PENGARUH PERBEDAAN BAHASA DAN BUDAYA TERHADAP CARA BERKOMUNIKASI ANTAR MAHASISWA

Authors

  • Angela Kojoh Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,Universitas Negeri Manado
  • Vamela Aruperes Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,Universitas Negeri Manado
  • Briggta Rantung Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,Universitas Negeri Manado
  • Mint Husen Raya Aditama Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,Universitas Negeri Manado
  • Rinna Yuanita Kasenda Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.58258/jupe.v7i4.4352

Keywords:

bahasa, budaya, cara berkomunikasi

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Mahasiswa Universitas Negeri Manado,Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi khususnya yang ada di Prodi Bimbingan dan Konseling bagi Mahasiswa Semester 5 mengenai pengaruh perbedaan bahasa dan budaya  terhadap cara berkomunikasi antar mahasiswa.Penelitian yang kami lakukan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam cara berkomunikasi antar mahasiswa dan bagaimana cara mahasiswa berdapatasi  dengan bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Untuk metode penelitian yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dan untuk lokasi penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Tomohon dengan mahasiswa aktif sebagai informan yang terdiri dari suku yang tentunya berbeda-beda.Dan untuk teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Partisipan adalah Mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,Prodi Bimbingan dan Konseling Semester 5.Dalam Hasil Penelitian ini menunjukan adanya  perbedaan bahasa dan budaya yang sangat berpengaruh terhadap cara berkomunikasi sehari-hari dilingkungan kampus.Tetapi dengan adanya perbedaan dalam bahasa dan budaya tentunya tidak menjadikan mahasiswa mengganggap bahasa dan budayanyalah yang paling benar,tetapi belajar dari setiap perbedaan yang dapat menyatukan kita dalam berkomunikasi.

References

AZIS, A. (2021). Tari Simo Gringsing, sebuah Upaya Melestarikan Kearifan Lokal sebagai Media Pembelajaran Seni Tari di Kabupaten Batang. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 1(1), 69–83.

Crista, Janny. 2012. Bahasa dan Kebudayaan Sosiolinguistik.

Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara, 143.

Kaswadi, D. A., Wulandari, E., & Trisiana, A. (2018). Pentingnya Komunikasi Sosial Budaya Di Era Globalisasi Dalam Perspektif Nilai Pancasila. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 6(2).

Koentjaraningrat (1992) . Bahasa dan Kebudayaan. Jurnal of Education Scienties.

Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Komunikasi antar budaya dalam perspektif antropologi. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(1).

Mulyani, E. (2016). PENGARUH KLAIM BUDAYA INDONESIA OLEH MALAYSIA TERHADAP KEBIJAKAN KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA. PERPUSTAKAAN.

Nuraeni, M., Pratama, M. I. F., & Ananda, R. (2021). PENGARUH PERBEDAAN BUDAYA TERHADAP PERILAKU KOMUNIKASI MAHASISWA. ProListik, 6(1).

Rozalena, A. (2014). Model Budaya Organisasi Berbasis High And Low Contextpada Kegiatan Komunikasi Bisnis Antarbudaya. Prosiding Sembistek 2014, 1(01), 29–44.

Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1–228.

Wirawan, D. R. I. B. (2012). Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma: fakta sosial, definisi sosial, dan perilaku sosial.

Downloads

Published

2022-12-30

Issue

Section

Articles