Local Wisdom at Islamic Boarding Schools in Central Lombok 2023
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v8i4.6181Abstract
National Islamic boarding school education, a very important link. This is not only because of the history of its emergence. But Islamic boarding schools have also significantly contributed to efforts to make the nation's life more intelligent. Historically, Islamic boarding schools are community-based educational institutions. Then it was developed by the community, so that the study of Islamic boarding schools as a center for community development. local wisdom in the Lombok cottage Tombok. With the following problem formulation: 1. What is local wisdom in Islamic boarding schools. 2 What are the forms of local wisdom that develop in Islamic boarding schools? Considering that this research is qualitative in nature, the data was collected through observation, interviews, documentation and data analysis methods. Based on research results, forms of local wisdom that developed in Islamic boarding schools in Central Lombok still exist. Namely the traditional tapsile procession of the Sasak tribe as principles, norms and rules of the social system of daily behavior that develop in society through an acculturative and contextual approach.References
Adnan,Patompo.Biografi TGH. Abdul Hafidz Sulaiman: Ilmu Bening Sebening Hati Sang Guru 1898-1983, Lombok: CV. Mujahid Press, 2013.
Afifuddin. “Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an: Penerapan Pola Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) di Pondok Pesantren Hidayatullah Panyula Kabupaten Bone”, Lentera Pendidikan, Vol. 19, No. 1, Juni 2016, hlm.33.
Agboola, Alex and Kaun Chen Tsai. Bring Character Education into Classroom, European Journal of Educational Research, Vol.1, No. 2, 2012, hlm. 164.
Al-Hajjaj, Abi al-Husain Muslim bin.Sahih Muslim, Beirut: Dar al-Kutub al-‘ilmiyah, 1991.
Alfaqih.Strategi Pendidikan Karakter: Mempertimbangkan Tradisi Profetik. Mataram: Larispa, 2011.
Ali, Suryadharma. Paradigma Pesantren: Memperluas Horizon Kajian dan Aksi. Malang: UIN-Maliki Press, 2013.
Al-Atsqalany,Ibnu Hajar. Bulūg Al-Marām Min Adillati Al-Ahkām. Semarang: Karya Putra, tth.
Arif, Mahmud. “ Islam, Kearifan Lokal dan Kontekstualisasi Pendidikan: Kelenturan, Signifikansi, dan Implikasi Edukatifnya”, Al-Tahrir, Vol. 15, Nomor 1, Mei 2015, hlm. 79-80.
Arif, Muhammad. “Deradikalisasi Islam Melalui Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Cigugur”, Akademika, Vol. 22, Nomor 1, Januari-Juni 2017, hlm. 63.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2006, cet. Ke 6.
Ar-Rasyid, Al-Qur’an Mushaf Terjemah Tanpa Ta’wil, Jakarta: Insan Media Pustaka, 2012.
Asmani, Jamal Ma’mur. Tuntunan Lengkap Metodologi Praktis Penelitian
Asriati, Nuraini. “Mengembangkan Karakter Peserta Didik Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran di Sekolah”, Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, Vol. 2, No. 3, Oktober 2012, hlm. 110.
At-Tayyib.Al-Qur’an Transliterasi Perkata & Terjemah Perkata. Bekasi: Citta Bagus Segara, 2011.
Azhar, H. Lalu Muhammad. Kamus Bausastra sasak Indonesia-Indonesia Sasak.Klaten: PT. Macanan Jaya Cemerlang, 1997.
Azra, Azyumardi. “Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti Membangun kembali anak Bangsa”, Mimbar Pendidikan, No. 1, Vol. XX, Tahun 2001, hlm. 28-29.
Badan Statistik Pemprov NTB, Nusa Tenggara Barat dalam Angka Tahun 2015, hlm. 71.
Baharudin, Erwan. “Kearifan Lokal, Pengetahuan Lokal dan Degradasi Lingkungan”, Forum Ilmiah, Vol. 7, No. 1, Januari 2010, hlm.13.
Barlow, Cassie B. dkk. “Character Assessment: an Examination of Leadhership Levels”, Journal of Business and Psychology, Vol. 17, No. 4, Summer 2003, hlm.566.
Basri, Hasan. Kapita Selekta Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2012.
Benninga, Jacques S. Dkk. “The Relationship of Character Education Implementation and Academic Achievement in Elementary Schools”, Journal of Research in Character Education, vol.1, no. 1, 2003, hlm.20.
Budiwanti,Erni. “Balinese Minority Versus Sasak Majority: Managing Ethno-Religious Diversity and Disputes in Western Lombok”, Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Haritage, Vol. 3, No. 2, December 2014, hlm.235.
Dahlan, Mukhtar Zaini. “Internalisasi Pendidikan Karakter Perspektif Pesantren”, Falasifa, vol. 7, Nomor 1, Maret 2016, hlm. 157.
El-Bassiouny,Noha, dkk. The Importance of Character Education for Tweens as Consumers: A Conceptual Model With Prospects for Future Research, Journal of Research in Character Education, Vol. 6, No. 2, 2008, hlm. 37.
Fahmi, Muhammad. “Mengenal Tipologi dan Kehidupan Pesantren”, Syaikhuna, Vol. 6, Nomor 2, Oktober 2015, hlm. 307.
Fahrurrazi. “Tradisi Pengajian Kitab Turâts Melayu-Arab di Pulau Seribu Masjid dan Seribu Pesantren, Lombok, Indonesia”, Ibda’: Jurnal Kebudayaan Islam, Vol. 15, No. 2, Oktober 2017, hlm. 239.
Fajarini, Ulfah. ”Peranan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter”, Sosio Didaktika, Vol. 1, Nomor 2, Desember 2014, hlm. 124.
Fauziah,Nurul. “Perkembangan Pendidikan Islam dan Kearifan Lokal di Indonesia”, Al-Furqan: Jurnal Studi Pendidikan Islam, Vol. V, No. 2, Edisi September 2017-Februari 2018, hlm. 65.
Francisca, Leonie dan Clara R.P Ajisuksmo, “Keterkaitan Antara Moral Knowing, Moral Feeling, dan Moral Behavior Pada Empat Kompetensi Dasar Guru” ,Jurnal Kependidikan, Vol. 45. No. 2.November 2015, hlm. 213.
Galba, Sindu. Pesantren Sebagai Wadah Komunikasi. Jakarta: PT. Rineka Putra, 2004, cet. Ke-3.
Hamid, Hamdani dan Beni Ahmad Saebani, Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2013.
Hartono, Rudi. “Pola Komunikasi di Pesantren: Studi tentang Model Komunikasi antara Kiai, Ustadz, dan Santri di Pondok Pesantren TMI Al-Amien Prenduan”, Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, Vol. 1, No. 1, Januari – Juni 2016, hlm. 82.
Hasanah, Niswatul. “Nilai Budaya Ungkapan Tradisional Pergaulan Keseharian Masyarakat Sasak”, Jurnal Mabasindo, Volume 1, Nomor 2, Edisi November 2017, hlm. 227.
Hendri, Ezi. dkk. “Analisis Efektivitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan”, Jurnal Komunikasi Pembangunan, Vol.12, No. 2, Juli 2014, hlm. 61.
Hirzi, Aziz Taufik.“Komparasi Ringkas Antara : Demokrasi Ala Barat dengan Musyawarah dalam Islam”, Mimbar, Volume XXI No. 2 April – Juni 2005, hlm. 254-255.
Jalaluddin. Filsafat Pendidikan Islam: Telaah Sejarah dan Pemikirannya. Jakarta: Kalam Mulia,2011.
Khadziq, Islam dan Budaya Lokal: Belajar Memahami Realitas Agama dalam Masyarakat. Yogyakarta: Teras, 2009.
Kurniawan, Machful Indra. Tri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar, Journal Pedagogia, ISSN 2089 -3833, Volume. 4, No. 1, Februari 2015, hlm. 44.
Kurniawan, Syamsul. Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasinya Secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016.
Lickona,Thomas.Character Matters (Persoalan Karakter): Bagaimana Membantu Anak Mengembangkan Penilaian yang Baik, Integritas, dan Kebajikan Penting Lainnya, terj. Juma Abdu Wamaungo & Jean Antunes Rudolf Zien. Jakarta: Bumi Aksara, 2013, cet. Ke-2.
Madjid, Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: PT. Dian Rakyat, tth.
Milson, Andrew J. and Lisa M. Mehlig, “Elementary School Teachers Sense of Efficacy for Character Education”, The Journal of Educational Research, Vol. 96, No. 1, September-October 2002, hlm. 47.
Mufidah, Luk Luk Nur. Pemikiran Gus Dur Tentang Pendidikan Karakter dan Kearifan Lokal, Al-Tahrir, Vol. 15, No. 1, Mei 2015, hlm. 105.
Muhammad munir (Santri Pondok Pesantren NW Selaparang), wawancara, Kediri, 12 Desember 2017.
Muhakamurrohman, Ahmad. “Pesantren: Santri, Kyai, dan Tradisi”, Ibda’: Jurnal Kebudayaan Islam, Vol. 12, Nomor. 2, Juli - Desember 2014,
Mukhibat, “Meneguhkan Kembali Budaya Pesantren dalam Merajut Lokalitas, Nasionalitas, dan Globalitas”, KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman, Vol. 2, No. 2, Desember 2015, hlm. 190.
Muryanti, “Revitalisasi Gotong Royong: Penguat Persaudaraan Masyarakat Muslim di Pedesaan”, Sosiologi Reflektif, Volume 9, N0. 1, Oktober 2014, hlm. 64.
Musanna, Al. “Artikulasi Pendidikan Guru Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mempersiapkan Guru Yang Memiliki Kompetensi Budaya”, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 18, Nomor 3, September 2012, hlm. 334.
Mutohar, Ahmad dan Nurul Anam. Manifesto modernisasi Pendidikan Islam & Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
Nadlir, “Urgensi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal”, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 2, Nomor 2, November 2014, hlm. 302.
Nata,Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
Nazir, Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia, 2005, cet. Ke-6.
Pala, Aynur . “The Need For Character Education”, International Journal of Social Sciences and Humanity Studies, Vol 3, No 2, 2011, hlm. 25.
Pals, Daniel L.Seven Theories of Religion, terj. Inyiak Ridwan Munzir. Jogjakarta: Ircisod, 2011.
Penyusun, Tim. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.
Pradini, Septalina, dkk. “Pesantren Transformation System in The Food Sustainability”, International Journal of Development and Economic Sustainability , Vol. 4, No. 2, April 2016, hlm. 3.
Ratmaja, Lalu. Bahan Ajar Muatan Lokal Budaya Sasak untuk SMP/MTs Kelas VIII, Lombok: CV. Gumi Sasak, 2011.
¬_______,Bahan Ajar Muatan Lokal Budaya Sasak untuk SMP/MTs Kelas XI, Lombok: CV. Gumi Sasak, 2011.
Rusliana, Ateng. “Orang Tua dan Pendidikan Anak: Studi Kasus di Pondok Pesantren Qotrun Nada Cipayung Jaya, Depok, Jawa Barat”, dalam Irwan Abdullah, dkk (ed.), Agama, Pendidikan Islam dan Tanggung Jawab Sosial Pesantren.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Salahudin, Anas dan Irwanto Alkrienciehie. Pendidkan Karakter: Pendidikan Berbasis Agama & Budaya Bangsa. Bandung: Pustaka
Sani, Ridwan Abdullah dan Muhammad Kadri.Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Anak yang Islami. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2016.
Saputra,Elvin.New Student’s Webster Dictionary Inggris Indonesia-Indonesia-Inggris. Tangerang: Binarupa Aksara Publisher, tth.
Satori, Djam’an dan Aan Qomariah. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2014, cet. Ke-6.
Sartini, Ni Wayan. “Bahasa Pergaulan Remaja: Analisis Fonologi Generatif”, Mozaik : Jurnal Ilmu Humaniora, Vol. 12, No.2, Juli-Desember 2012, hlm. 122.
Setiahati, “S2 (Bukti Cinta Suku Sasak) Pesona Budaya Pulau Seribu Masjid”, dalam http://setia28.blogspot.co.id/2017/12/s2-bukti-cinta-suku-sasak.html?m=1, diakses tanggal 23 Maret 2018,pukul 00.13.
Sirulhaq, Ahmad. Konsep Dasar Standarisasi Bahasa Sasak: Ke Arah Kebijakan Pembelajaran dan Pemertahanan Bahasa Sasak di Lombok dalam International Seminar “Language Maintenance and Shift”, 2 July , 2011, hlm. 172.
Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2016.
Suyitno, Imam. “Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Berwawasan Kearifan Lokal”, Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun II, Nomor 1, Februari 2012, hlm. 8.
Tahir, Saidna Zulfiqar Bin. The Attitude of Santri and Ustadz Toward Multilingual Education at Pesantren,International Journal of Language and Linguistics, Vol. 3, No. 4, June 2015, hlm. 210.
Thoib, Ismail. Filsafat Pendidikan Islam: Membangun Insan Muslim Berkarakter. Mataram: (LEPPIM) IAIN Mataram, 2012.
Tohirin, Metode Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling.Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2012.
Usman, Muhammad Idris. “ Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam ( Sejarah Lahir, Sistem Pendidikan, dan Perkembangannya Masa Kini “, Jurnal Al Hikmah Vol. XIV, Nomor 1, 2013, hlm. 104.
Wibowo, Agus dan Gunawan.Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Wilian, Sudirman. “Tingkat Tutur Dalam Bahasa Sasak Dan Bahasa Jawa” Wacana, Vol. 8 No. 1, April 2006, hlm.35.
Yudarta, I Gede dan I Nyoman Pasek, “Revitalisasi Musik Tradisional Prosesi Adat Sasak Sebagai Identitas Budaya Sasak”, Jurnal Segara Widya, Volume 3, Nomor 1, 2015, hlm. 372-374.
Yusuf, Muhammad. “Pendidikan Karakter Berbasis Qurani dan Kearifan Lokal”, Karsa, Vol. 22 No. 1, Juni 2014, hlm. 56.
Zamrud, Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Tajwid. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2014.
Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


