STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI AREA PERMUKAAN MUARA SUNGAI ANCAR KOTA MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v1i1.65Abstract
Zooplankton merupakan anggota plankton yang bersifat hewani, sangat beranekaragam dan terdiri dari bermacam larva dan bentuk dewasa yang mewakili hampir seluruh filum hewan. Pengambilan sampel zooplankton yaitu di muara sungai Ancar Kota Mataram yang dibagi menjadi tiga stasiun, stasiun I di Kekalek jembatan Irigasi, stasiun II dijembatan bagek kembar Grisak arah ke Perumnas dan stasiun III di desa Gatep. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton di muara sungai ancar yang ditinjau dari jenis atau spesies keanekaragaman (H’), kemelimpahan (N), kemerataan ( E) dan dominasi (D) dalam upaya penyusunan modul ekologi. Penelitian ini dilakukan dari bulan November – Maret 2016. Jenis penelitian ini adalah eksploratif. Data yang dikumpulkan selama penelitian ini adalah data hasil komunitas zooplankton yang meliputi keanekaragaman, kemelimpahan, kemerataan dan dominasi. Alat tangkap yang digunakan adalah plankton net berukuran 25 µm yaitu dengan menetapkan tiga stasiun di muara sungai ancar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 21 spesies zooplankton di muarasungai ancar yang dibagi menjadi tiga stasiun, stasiun I ditemukan 14 individu, stasiun II 16 individu dan stasiun III sebanyak 10 individu. Hasil analisis diperoleh jumlah indeks keanekaragaman (H’) tertinggi berada pada stasiun II yakni 1,886 dikategorikan rendah sebab memiliki kisaran indeks 0>H'>2,302. Nilai indeks kemerataan (E)tertinggi diperoleh pada stasiun II sebesar 0,5662 dengan kategori sedang dan labil hal ini dapat dilihat pada tabel kisaran yakni 0,4 < E ≤ 0,6, nilai indeks dominasi (D) tertinggi berada pada stasiun I sebesar 0,6505 dapat dilihat pada tabel kisaran indeks apabila 0,5 < C ≤ 0,75 maka dikategorikan dominasi sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa struktur komunitas di muara sungai ancar memiliki nilai rendah dilihat dari tabel kisaran indeks, hal ini disebabkan karena banyaknya aktifitas manusia di muara sungai ancar yang menyebabkan komunitas zooplankton mengalami pencemaran.References
Barus, I. T. A., 2002 . Pengantar Limnologi. Medan. Direktorat jendral pendidikan.
Davis ,C C., 1965 The Marine and Fress Watr Plankton. Micgian State University
Elyawati., 2007. Kemelimpahan dan keanekaragaman protozoa (ciliata) diperairan kali jangkok kota mataram. Skripsi tidak diterbitkan. Mataram : FKIP Universitas Mataram
Handayani, S dan M.P. Patria. 2005. Komunitas zooplankton diperaian waduk krenceng cilegon banten. Makara sains
Hidayat, Azis Alimul. 2007. Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.
Hadi , S., Junaedi, Heryanto, H., 2004. Laporan Kajian Akademis Pemantauan Kualitas Air Sungai Di NTB (Bagian I : Kali Ancar). Pemerintah Propini NTB Bapeda : NTB
Japa, L., dan Karnan., 2004 study komunitas fitoplankton diperairan kota mataram, Laporan Penelitian Program Pedidikan Biologi : Mataram. FKIP Universitas Mataram
Jasin, M., 1992. Zoologi Invertebrata Untuk Perguruan Tinggi .Surabaya : Sinar wijaya.
Kaswadji, R. 2001. Keterkaitan Ekosistem Di Dalam Wilayah Pesisir. Sebagian bahankuliah SPL.727 (Analisis Ekosistem Pesisir dan Laut). Bogor: Fakultas Perikanan danKelautan IPB..
Lukman , M. 2013. Komunitas zooplankton diperairan lamalera dan laut sawu NTT : Jurnal ilmu dan teknologi kelautan tropis
Nontji, Anugerah, Dr. 1987. Laut Nusantara. Jakarta :Djambatan Press.
Nontji, Anugerah. 2007. Plankton Laut. Jakarta. : LIPI Press
Nybakken, James W. 1988. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta:PT. Gramedia.
Notoatmodjo, 2010. Metedologi Penelitian. Rinka Cipta : Jakarta.
Nursalam, 2008 Konsep dan Penerapan Metodologi penelitian. Jakarta : Salemba Medika.
Nirarita , E., Wibowo, P., Susanti, S., dan Padmawinata, D., 1996. Ekosistem Lahan Basah Indonesia. Bogor : British Petrolem.
Omori, M & T. Ikeda, 1984. Method in Marine Zooplankton Ecology. Krieger Pub Co. 332p
Odum, E.P. 1983. Basic Ecology. W. B Saunders Book. Philadelphia
Odum, E.P. 1994. Fundamental Of Ecology 3nd Edition. W. B Saunders Book. Philadelphia
Soerianegara, 1988. Ekologi Hutan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Sugiyono. 2011. Statistik untuk penelitian. Bandung : Alva Beta
Suriawiria, U., 1993. Mikrobiologi Air. Bandung : Alumni
Whithen, T., Soeriatmadja, R. E., Afiff, S.A., 2002. Ekologi Jawa dan Bali jilid II. Jakarta : Prenhallindo.
Zoer’aini, D.I, 2003. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


