Tanda Mitos Keabadian Pada Film 17 Selamanya Karya Hanung Bramantyo dan Implikasinya Pada Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v8i2.5245Keywords:
Mitos, Semiotik, KeabadianAbstract
Masyarakat masih mempercayai mitos. Kepercayaan masyarakat terhadap mitos masih kental hingga saat ini. Mitos atau mite adalah sesuatu yang berasal dari masyarakat diturunkan mulut ke mulut, generasi ke generasi, dipercayai sebagai adat yang harus dihormati. Mitos berhubungan dengan sejarah, tata karma, dan sosial. Fenomena yang sering terjadi adalah mitos mengenai keabadian, ada yang mengatakan bahwa jika mengkonsumsi air tertentu di sebuah daerah yang dipercayai akan awet muda, sembuh dari penyakit, dan dilancarkan usahanya, biasanya hal ini disebut air sumber berkah. Mitos masih bersentuhan langsung dengan masyarakat meskipun peradaban sekarang sudah lebih maju. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanda-tanda mitos keabadian pada film 17 Selamanya karya Hanung Bramantyo menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Roland Barthes membagi teorinya menjadi tiga unsur yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Tanda-tanda yang akan dicari disajikan dalam bentuk foto adegan yang dilengkapi keterangan di bawahnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif deskriptif adalah pendekatan melalui proses mendeskripsikan kata, frasa, kalimat, fenomena alam, sejarah, sosial, dan mencari narasumber untuk mendapatkan data yang diinginkan. Penelitian ini juga menggunakan teknik pendekatan hermeneutik artinya teknik yang memiliki penafsiran lebih mendalam mengenai objek yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah tanda-tanda mitos keabadian pada film 17 Selamanya karya Hanung Bramantyo yang dihubungkan dengan fenomena atau implikasi terhadap masyarakat di IndonesiaReferences
Alfathoni, Muhammad Ali & Manesah, Dani. 2020. Pengantar Teori Film. Yogyakarta. CV. BUDI UTAMA.
Astono. 2023. “Mitos air di Candi Belahan Pasuruan”. Hasil Wawancara Pribadi: 27 Februari 2023.
Amartani, Dwi dkk. Jurnal, 2022. Mitos-Mitos Kehidupan Sebagai Ciri Khas Pada Masyarakat Jawa Khususnya Berada Di Desa Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. JurnalReview Pendidikan dan Pengajaran(JRPP) Vol.5, No.2, Desember 2022. Diakses pada tanggal 03 April 2023 pukul 21.30.
Budiman, K. 2004. Semiotik Visual. Yogyakarta. Penerbit Buku Baik.
Fakhrurozi, Jafar & Adrian, Qadhli Jafar. 2021. Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia. Kajian dan Praktik Ekranisasi Cerpen Perempuan di Rumah Panggung ke Film Pendek Angkon.
Hasbullah, Muhammad. 2020 Jurnal Al-Irfan Vol.3 No.1. Hubungan Bahasa, Semiotika, dan Pikiran dalam Berkomunikasi. Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Pamekasan.
Hidayati, Wasilatul. 2021. Jurnal Pendidikan Tematik. Vol.2 No.1. Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film Dua Garis Biru Karya Sutradara Gina S. Noer. Universitas Pamulang.
Nengtyas, Sri Rahayu. 2021. Tanda Religius Dalam Film Ajari Aku Islam Menurut Perspektif Semiotika Roland Barthes. Skripsi. Jombang. Universitas Hasyim Asy’ari.
Puji Santoso, 2023. “Mitos air di Petirtaan Jolotundo”. Hasil Wawancara Pribadi: 27 Februari 2023 11.27.
Suhendra, I Wayan. 2018. Metode Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan, dan Keagamaan. Bali. CV. Nilacakra.
Septiana, Rima. 2019. Jurnal Skripsi. Makna Denotasi, Konotasi dan Mitos dalam Film Who Am I Kein System Ist Sicher. Universitas Sam Ratulangi
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


