. Wulantina. (2019). Persepsi Peserta Didik terhadap Metode Blended Learning dengan Google Clasroom. J. Inov. Mat, Vol.1. No.2. pp 110-121.
Maslow, A.H (1954). Motivation and personality. New York: Happer & Brothers Publiser.
Nana Sudjana. (2002). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Oemar Hamalik. (2004). Psikologi belajar dan mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Prayitno, Elida. (1989). Motivasi dalam belajar. Jakarta: Depdikbud
Reynolds, William M & Miller, Gloriaa E. (2003). Handbook of psychology. John Wiley & Sons, Inc: New Jersey
Robert L. Ebel & David A. Frisbie. (1986). Essentials of educational measurement. New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Santrock, John W. (2007) .Educational psychology,2nd edition. (terjemahan Tri Wibowo B.S). Jakarta: Prenada Media Group
Sardiman, A. M. (1992). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT Raja grafindo Persada.
Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka cipta
Slavin, Robert. E. (2009). Psikologi pendidikan teori dan praktik. Jakarta:PT Indeks
Stone, Randi. (2009). Cara-cara terbaik mengajarkan matematika. (Terjemahan Suci Romadhona). Jakarta: PT Macanan Jaya Cemerlang (Buku asli diterbitkan tahun 2007)
Sumardi Suryabrata. (1984). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Sutarto Hadi. (2005). Pendidikan matematika realistik. Banjarmasin: Tulip
Uno, Hamzah B. (2008). Teori motivasi dan pengukurannya analisis di bidang pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
C. Utami (2019). Analisis Resfon Siswa Terhadap Penggunaan Google Clasroom Pada pembelajaran Matematika. Prims. Pross. Smins. Nas. Mat, Vol.2. pp. 498-502.
Winkel, W. S. (2004). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
Woolfolk, Anita E. 2009. Educational psychology active learning edition. Allyn and Bacon: Boston
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


