Meningkatkan Keaktifan Siswa dengan Teknik Diskusi dalam Bimbingan Klasikal di Kelas IX-2 SMP Negeri 1 Praya Tahun Pelajaran 2017/2018
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v7i1.2999Keywords:
Meningkatkan Keaktifan, Bimbingan KlasikalAbstract
Penelitian ini adalah penelitian tindakan dalam bimbingan konseling (PTBK) atau dikenal juga dengan istilah action research. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagaimana tindakan yang tepat untuk mengetahui apakah penerapan teknik diskusi dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal. Penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan model penelitian dari Kemmis dan Mc. Taggart, sedangkan metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan rancangan PTBK. Penelitian ini mengambil judul Meningkatkan Keaktifan Siswa dengan Teknik Diskusi dalam Bimbingan Klasikal di Kelas IX-2 SMP Negeri 1 Praya Tahun Pelajaran 2017/2018. Tujuan ari peelitian ini adalah; Meningkatkan Keaktifan Siswa dengan Teknik Diskusi dalam Bimbingan Klasikal di Kelas IX-2 SMP Negeri 1 Praya Tahun Pelajaran 2017/2018.Berdasarkan hasil anaalisa data dapat dijelaskan hasil penelitian pada siklus 1 diatas dapat diketahui peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal dengan teknik diskusi. Dimana 81% siswa memperhatikan materi dengan seksama, 14 % siswa mengajukan pertanyaan baik pada kelompok diskusi atau kepada pembimbing, 19 % siswa menjawab pertanyaan yang diajukan teman dari kelompok lain, dan 10 % siswa yang membuat simpulan dari materi yang diberikan. Berdasarkan data tersebut diatas dapat diketahui peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal dengan teknik diskusi yaitu siswa yang memperhatikan materi dengan seksama 100% atau semua siswa memperhatikan, sedangkan yang mengajukan pertanyaan terdapat 33%, yang menjawab pertanyaan 38%, dan yang membuat simpulan ada 24% siswa. Dari semua kegiatan ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa teknik diskusi berhasil meningkatkan keaktifan siswa selama mengikuti kegiatan bimbingan klasikal. Ini dapat dilihat dari hasil peningkatan keaktifan siswa yang sebelum treatment sebesar 19.25 % aktif meningkat menjadi 65.5 % siswa aktif mengikuti kegiatan bimbingan klasikalReferences
Ali, R. H. 2010. Penerapan Teknik Diskusi untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI IPS Semester II pada Kompetensi Menganilisis Pelestarian Lingkungan Hidup Kaitannya dengan Pembangunan Berkelanjutan di SMA Terpadu Abdul Faid Wonodadi Kabupaten
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Belawati, T. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Ditjen PMP dan TKDPN. 2007. Layanan Bimbingan Klasikal. (online), (http://spritia.or.id/stats/stascurr.pdf, diakses tanggal 22 Februari 2015).
Downing. 2000. Tujuan Bimbingan Klasikal. (online), (http://akhmadsudrajat.wordpress.com, diakses tanggal 25 Februari 2015).
Faisal, S. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional.
Hartanto. 2006. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung : Rizqi Press.
Hasibuan, J.J. 1991. Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Ilham. 2009. Mengembangkan Keaktifan Belajar Siswa. (online), (http://abangilham.wordpress.com/2009/03/31/pentingnya-upaya-guru-dalam-mengembangkan-keaktifan-belajar-siswa, diakses tanggal 22 Februari 2015).
Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Moleong, L.J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Mutiasmoro, Y.K. 2007. Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada Pokok Bahasan Perbandingan dan Fungsi Trigonometri Sub Pokok Bahasan Aturan Sinus Cosinus dan Luas Segitiga pada Kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK, JL Pasir Mas Raya No 1 Semarang. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok Dasar dan Profil. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Rio Septiadi. 2008. Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Pkn dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw. (online), (http://one.indoskripsi.com, diakses tanggal 22 Februari 2015).
Romlah, T. 2001. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang : Universitas Negeri Malang.
Silberman, M.L. 2006. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung : Nuansa.
Slamet. 1988. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Soemanto, W. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Sudirman, N. 1991. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Belajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Sudjana, N. 2010. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : ALFABETA.
Suhardjono, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Sukardi. 1984. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Sukmadinata, N.S. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Suparno, P. 2008. Riset Tindakan untuk Pendidik. Jakarta : PT. Grasindo.
Suryabrata, S. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Rajawali.
Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.
Usman. 2006. Manajemen Teori, Praktik dan Riset Pendidikan, Jakarta : PT Bumi Aksara.
Zoelqarnaen. 2007. Belajar Aktif. (online), (http://zoelqarnaen.blogspot.com, diakses tanggal 22 Februari 2015).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


