Upaya Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa melalui Model PO2E2W
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v7i4.4468Keywords:
Keterampilan Pemecahan Masalah, Model PO2E2WAbstract
Keterampilan yang penting untuk dikembangkan di era 4.0 yaitu keterampilan pemecahan masalah (KMP) karena seseorang yang memiliki KMP dapat dengan mudah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya dan dibutuhkan di segala profesi dan menentukan kesuksesan seseorang di masa depan. Namun hasil observasi pada tes KMP siswa, hanya 20% dari 42 siswa yang mencapai KKM. Penyebabnya yaitu siswa masih merasa kesulitan dalam penggunaan KMP karena belum terbiasa dan latihan pemecahan masalah yang diberikan guru masih terdefinisi dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model PO2E2W dalam meningkatkan KMP siswa dan untuk meningkatan KMP siswa melalui model PO2E2W. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV-B UPTD SDN Kemayoran 1, Bangkalan dan tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian yaitu di UPTD SDN Kemayoran 1, Bangkalan, Madura. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi dan tes. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model PO2E2W memperoleh persentase di atas 80% dan KMP siswa mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus IIReferences
Bixler, B.A. (2007). Dissertation: The effects of scaffolding student’s problem-solving process via question prompts on problem solving and intrinsic motivation in an online learning environment. The Pennsylvania state university the graduate school collage of education.
Bulu, S. T., & Pedersen, S. (2010). Scaffolding middle school students’ content knowledge and ill-structured problem solving in a problem-based hypermedia learning environment. Education tech Research, 507-529.
Carin & Sund. (1993). IPA dan Pendidikan IPA. Retrieved from http://forumguruhebat.blogspot.com
Docktor, J. L. (2009). Development and validation of a physics problem-solving assessment rubric. Dissertation faculty of graduate school of the universitas of Minnesota.
Ghimby, AB. Dimas. 2022. Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar. Journal of Educational and Language Research, 1(2).
Kurniasih, Imas dan Sari, Berlin. 2016. Teknik Dan Cara Mudah Membuat Penelitian Tindakan Kelas. Indonesia: Kata Pena
Mayer, R. E., & Wittrock, M. C. (2006). Problem solving. Lawrence Erlbaum Associates Publishers, 287–303.
Nur, Muhammad. (1998). Teori Pembelajaran Kognitif. Surabaya: University Press
Odja, Abdul Haris. (2017). Model Pembelajaran PO2E2W untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Pemahaman Konsep Kalor di SMP (Disertasi yang tidak dipublikasikan). Universitas Negeri Surabaya, Indonesia.
Santrock, J. W. (2011). Educational Psycology. New York: McGraw-Hill.
Shute, Valerie J., Lubin Wang, Samuel Greiff, Weinan Zhao, and Gregory Moore. (2015). Measuring problem solving skills via stealth assessment in an engaging video game. Computers in Human Behavior. Procedia Journal. Doi: 10.1016/j.chb.2016.05.047.
Trianto. (2007). Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Prestasi Pustaka
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


