Penerapan Metode Storytelling Menggunakan Media Hand Puppet Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Taman Kanak-Kanak
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v7i4.4618Keywords:
Storytelling, Puppet, Kemampuan berhitung.Abstract
Mengajarkan berhitung di TK perlu metode yang menarik, karena pada masa ini adalah masa bermain. Storytelling dapat menjadi metode yang cocok untuk mengajarkan berhitung pada anak TK, karena storytelling mengandung unsur bermain dan humor yang mendorong anak ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kondisi di lapangan masih banyak Pembina anak TK yang belum bisa menerapkan metode yang cocok untuk mengajarkan berhitung, sehingga kegiatan belajar berhitung menjadi membosankan dan beban bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penerapan metode storytelling menggunakan media hand puppet untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak TK. Melalui bercerita anak-anak usia muda menjadi lebih tertarik dan fokus memperhatikan/menyimak yang di ajarkan, karena cerita dapat mendorong anak-anak aktif tanpa merasa dipaksa untuk belajar. Metode storytelling menggunakan hand puppet membuat proses pembelajaran menjadi menarik dan tidak membosankan bagi anak-anak, karena ceritera itu bersifat fleksibel dan mengandung unsur seni, humor, serta lebih cepat menjangkau aspek kognitif, afektif dan psikomotorik anak-anak. Penelitian ini rmenggunakan pendekatan kualitatif metode studi pustaka, yakni mengkaji referensi-referensi yang relevan dengan masalah yang di teliti. Pustaka tersebur dapat berupa buku pustaka dan jurnal hasil penelitian tentang penerapan storytelling menggunakan media hand puppet untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak taman TK. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode storytelling menggunakan media hand puppet dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak TK usia 4-6 tahun, anak-anak senang mendengarkan cerita, anak-anak senang bercerita dengan boneka, bercerita menimbulkan suasana belajar menjadi menarik dan menyenangkan, serta mendorong anak-anak aktif dan kreatif dalam mengembangkan imajinasi, sehingga kegiatan belajar tidak menjadi beban bahkan anak-anak lebih senang dalam belajar berhitung.References
Agustina, V. F. (2019). Meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia dini dengan cara storytelling. JURNAL SPIRITS, 10(1), 65-77.
ABKIN. (2007). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Depdiknas.
Gaskins, D. (2014). Happy math storytelling day. https://denisegaskins.com/2013/09/25/happy-math-storytelling-day/, diakses 16 November 2021
Goral, M. B., & Gnadinger, C. M. (2006). Using Story Telling To Teach Mathematics Concept, Australian Primary Mathematics Classoom, AMPC journal 11 (1), 4.
Hall, S. 2019. Math Storytelling Day. (Online) https://teachersfirst.com/blog/2019/09/math-storytelling-day/, diakses 16 November 2021
Herrmann, D. (2007). The Educational Benefits of Storytelling, (Online), (http://www.helium.com/items/655050-the-educational-benefits-of-storytelling), diakses 5 November 2021.
Kusnaini. (2015). Metode pengembangan Bahasa. Malang: Universitas Terbuka, UPJJ.
Natalia, D. (2012). Menngkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Melalui Metode Bercerita Dengan Celemek Pada Anak Didik Kelompok A TK Islam Bakti XI Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013
Novira, N., & Jaya, I. (2021). Analisis metode bercerita menggunakan boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 84-91.
Nurhayati, N., & Faijin, F. (2019). Pengembangan Panduan Teknik Mendongeng Untuk Meningkatkan Disiplin Diri Anak RA/PAUD/TK. Educatio, 14(2), 48-56.
Prayitno. (2017). Permainan Matematika Suatu Daya Tarik Bagi Peserta Didik. Jurnal Matematika dan Pembeajaran Volume 5 (1).
Sugiyono. (2005). Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Rich, D. (2008). Pengajaran dan Bimbingan Prasekolah, membangun dasar bagi keberhasilan do Sekolah Pra-TK, dan Transisi ke SD. Terjem: Preschool MegaSkill Building the Base for School Success Pre K, Kindergaten. Transition, Jakarta: PT. Indeks.
Sum, S. W. E., Wong, K.Y. M., Seah, W. T. (2022). Storytelling As A Pedagogical Strategy For Culturally Responsive Mathematics Teaching.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan,(Jakarta: Yayasan PustakaObor Indonesia, 2014). Miswar dan Pangulu Abd. Karim Nasution.. Akhlak Tasawuf. Bandung: Citapustaka Media Perintis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


