KONSEP JIHĀD DAN QITĀL PERSPEKTIF SAYYID QUṬB DAN M. QURASH SHIHAB (Telaah Penafsiran Ayat-ayat Jihād dan Qitāl dalam Kitab Tafsīr Fī Ẓilālil Qur’ān dan Tafsīr al Miṣbaḥ)
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v7i1.2969Keywords:
Jih?d, Qit?l, SayyidQu?b, M. Qurash Shihab, Tafs?r F? ?il?lilQur’?n dan Tafs?r al-Mi?ba?.Abstract
Jihād dan qitāl sering kali disebutkan di dalam al-Qur’ān terkait konteks dengan anfus dan fīsabīlillah, sehingga jihād ditafsirkan oleh sebagian mufasīr dengan perang dengan kontak fisik (qitāl).Namun di sisi lain tidak sedikit ulama yang membantah bahwa jihād tidak dapat diartikan dengan peperangan (qitāl) karena jihāh memiliki makna yang sangat luas dan mengadung nilai-nilai yang positif. Tulisan ini difokuskan peda perfektif Sayyid Quṭb Dan M. Qurash Shihab terkait penafsiran nya terhadap ayat-ayat jihād dan qitāl. Dalam tulisan ini peneliti berharap dapat memberikan penjelasan yang komprehensif tentang pendapat Sayyid Quṭb Dan M. Qurash Shihab terkait jihād dan qitāl dan serta relevansi nya dengan masa sekarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi, dengan menggunakan metode komparasi (muqarin) untuk membandingkan antara pendapat kedua mufasir yang menjadi objek kajian pada penelitian seta membandingkannya dengan pedapat ulama lain terkait jihād dan qitāl. Hasil penelitian menujukan bahwa dalam kotek ayat-ayat jihād yang turun di Makkah Sayyid Quṭb Dan M. Qurash Shihab sepakat bahwa ayat-ayat jihād pada masa ini tidak berarti perang dengan menggunakan senjata. Namun dalam kotek Madinah mereka berbeda pendapat, Sayyid Quṭb berpendapat bahwa jihād dalam Islam sangat relevan untuk menafsirkan ayat-ayat qitāl, peperangan yang dilakukan oleh umat Islam adalah peperangan sepanjang zaman antara Akidah dan kemushrikan dan tidak dapat didamaikan dengan musyawarah atau persetujuan. sedangkan M. Qurash Shihab berpendapat bahwa jihād sering disebutkan dalam konteks peperangan fisik sehingga jihād sering di salah pahamkan, sedangkan perang yang dilakukan oleh umat Islam adalah untuk mempertahankan diri dari segala bentuk kejahatan musuh-musuh Islam.References
--------- Tafsir Metodologi Pergerakan Di Bawah Naungan AlQur’ān. Terj. Jakarta: Yayasan Bunga Karang, 1995.
Azra, Azyumardi, dkk. Reformulasi Ajaran Islam: Jihād, Khilafah, dan Terorisme.
Bandung: Mizan, 2017.
Chirzin, Muhammad. Jihād Menurut Sayid Quthb dalam Tafsīr fī Zilāl. Solo: Era Intermedia, 2001.
Al-Dhahabi, Husain. At-Tafsīr wa al-Munfasirun. t.t.p. : Maktabah Muṣ’ab bin Amr al-Islamy, 2004.
Darwazah, Muhammad Izzat. al-Tafsīr wa al-Ḥadith. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 2000.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam 1. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993.
Dikmejian, R. Hrair. Islam in Revolution: Fundamentalism in Arab World. New York: Syracuse University Press, 1985.
Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Jembatan Merah, 1988.
El Fadl, Khaled Abou. Selamatkan Islam dari Muslim Puritan. Ter. Helmi Mustofa.
Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, tt.t.
Fatah, Al-Khalidi, Shalah Abdul. Pengantar Memahami Tafsīr Fī Ẓhilāli al-Qur’ān, Intermedia. Solo: tt.p. 2001.
Al-Farmawy, Abdul Hayy. Metode Tafsir Maudhu’i dan Cara Penerapannya.
Bandung: Pustaka Setia, 2002.
Gusmian, Islah. Khazanah Tafsīr Indonesia Dari Hermeneutika hingga Ideologi.
Jakarta: Teraju, 2002.
HAMKA. Tafsīr al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.
Haryanto, Toto. Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Pemikiran Sayyid Quṭb. Tesis, Program Pasca Sarjana, IAIN Raden Fatah, Palembang, 2007.
Hidayat, Nuim. Sayyid Quṭhb Biografi dan Kejernihan Pemikirannya. Jakarta: Gema Insani, 2005.
Iqbal, Muhammad. Etika Politik Qur’āni penafsiran M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat Kekuasaan. Medan: IAIN Press, 2010.
Ismail, Ilyas. Paradigma Dakwah Sayyid Quthub: Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Harakah. Jakarta: Penamadani, 2006.
Junaidi, M. Mahbub. Rasionalitas Kalam M. Quraish Shihab. Solo: CV. Angakasa Solo, 2011.
Al-Khalidi, Shalah Abdul Fatah. Pengantar Memahami Tafsīr fī Ẓilīl al-Qurān Sayyid Quṭb. Solo: Era Intermedia, 2001.
Kathīr, Al-Imām ‘Imād al-Dīn Ibn. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Adẓīm. t.t.: t.p., 2000. Kathīr, Ibn.Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Beirut: Dār Kutub al-‘Ilmiyah, 2004.
Khoiri, Imam. Dekonstruksi Tradisi Gelegar Pemikiran Arab Islam. Yogyakarta: LKiS, 2001.
Al-Marāghy, Ahmad Mustafa. Tafsīr al-Marāghi. Beirut: Dār al-Fikr, 2006.
Al-Maududy, Abu al-A‘la. Hassan al-Banna dan Sayyid Quthb, Penggetar Iman di Medan Jihād. Terj. Mahmud H. Muchtaron. Yogyakarta: Uswah, 2009.
Mandẓur, Lisan al-‘Arab…., hl. 708.
Musthafa, Ibrahim. Al-Mu’jam al-Wasīth. Mesir: Maktabah asy-Syuruq ad- Daūliyyah, tt.t.
Al-Qaṭṭān, Mannā’. Mabāḥith fā ‘ ulūm al-Qur’ān. Kairo: Maktabah Wahbah, 2000. Al-Qurṭhubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Kairo: Dār al-
Kutub al-Miṣriyyah, 1964.
Qardhwi, Yusuf. Fiqih Jihād: sebuah karya Monumental Terlengkap Tentang Jihād menurut al-Qur’ān dan Sunnah. terjam. Irfan Maulana Hakim dkk. Bandung: PT Mizan Pustaka Anggota IKAPI, 2010.
Quṭb, Sayyid. Tafsīr Fī Ẓhilālil Qur’ān. Kairo: Berut 2003.
Quṭb, Sayyid. Keindahan Al Quran yang Menakjubkan. terj. Bahrun Abu Bakar.
Jakarta: Robbani Press 2004.
Riḍha, Muhammad Rasyid. Tafsīr al-Manār. Kairo: Darul Manar, 1950.
Ridlo, Muhammad Rasyid. Mendudukkan Makna Jihād: Studi Analitis-Komparatif Pandangan Fundamentalis dan Modernis. Tsaqofah jurnal peradaban Islam, vol 14, No. 1 Mei 2018.
Ar-Razi, Muhammad bin Abi Bakar bin ‘Abdi al-Qadir. Mukhtār al-Ṣiḥāḥ. Beirut: Maktabah Lubnān, 1986.
As-Suyuthi, Jalaluddin. Asbābun Nuzul, sebab turunya ayat-ayat al-Qur’ān.
Terjem. Abdul Hayyen. Jakarta: Gema Inasani 2008.
As-Suyūṭhi, Jalâluddin. Ad-Durru al-Mantsūr fī at-Tafsīr bi al-Ma`tsūr. Kairo: Markaz Hajr li al- Buhūts wa ad-Dirāsat al-Islāmiah, tt.t.
Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunah. Jakarta, Pena Pundi Aksara, 2006.
Shihab, M. Quraish. Lentera Al - Qur'an : Kisah Dan Hikmah Kehidupan. Bandung: Mizan, 2008.
Shihab, M. Quraish. Mu’jizat al-Qur’ān Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiyyah dan Pemberitaan Ghaib. Jakarta: Mizan, 2007.
Shihab, M. Quraish.Tafsir Al-Miṭbaḥ: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an.
Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Taufik, Abdullah. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: t.p, 2003.
Aṭ-Ṭhabary Ibnu Jarir. Tafsīr aṭ-Ṭabari: Jami’ al-Bayān ‘An ta’wīl al-Qur’ān. Beirut: Muassasah al-Risālah, 2000.
Umar, Aḥmad Mukhtar. al-Mu’jām al-Mausū’ī Li al-fādẓi al-Qur’ān al-Karīm wa Qirā‘atihi. Riayad: Muassasah al-Trath, 2002.
Al-Wahidi, Imam. Aasbābun Nuzūl, trjm. Tim Konten Cordoba Internasional. Bandung: Cordoba Internasional, tt.t.
Yunus, Mahmud. Tafsir al-Qur’an al-Karim. PT Hidakarya Agung, 2004.
Zuhaili, Wahbah. Tafsīr al-Munir fī al-‘Aqīdah wa as-Sharīa’h wa al-Manhaj.
Damaskus: Dar al-Fikr, 2009.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


