PEMANFAATAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH BIMA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DALAM KURIKULUM 2013 (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Wera)
DOI:
https://doi.org/10.58258/jupe.v1i1.78Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang (1). Perenacanaan Pembelajaran sejarah dengan memanfaatkan benda peninngalan sejarah bima sebagai sumber pembelajaran sejarah dalam kurikulum 2013 (2). Pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan pemanfaat benda peninggalan sejarah bima sebagai sumber pembelajaran sejarah dalam kurikulum 2013, (3). Evaluasi pembelajaran dengan pemanfaatan benda peninggan sejarah sebagai sumber pembelajaran dalam kurikulum 2013 (4). Kendala dan dampak pembelajaran sejarah dengan pemanfaatan benda peninggalan sejarah sebagai sumber pembelajaran dalam kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Wera dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan strategi studi kasus tunggal terpancang. Sumber data terdiri atas informan ( Kepala sekolah, Guru sejarah dan peserta didik), tempat dan peristiwa (aktivitas belajar sejarah di kelas), dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Obsevasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber, trianggulasi data, trianggulasi peneliti dan trianggulasi teori. Analisis data menggunakan analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran dimulai dari penyusunan perangkat pembelajaran yang teridiri dari: Program tahunan, Program semester, Kriterial ketuntasan minimum (KKM), Silabus, RPP, Motode, strategis, model dan pendekatan pembelajaran; (2) Pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: Kegiatan awal Apresepsi, Kegitan Inti, Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, Membentuk jejaring, Mengkomunikasikan, dan Kegiatan Akhir, Refleksi, Kesimpulan dan Penunggasan; (3) Evaluasi pembelajaran sejarah menunjukkan hasil yang baik dengan dilihat dari kompetensi spritual, (K1), Sikap Sosial (K2), Keterampilan (K3) dan Pengetahuan (K4); (4) Kendala dan Dampak pembelajaran sejarah adalah sebagaian peserta didik belum memahami langkah-langkah pembelajaran Kurikulum 2013 juga minimnya sarana LCD yang dimiliki pihak sekolah. Dampaknya sebagaian materi pembelajaran tidak dapat ditayangkan dengan menggunakan LCD.References
Arif Musadad, 2011. Peningkatan Kreatifitas dan Hasil Belajar Sejarah Indonesia Melalui Optimalisasi Model Pemecahan Masalah Kreatif dalam Proses Belajar Mengajar (PMB) di Prodi Sejarah FKIP UNS. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Volume 17. No1.
Abd Rahman Hamid, 2014. Pembelajaran Sejarah. Penerbit Ombak.
Arif Soviyani, 2006. “13 Tahun Pelestarian “purbakala” bersama UU No. 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya” dalam jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No.1
Asnawi, 2008. PembelajaranSejarah di Sekolah Menegah Atas.Jurnal Dinamika Volume VI. No. 2.
Abdul Majid, 2011. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arif S, Sadiman, 2008. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.
Aman, 2011. Model Evaluasi pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
H. B Sutopo, 2006. Metodelogi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Penerapanya dalam penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Leo Agung & Sri Wahyuni, 2013. Perencanaan Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Luk Alfi Hidayah, 2010. Upayah Guru dalam mengatasi Hambatan Pembelajaran Sejarah pda KTSP DI SMP Negeri 39 Semarang. Jurnal Paramita. Volume 20 No.2. Halama 220.
Lexy J. Moloeng, 2002. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Made Pidarta, 2009. Landasan Pendidikan. PT. Rineka Cipta.
Maike Imbar, 1997. Kontribusi Minat Belajar dan Pembelajaran Sejarah terhadap sikap melestarikan benda cagar budaya pada mahasiswa jurusan sejarah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tesis, PPs UNS Surakarta (Unpublished).
M. Hosnan, 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Penerbit. Ghalia Indonesia.
Oka A Yanti, 1985. Budaya Tradisional Yang Nyaris Punah Bacaan Popular Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta. Depertemen pendidikan dan kebudayaan.
Oemar Hamalik, 1986. Media Pendidikan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
Popha James W, 2008. Transformative Asses Stment USA. Associotion Forr Supervisio and Curiculum Development.
Sartono Kartodirdjo, 1982. Penddikan Ilmu Sosial dan Metodologi Ilmu Sejarah. Jakrta: Gramedia Pustaka Utama.
S. K. Kochar, 2008. Teacing of History. Pembelajaran Sejarah. Jakarta: Grasindo.
Sri Anita, 2011. Media Pembelajaran. Surakrta: Sebelas Maret University Press.
Smaldino E. Sharon, 2011. Istructional Technologi & Media for Learning (Teknologi Pemgembangan dan Media Untuk Belajar). Jakarta: Kencanan Prenada Media Group.
Suharto, 2009. Museum Kretek Sebagai Media dan Sumber Pembelajaran Sejarah di SMA 1 Gebog Kudus. Tesis. PPs UNS Surakarta.
Sudjana, 2002. Media Pengajaran: PT. Sinar Baru Algesindo.
Sukiman, 2012. Pengembangan Media Pembelajaran.Yogyakarta Pedagogia
Tri Widodo, 2011. Memahami Makna Praksis Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah Kontroversial. Jurnal Paramita.Volume. 21. No. 2.
Widarto, 2007. Prespektif Global. Salatiga: Widya Sari.
Yudi Munadi, 2013. Media Pembelajaran Sebuah pendekatan Baru. Jakarta Selatan: Referensi (GP Press Group)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Publication Ethics
This scientific code of ethics statement is a code of ethics statement for all parties involved in the publication process of scientific journals, namely managers, editors, reviewers, and authors. The statement of the ethical code of scientific publications is based on the Head Regulation of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publication, which in essence is the Code of Ethics for Scientific Publication which essentially upholds the three ethical values in publication, namely
- Neutrality, which is free from conflicts of interest in the management of publications;
- Justice, namely to give authorship rights to those who are entitled as authors / writers; and
- Honesty, which is free from duplication, fabrication, falsification, and plagiarism (DF2P) in publications.
Editor-in-Chief’s Duties and Responsibilities of the
- Determine the name of the journal, scope of science, scale, and accreditation if necessary.
- Determine editor membership.
- Defining relationships between publishers, editors, best partners, and other parties.
- Respect confidential matters, both for contributing researchers, authors, editors, and best-partner partners.
- Implement norms and provisions regarding intellectual property rights, especially copyright.
- Conduct a journal policy review and submit it to authors, editors, best partners, and readers.
- Make a code of conduct guide for editors and best partners.
- Publish journals regularly.
- Ensure the availability of funding sources for the sustainability of journal publishing.
- Building a network of cooperation and marketing.
- To improve the quality of the journal.
- Prepare licensing and other legal aspects.
Editor's Duties and Responsibilities
- The editor comments on the author's writing so the reader can understand what the writer wants to say, through comments written on the script.
- The editor comments on the author's writing in accordance with the EYD language (Enhanced Spelling) or the language according to the standard of the journal.
- The editor strives to improve the quality of publications on an ongoing basis;
- The editor puts forward freedom of opinion objectively,
- The editor conveys corrections, clarifications, withdrawals, and apologies if needed,
- The editor ensures that the writer's writings are not related to SARA or anything that could harm the Publisher and coordinate the writer's writings to the editor in chief of the publisher if the writing is slightly controversial.
- Editor receives, examines, and follows up complaints from all parties involved in publishing the journal;
- The editor supports initiatives to educate researchers about the ethics of publication,
- Editors do not maintain their own opinions, authors or third parties that can result in non-objective decisions,
- The editor encourages the author, so that he can make repairs to the paper until it is worth publishing.
- The editor performs the layout of the manuscript to be published so that it matches the journal template.
- Editor membantu pemimpin redaksi dalam menyelesaikan pengumpulan naskah sebelum dicetak dan diterbitkan, terutama dalam hal bahasa, format, dan tata letak.
Tugas dan Tanggung Jawab Peninjau
- Memberikan umpan balik tertulis yang objektif dan tidak bias tentang nilai beasiswa dan kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan;
- Menunjukkan apakah penulisan naskah cukup jelas, lengkap, dan relevan, serta apakah naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal;
- Tidak memberikan kritik atau komentar yang bersifat pribadi; dan
- Menjaga kerahasiaan naskah, dengan tidak membicarakannya dengan pihak-pihak yang tidak terkait, atau mengungkapkan informasi yang terkandung dalam naskah kepada pihak lain.
Tugas dan Tanggung Jawab Administrator Situs Web
Administrator Situs Web adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web jurnal. Secara spesifik, ruang lingkup tugas Administrator Situs Web adalah sebagai berikut:
- Menyiapkan situs web jurnal;
- Konfigurasikan opsi sistem dan kelola akun pengguna;
- Daftar untuk editor, pengulas, dan penulis;
- Kelola fitur jurnal;
- Melihat statistik laporan; dan
- Unggah/terbitkan makalah yang sudah diterima.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Ilmiah Mandala Education setuju dengan ketentuan berikut:- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY-SA 4.0)  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Â
- Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif atas versi karya yang diterbitkan jurnal tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan.


