Metode Latihan Sirkuit Dan Crossfit Sebagai Program Pembinaan Fisik Bulutangkis
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v7i3.3837Keywords:
Latihan Sirkuit Dan Crossfit, Program Pembinaan FisikAbstract
Olahraga bulutangkis membutuhkan komponen fisik yang kompleks untuk dapat bermain dengan baik, karena dalam permainan bulutangkis atlet dituntu untuk bergerak dengan cepat dan dengan akurasi yang tinggi untuk bergerak ke depan, samping kiri dan kanan, belakang kiri dan kanan secara tiba-tiba. Sehingga hal tersebut dibutuhkan komponen fisik yang baik, diantaranya adalah daya tahan, kecepatan, kekuatan, power, kelincahan, fleksibilitas, koordinasi, dan kecepatan reaksi yang baik untuk menerima shuttlecock yang datang secara tiba-tiba. Gerakan tersebut dilakukan dalam waktu yang relative lama, antara 45 sampai dengan 60 menit lebih dalam satu kali pertandingan. Kondisi tersebut dibutuhkan latihan yang tepat untuk mendapatkan komponen fisik yang prima dalam satu sesi latihan. Ada 2 jenis latihan yang dalam satu sesinya memiliki berbagai unsur fisik, diantaranya adalah (1) sirkuit training, dan (2) crossfit. Dua jenis latihan tersebut memungkinkan seorang pemain memiliki komponen motor ability yang kompleks dengan menerapkan kedua jenis latihan tersebut. Sirkuit dengan pola latihan post, yang terdiri dari 6-12 post dan membutuhkan tempat yang cukup luas untuk membuat lintasannya. Sedangkan crossfit jenis olahraga intensitas tinggi dengan system aerobik dan anaerobik, menggunakan beban tubuh ataupun alat resistance training, seperti burble, dumble, box jump, jump rope, bola medicine dan jenis alat lainnya yang dikerjakan secara individu maupun kelompok. Baik sirkuit dan crossfit kedua jenis latihan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan atlet agar komponen fisik yang menjadi tujuan bisa tercapai dengan tepat dan tidak memakan waktu relatif lama.References
Adinda Rudystina, (2021). Mengenal Latihan Crossfit dan Jenis-Jenisnya, Apakah Cocok bagi Pemula. https://hellosehat.com/kebugaran/kardio/mengenal-latihan-crossfit/ (Diunduh Tanggal 26 Agusutus 2022).
Afandi M.S., Wijaya F.J.M., (2022). Pengaruh Latihan Crossfit Cindy’s Cousin Terhadap Vo2max Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Rugby Universitas Negeri Surabaya. Sumber: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/44688/37958 (Diunduh tanggal 25 Agustus 2022).
Bompa, Tudor. (1999). Periodization: Theory and Methodology of Training, 4 Edition. Dubeque: Kendall/Hunt Publishing Company.
CrossFit Aju, (Publish 10 Oktober 2015). Aula experimental CrossFit Aju 102015. https://www.youtube.com/watch?v=ib5fthXEdwU (diunduh 26 Agustus 2022).
Donie, (2020). Pembinaan Kondisi Fisik Atlet Bulutangkis. FIK-UNP. Sumber: https://osf.io/bujx9/download (diunduh 27 agustus 2022).
Gymfitnessindo, (2022). Apa itu Crossfit dan Apa Saja Latihannya? Sumber: https://gymfitnessindo.com/apa-itu-crossfit-dan-apa-saja-latihannya (Diunduh 26 Agustus 2022).
Irvan, Arifuddin Usman, Arimbi (2019). Metode Speed Play Terhadap Kapasitas Kardiorespirasi Atlet. sumber: https://ojs.unm.ac.id/semnaslemlit/article/download/8879/5158 (Diunduh 27 Agustus 2022). Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Makassar. Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar “Diseminasi Hasil Penelitian melalui Optimalisasi Sinta dan Hak Kekayaan Intelektual” ISBN : 978-602-5554-71-1.
Jamaludin, (2019). Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap Kemampuan Vo2max Atlet Porprov Tarung Derajat Lombok Timur. Volume 6 Nomor 1, Maret 2019. ISSN: 2355-4355.
Joshua L. Elkin, Jacob S. Kammerman, Allen R. Kunselman, and Robert A. Gallo, (2019). Likelihood of Injury and Medical Care Between CrossFit and Traditional Weightlifting Participant. Journal Orthopaedic of Sports Medicine. V.7 (5); 2019 May.
Kusuma, L.S.W., Aminullah, Subakti, (2018). Pengaruh Latihan Crossfit Dengan Metode Post Terhadap Power Otot Tungkai Pemain Bulutangkis Pemula PB. Ekacita Masbagik. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram. Vol. 4. No. 2 ISSN: 2355-6358.
Marcelle Dawson, (2017). CrossFit: Fitness Cult or Reinventive Institution. International Review for the Sociology of Sport.
Perdana R.P., Sugiyanto, Kristiyanto A., (2014) .Faktor Fisik Dominan Penentu Prestasi Bermain Bulutangkis. Sumber: https://media.neliti.com/media/publications/218323-faktor-fisik-dominan-penentu-prestasi-be.pdf (Diunduh Tanggal 25 Agusutus 2022).
Petr Schlegel, (2020). CrossFit Training Strategies from the Perspective of Concurrent Training: A Systematic Review. Department of Physical Education and Sport, Faculty of Education, University of Hradec Králové, Czech Republic. ©Journal of Sports Science and Medicine (2020) 19, 670-680.
Sadoso Sumosardjuno, (1984). Kesehatan Olahraga. Jakarta: Grafidian Jaya.
Sajoto, M., (1995). Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang. Dahara Prize.
Sigit Nugroho, (Tanpa Tahun). Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) Dalam Pembinaan Fisik Olahraga Bulutangkis. Dosen Pendidikan Olahraga Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragan Uneversitas Negeri Yogyakarta.
Soekarman, (1987). Dasar Olahraga Untuk Pembina, Pelatih dan Atlet. Jakarta: Inti Idayu Press.
Suharjana, (2022). Latihan Ketahanan (Endurance). Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.
Suharno, (1993). Metodologi Pelatihan. Yogyakarta: FPOK IKIP Yogyakarta.
Teddy Rezki Rivanta, Apri Agus, (2019). Pengaruh Latihan Acceleration Sprint Terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek Atlet Atletik Kabupaten Pasaman. Universitas Negeri Padang. Volume 2, Nomor 1, Maret 2019.
VESPO CrossFit. Sinta-se Em Uma Aula Experimental Na Vespo CrossFit. https://youtu.be/42w9Z4Zgseg (diunduh 26 Agusutus 2022).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


